
Disisi lain
Setelah menikmati makan bersama dan melewati waktu berkeliling kota Paris hingga waktu malam berdua, kencan ala anak muda zaman now padahal yang satu nya anak tua jaman old.
Ada adegan-adegan romantis seperti pegangan tangan, cium kening, cium pipi dan lain sebagainya hingga bisa membuat pasangan mana pun cuma bisa ngiri tapi lupa bagaimana rasanya tiba-tiba banting stir ke kanan kalau ada mak-mak yang tiba-tiba pengen motong kendaraan kita tanpa (Ngedisi Mak selalu benar wkwkwkwk ðŸ¤ðŸ¤£).
pada akhirnya Gerald bergerak pasti untuk mengantar Venus kembali ke apartemen perempuan tersebut.
Ditengah jalan mereka terus saling berpegangan tangan, menikmati moment kebersamaan dan enggan saling melepaskan tangan.
Sesekali bercerita soal sesuatu dimasa lalu mereka masing-masing yang terkesan lucu.
"Katakan pada ku, kapan kamu pertama kali jatuh cinta pada ku baby?'
Gerald bertanya dengan sedikit penasaran, dia fikir jika tidak ada hati sebelumnya begaimana gadis disampingnya itu bisa dengan mudah merasa nyaman menjalani segala sesuatu bersama dirinya setelah kejadian malam itu.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Gerald tentu membuat Venus menjadi malu.
Wajah nya seketika memerah, dia melirik ke arah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
"Apa aku harus menjawabnya, Daddy?"
tanya Venus sambil terus menatap Gerald.
Melihat ekspresi Venus, laki-laki tersebut terlihat mengembangkan senyumannya.
"Kamu berhak untuk tidak menjawabnya"
ucap laki-laki itu sambil menyentuh lembut puncak kepala Venus.
"yang jelas sudah cukup lama aku tertarik pada Daddy"
Jawab Venus kemudian dia langsung menutup kedua belah pipi nya dengan kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
mendengar jawaban perempuan tersebut seketika membuat Gerald melebarkan senyumannya.
Jawaban Venus cukup membuat dia yakin soal perasaan Perempuan muda tersebut, dia tidak mesti khawatir soal hubungan mereka kedepannya nanti.
Setidaknya bukan penikahan atas dasar karena one night stand, tapi sejak awal mereka memang sama-sama saling mengagumi dan memiliki hati.
"lalu Daddy?"
kali ini perempuan itu bertanya dengan nada penasaran.
Venus melirik cepat kearah Gerald.
"Saat pertama kali Bastian membawa mu ke Mansion kami"
Jawab laki-laki itu jujur.
Yah dia tertarik pada gadis itu pertama kali saat Bastian membawa Venus ke mansion miliknya.
Saat melihat Venus seketika bola mata Gerald tidak lepas dari nya.
Saat itu benar-benar membuat Gerald jijik pada dirinya sendiri.
Dia merasa seperti seorang pedofil kala itu.
Dan kini dia merasa seperti pengkhianat untuk putra nya sendiri karena mencuri dan meniduri mantan kekasih putra nya tersebut.
tapi dia fikir Persetan dengan semua nya, toh urusan hati dan jodoh siapa yang tahu.
Bahkan dia tidak pernah berfikir hubungan mereka akan berkembang jadi seperti ini.
"Benarkah?"
Venus menatap Gerald dengan tatapan tidak percaya.
__ADS_1
"Kamu bisa menilai sendiri ucapan ku nanti baby"
Jawab Gerald lagi sambil menembang kan senyuman nya.
Setelah itu Gerald terus melajukan mobilnya kearah depan, dia terlihat menggenggam erat telapak tangan Venus Sejak tadi.
Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Gerald soal kejadian malam bagaimana Venus bisa berakhir di ranjang panas bersama dirinya.
Bukankah gadis itu diberikan sesuatu oleh seseorang? kenapa dia sampai lupa menanyakan persoalan penting tersebut pada Venus.
Dia harus menyelidiki pelakunya.
Laki-laki itu buru-buru menoleh ke arah Venus.
"Katakan pada ku, malam itu siapa yang memberikan kamu obat afrodisiak?"
Tanya Gerald cepat.
Perempuan tersebut seketika terkejut saat Gerald menanyakan hal tersebut kepada dirinya.
"Apa aku harus menceritakan hal yang sesungguhnya?"
Tanya Venus kemudian.
Dia cukup ragu untuk bercerita, apalagi malam itu melibatkan Bastian didalam nya.
"Tentu saja, itu penting karena satu saat bisa jadi hal buruk lagi-lagi terjadi pada mu"
Venus sejenak diam, dia menatap dalam Gerald untuk beberapa waktu kemudian dia berkata Pelan.
"Aku fikir itu ulah Maria, dan itu terjadi saat seseorang meminta ku menjemput Bastian di club malam xxxxxxx"
Saat Venus berkata begitu Seketika Gerald membulatkan bola matanya.
__ADS_1
"Apa?"