Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Chapter 22


__ADS_3

Keesokan pagi nya


The Royalt penthouse suite


President Wilson hotel


Swiss.


Darrel mengernyit merasakan gesekan pada benda dibawah sana, begitu menggoda dan membuat miliknya tiba-tiba menegang di pagi hari, dia dengan enggan membuka kedua matanya karena tiba-tiba satu aliran listrik membangkitkan selera nya di pagi hari ini.


Dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah polos putri nya yang masih terlelap dalam tidur nya tepat di dalam pelukan Darrel, seperti nya perempuan tersebut tidak sadar melakukan gerakan kecil, menggeliat didalam tidur nya dan membangunkan adik kecil Darrel.


Oh sh.it kenapa kamu begitu menggemaskan Gea?.


Umpat Darrel di dalam hatinya.


Dia memperhatikan wajah gadis tersebut dengan seksama, menatap bibir indah menggoda Tersebut untuk waktu yang cukup lama, ketika Gea menggeliat pelan lagi lutut perempuan tersebut menyentuh milik nya dan Darrel pikir dia tidak bisa menahan hasrat nya lagi.


Sungguh terkutuk dirinya yang selalu memiliki keinginan dan has.rat besar saat berhadapan dengan Gea. Dengan pakaian lengkap saja sudah begitu menyiksa dan menggodanya apalagi jika perempuan tersebut tidak menggunakan apa-apa.


Darrel mengembangkan senyuman nya, masih berusaha menahan hasrat nya Sembari mengelus wajah Gea secara perlahan.


Laki-laki tersebut kini secara perlahan beringsut dari posisi nya, dia bergerak mensejajarkan tubuh nya ke hadapan tubuh Gea.


"Morning, baby."


Ucap Darrel setengah berbisik, menahan hasrat nya untuk tidak bertindak lebih dari mencium bibir nya.


Dia melesatkan ciuman bibir nya pada Gea, membuat perempuan tersebut menggeliat dan langsung berusaha bangun dari tidur nya.


"Dad?"


suara serak perempuan tersebut karena bangun tidur terdengar begitu seksi dan menggoda dibalik telinga Darrel.


"Mari mandi dan mendapatkan sarapan, aku ingin mengajakmu ke satu tempat"


Saat Darrel berkata begitu, tentu saja membuat Gea berusaha membiasakan bola matanya, dia membulatkan bola matanya, mencoba menelisik bola mata daddy nya.


"Pergi ke satu tempat? kemana?"


Tanya Gea penuh rasa penasaran.


"Kesatu tempat spesial yang telah aku siapkan untuk kamu sejak jauh-jauh hari"


Darrel bicara cepat sembari mengelus lembut wajah Gea.


Ucapan dan tindakan Darrel seketika membuat kedua pipi Gea bersemu, Perempuan tersebut mengulum bibirnya dengan semburat merah menghiasi pipinya.

__ADS_1


Melihat ekspresi Gea saat ini seketika membuat jantung laki-laki tersebut berdetak tidak menentu.


Oh sial, kenapa kau cantik sekali baby?!.


Dan seolah-olah merasa begitu gemas dengan putri nya dimana dia tidak bisa menahan has.rat nya lagu, Darrel secepat kilat menyambar bibir Gea.


Tindakan laki-laki tersebut membuat Gea membulatkan bola matanya Karena terkejut, tapi di detik berikutnya dia memejamkan bola matanya, menikmati ciuman tersebut dalam keheningan.


Lembut dan oh entahlah membuat Gea melayang-layang di udara dan tanpa Gea sadari Darrel kini tiba-tiba mengubah posisinya dimana kini sang putri nya itu sudah berada di bawahnya kungkungan nya.


Gea agak terkesiap dan gelagapan ketika Darrel tiba-tiba menindihnya, kedua lengan kekar daddy nya itu benar-benar mengungkungnya membuat gerakannya terbatasi karena hal itu.


Darrel semakin merendahkan tubuhnya,


membuat mereka tak lagi ada jarak, bahkan laki-laki tersebut bisa merasakan kenyalnya kedua payudara Gea yang ditekan oleh dada bidangnya.


"Dad...aku sedikit susah bernapas."


keluh Gea karena merasa sesak saat Darrel melepas kan ciuman mereka.


Darrel tersenyum miring dan kembali


mendekatkan wajahnya ke arah Gea, Perempuan tersebut refleks kembali memejamkan matanya karena mengerti apa yang akan dilakukan oleh daddy nya lagi, mungkin hal malam kemarin dan pagi kemarin akan terulang kembali.


Kedua bibir itu akhirnya saling bertemu, bergerak menyesap, menghi.sap dan melu.mat dengan gerakan lembut namun menuntut.


Oh sungguh terkutuk ayah dan anak ini, dibalik apapun itu mereka jelas dilihat dunia sebagai ayah dan anak sejak dulu, bahkan para penghuni the royal penthouse presiden Wilson hotel itu pun tahu nya mereka adalah ayah dan anak, bagaimana bisa Darrel terlalu suka menjamah dan meniduri putri nya sendiri.


Gea mele.nguh ketika li.dahnya dihisap kuat oleh Darrel, Gelenyar aneh mulai dia rasakan hingga membuat sesuatu yang berada di antara kedua kakinya terasa basah.


yah miliknya basah karena tindakan yang dilakukan daddy nya.


Darrel masih terus sibuk mencum.bu bibir Gea, membuang pemikiran hubungan mereka, ini sudah kesekian kali nya setelah dia mengambil keperawanan nya, dia candu, benar-benar merasa candu akan tubuh putri nya.


Sebelah tangannya tak dibiarkan menganggur sedikit pun, dia menggunakan satu tangan nya untuk meraup sebelah da.da Gea yang ukurannya jelas tidak kecil tapi juga tidak besar berlebihan.


"Enggghhh.. dad.."


Suara gea semakin membuat Darrel meradang, bibirnya turun, tenggelam di lekukan leher putri nya yang kini tiba-tiba menjadi salah satu tempat favoritnya.


Darrel bahkan tidak segan menghi.sap dan menji.latnya hingga menimbulkan bercak merah yang kembali memenuhi leher jenjang perempuan kecil tersebut.


"Akh.. "


Gea kembali mende.sah ketika hisa.pan kuat itu diberikan daddy nya pada lehernya, yakinlah Kedua matanya mulai berkunang-kunang,dia kini diliputi gai.rah yang mulai datang.


"Daddy akan melakukan nya sekali lagi Hmmm"

__ADS_1


Rayuan maut Darrel dengan suara rendah terdengar sangat menggetarkan bagi Gea, dia terbuai dan tidak mempedulikan ikatan hubungan diantara mereka, perempuan tersebut hanya bisa mengangguk pasrah,


membiarkan Darrel membuang baju tidur nya satu persatu.


Daddy nya menariknya untuk duduk, membuat Gea agak terkejut namun di detik berikutnya Darrel dengan mudah menanggalkan baju tidur pendek yang dia kenakan.


Menyisakan dirinya yang kini hanya memakai penutup hitam berenda sebagai penutup bukit kembarnya dan setelan celana da.lam hitam berenda juga yang hampir transparan karena model nya.


Darrel tersenyum karena mendapati pakaian da.lam yang dia paling suka dan pernah dia berikan pada Gea dulu sebagai bentuk perhatian seorang ayah, padahal dia melakukan nya karena mulai jatuh cinta pada Gea dan menunggu waktu seperti ini tiba untuk bisa Gea gunakan agar bisa meningkatkan has.rat percintaan mereka.


Laki-laki tersebut kini mulai membuka da.laman Gea secara perlahan, menimbulkan suara klik yang menyatakan penutup dada tersebut telah berhasil dibuka dan di buang kesembarang arah.


Setelah membuang penutup yang digunakan oleh Gea, Darrel lalu mendorong pelan tubuh perempuan itu hingga kembali berbaring di atas ranjangnya.


Dia menyesap bibirnya sejenak ketika melihat kedua da.da Gea yang membu.sung indah di depan matanya, Darrel menyeringai, dan kembali menghimpit tubuh putri nya. Tatapannya kini persis seperti pre.dator buas yang membuat Gea seketika merasa takut sekaligus meremang.


Dia pikir apakah ini akan lebih li.ar dari malam sebelum nya?!.


Darrel mulai menge.cupi kedua da.da Gea, Kemudian mulai menyesap lembut ujung da.da perempuan tersebut disisi kiri dan kanan nya itu secara bergantian.


Laki-laki tersebut bahkan tidak segan menggunakan lidahnya untuk menggoda puncak da.da putri nya yang membuat sang empunya mende.sah keras.


"Akh.. Dad.. "


Gea merin.tih nik..mat, menenggelamkan jari-jarinya di sela rambut Darrel, dia mendongak sembari menggigit bibir bawahnya karena merasakan kenikmatan tiada tara.


Darrel sendiri semakin gencar memainkan kedua da.da Gea secara bergantian. Dia menyudahi gerakan tangannya yang mere.mas da.da perempuan itu.


Darrel pikir dia tidak terlalu lama menahan nya, dia menginginkan penyatuan mereka dimana dia buru-buru membuang ce.lana nya dan kini tangannya turun kebawah sana, membelai lembut pa.ha Gea hingga sampai pada pangkalnya, dia membuka kedua belah pa.ha Gea dan


"Dad...hmmm"


Gea mencoba menahan nafasnya saat dia melihat milik Darrel yang telah meng.acung te.gang siap untuk menyeruak masuk ke milik nya, daddy telah bersiap untuk masuk, dimana bisa dia rasakan milik laki-laki tersebut mulai bergesekan dengan miliknya, seketika Gea merasa milik nya berke.dut dan has rat nya meningkat, dia berdebar-debar menerima kembali milik daddy nya dimana laki-laki tersebut perlahan menekan milik nya agar masuk.


Tapi didetik berikut nya.


"Darrel... Gea...."


Teriakan nyaring mengejutkan mereka berdua.


Darrel dan Gea seketika membulatkan bola mata mereka.


Oh sh.it.


Darrel mengumpat.


"Grandpa?"

__ADS_1


Gea seketika panik.


__ADS_2