Semalam Dengan Papa Mu

Semalam Dengan Papa Mu
Dalam perjuangan


__ADS_3

Bastian Terlihat memundurkan langkahnya ketika dia terus melihat seorang dokter terus berusaha memberikan pertolongan kepada sosok perempuan yang memiliki wajah yang sama persis seperti Mommy nya, Linda.


Bisa dia lihat bagaimana semua orang berjuang untuk mengembalikan detak jantung Perempuan yang terbaring tidak berdaya di atas kasur rumah sakit mendominasi berwarna putih tersebut.


Seolah-olah tengah melihat sosok Linda, Bastian menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia berusaha untuk menggapai apapun yang ada di sekitar nya.


Rasa sakit dan sesak terasa menghantam di dadanya, seolah-olah dia merasa jantungnya ikut mulai kehilangan detakan nya, dia kesulitan bernafas Sembari terus berusaha untuk menggapai didinding rumah sakit dimana dia berdiri saat ini.


Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam erat bahu nya, Gerald langsung meraih tubuh Bastian dan memeluk laki-laki itu secepat kilat.


"Semua pasti baik-baik saja, Bas"


Bisik laki-laki tersebut kemudian.


sebenarnya dia tidak merasa semua itu baik-baik saja, dibandingkan Bastian dia juga merasa jauh lebih panik.

__ADS_1


melihat Winda seolah-olah tengah meregang nyawa, dia merasa seakan-akan tengah melihat sosok Linda yang ada di sana, berjuang di antara hidup dan mati nya dimana semua orang tengah berusaha untuk mengembalikan kesadaran nya.


Dua kemungkinan jelas menjadi pilihan para dokter saat ini.


Hidup atau mati.


Sosok dokter bagaikan sosok malaikat Dimata semua orang, ketika mereka gagal menyelamatkan pasien mereka, para keluarga pasien akan berkata jika Mereka adalah para malaikat pencabut nyawa yang tidak memiliki hati nurani.


sedangkan ketika mereka berhasil menyelamatkan sang pasien, mereka di anggap seperti malaikat penyelamat yang tidak memiliki sayap, di pandang bagaikan sosok seorang manusia yang berselimut kan cahaya dimana mereka mampu mengembalikan nyawa manusia dengan mudah ditangan mereka.


padahal realita nya sosok mereka memiliki beban perasaan, beban waktu dan juga beban mental.


Masa kerja yang panjang terkadang dapat meningkatkan kelelahan pada dokter yang memberikan dampak negatif secara personal maupun profesional pada dokter.


Dampak personal yang mungkin terjadi adalah peningkatan risiko kelelahan mental, peningkatan risiko tertusuk jarum dan meningkatkan risiko kecelakaan pada perjalanan pulang.

__ADS_1


Secara profesional, dokter yang kelelahan memiliki kemampuan fokus bekerja yang lebih rendah dan membuat lebih banyak kesalahan medis mayor.


Selain beban jam kerja dan kelelahan, faktor lain yang mempengaruhi dokter adalah beban mental misalnya bekerja dalam situasi yang emosional, melihat banyak penyakit, kegagalan, ketakuran dan kematian serta hubungan yang tidak baik dengan pasien, keluarga pasien atau staf medis lain. Keseluruhan faktor ini berperan dalam menyebabkan terjadinya depresi pada dokter.


Bayangkan rekanan besar yang mereka terima saat mereka gagal menyelamatkan satu pasien?!.


Para keluarga terkadang berfikir para dokter tidak becus bekerja dan tidak kompeten, bahkan di anggap sebagai malaikat pencabut nyawa.


Sejujurnya mereka terkadang menyalahkan diri mereka sendiri atas kegagalan mereka, tidak jarang mereka berfikir kenapa tidak begini, kenapa tidak begitu, kenapa harus begini dan lain sebagainya.


Tidak mudah menjadi mereka yang berusaha untuk tidak gagal menyelamatkan para pasien yang mereka tangani meskipun tidak dipungkiri ketika kegagalan jelas sering terjadi.


Terkadang mereka diam-diam masuk kedalam sebuah ruangan, menyesali keadaan sembari menangis karena tidak berhasil untuk menyelamatkan pasien yang mereka tangani.


Gerald mencoba untuk terus memeluk Bastian Sembari berusaha menyakinkan laki-laki itu jika semua pasti baik-baik saja.

__ADS_1


"Kau lihat Dad? dia tidak ingin bangun untuk melihatku"


Ucap Bastian kemudian sembari terus mengeluarkan tangisan lirih nya.


__ADS_2