Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Tidak dalam suasana hati yang baik


__ADS_3

Gerald menarik pelan nafas nya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut masih fokus dengan stir mobil nya sejak tadi, mendengar kan keluhan kekasih kecil nya yang terus melampiaskan kemarahannya sejak tadi disepanjang perjalanan.


"Milik mu.. milik mu... memang nya aku ini barang milik nya? tega sekali setelah memutuskan aku kemudian dia bisa-bisa nya melarang ku untuk menikah"


"Membuat pembelaan, mengejar ku hingga ke apartemen"


"bayangkan dia bahkan bilang Daddy tidak pantas untuk ku...'


Ocehan Venus yang terus menggebu memenuhi akal waras gadis tersebut, bisa dia lihat kemarahan mendalam menyelimuti Venus saat ini sejak tadi.


Gerald bukan type laki-laki yang suka melarikan diri dari masalah atau enggan mendengar kan keluhan Pasangan nya, bahkan dia bukan laki-laki yang suka melakukan kekerasan dan bicara saling mengencangkan otot dan urat leher demi untuk berdebat atau keberatan dengan kemarahan seorang perempuan.


Dia merupakan pendengar yang baik dan Lebih suka memilih diam atas keluhan orang yang dicintai nya.


Sejak dulu seperti itulah sikap nya.


"Sudah merasa baikan?"


Laki-laki itu mulai bertanya, melirik kearah Venus sejenak sambil menyentuh lembut pipi Venus.


Dia mengelus lembut pipi perempuan tersebut untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Jangan terlalu dibawa emosi hmmm, itu akan membuat kamu kehilangan banyak tenaga"


Mendengar ucapan Gerald sejenak Venus terdiam, dia melirik kearah Gerald untuk beberapa waktu.


"Maafkan aku Daddy, aku terbawa suasana, aku benar-benar marah"


Pada akhirnya kemarahan perempuan tersebut mereda, cukup malu saat ingat bagaimana mulutnya tidak mau berhenti bicara sejak tadi disepanjang perjalanan mereka.


"Itu respon normal untuk seseorang yang seperti kita, ketika mendapat satu persoalan kita jelas langsung terbawa suasana, saling memainkan emosi bahkan bisa jadi lepas kendali"


Ucap Gerald pelan.


"Ketika kita marah, hormon stres seperti adrenaline dan cortisol memenuhi tubuh kita, membuat kita berada dalam situasi fight or flight, lawan atau kabur"


"Jangan terlalu difikirkan baby hmmm, semua pasti baik-baik saja"


"Aku khawatir jika Bastian menolak hubungan kita, Daddy"


Seketika ekspresi wajah Venus menjadi mendung.


Melihat ekspresi wajah Venus, seketika laki-laki tersebut langsung berkata.

__ADS_1


"Itu tidak akan menjadi Persoalan utama untuk pernikahan kita Baby, bagaimana pun sifat Bastian nanti, tidak akan menghalangi penikahan kita"


Laki-laki itu bicara dan menyakinkan Venus.


"Selama kamu bilang lanjutkan pernikahan kita, Bastian tidak akan pernah bisa mengganggu kita dan aku jamin dia tidak akan menjadi penghalang untuk pernikahan kita hmmm"


Venus jelas diam, dia mencoba membenahi duduk nya didalam mobil tersebut sejenak.


Hingga akhirnya Perempuan tersebut menganggukkan kepalanya secara perlahan


Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan apartemen di hadapan mereka.


Gerald buru-buru membelokkan mobilnya kemudian mencari area parkir untuk beberapa waktu.


Begitu berhasil menepikan mobilnya, Gerald langsung turun dari mobilnya bergerak kearah pintu dimana Venus duduk.


"Jangan terlalu memikirkan semua nya hmm"


Laki-laki tersebut kembali bicara untuk menyakinkan Venus.


Venus mengangguk kan kepalanya secara perlahan kemudian dia mencoba berbalik dan mengambil langkah tapi tiba-tiba dia melihat satu sosok seseorang di ujung sana hingga membuat dia mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


Perempuan itu baru saja akan meneriaki nama sosok yang dia lihat tersebut tapi tiba-tiba dalam hitungan detik satu sosok muncul begitu saja dan satu adegan berikutnya membuat Venus langsung membulatkan bola matanya.


__ADS_2