Suami Sensasional

Suami Sensasional
Tujuh Puluh Enam


__ADS_3

Azlan menyentuh garpu, entah kenapa iris matanya mengikuti kata hati untuk kembali melirik ke arah Alexa. Tepat saat itu Alexa menoleh ke arahnya dan mereka bertukar pandang.


Azlan kembali menatap piringnya tanpa menghiraukan Alexa. Dia menyantap makanannya setelah mengucap basmallah. Ah, entah basmallah yang ke berapa, sejak tadi kalimat itu sudah dia ucapkan.


“Gue sedang mencari pendamping hidup, gimana kalau lo aja yang jadi istri gue. Lo kan udah lama kenal gue, sifat gue kayak gimana, kepribadian gue juga gimana. Kita udah sangat lama saling tahu. Nggak perlu lagi untuk pe de ka te.” Marvel menatap Alexa dengan senyum. “Gue sekarang udah kerja, gue jamin bisa nyenengin lo.”


Mendengar perkataan Marvel, ada yang berbeda dengan perasaan Azlan. Bukankah seharusnya dia baik-baik saja? Tapi kenapa perasaan Azlan tidak nyaman sekarang? Lehernya kini tercekat saat makanan melewati tenggorokannya, rasanya seperti menelan bongkahan batu.


Sepanjang makan, Azlan kepikiran Alexa. Dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Alexa, tapi rasanya galau tingkat akut saat melihat Alexa dekat dengan lelaki lain.


Mekka memang menjadi calon pendamping hidupnya, tapi kenapa hatinya terisi oleh wanita lain?


Azlan meraih ponselnya yang bergetar di saku celana dan membaca chat masuk. Dari Mekka.


Mekka


Salam


Lagi apa, Mas?


Azlan membalas.


Azlan


Lagi makan.

__ADS_1


Kamu sendiri lagi ngapain?


Mekka :


Lagi bantuin Ibu bikin kue donat.


Azlan :


Wah enak tuh


Mas mau, dong.


Besok kalau Mas pulang bikinin donat loh ya.


Mekka :


Kapan pulang?


Azlan :


Doain secepatnya.


Kalau ketemu, apa yang pertama kamu bilang ke Mas?


Mekka :

__ADS_1


Aku ingin segera dihalalkan.


Ups..


Azlan :


Yuk!


Tidak ada balasan lagi. Sepertinya balasan yang Azlan kirim untuk Mekka adalah sebuah emosi semata karena saat itu sedang merasa tak rela Alexa didekati pria lain.


Obrolan tercipta begitu hangat di meja makan. Marvel tak henti menggoda Alexa, meminta supaya Alexa mengiyakan tawarannya yang ingin memperistri Alexa.


Alexa menanggapi ucapan Marvel dengan tawa karena menganggapnya hanya sebatas gurauan semata. Marvel bahkan menjanjikan banyak hal pada Alexa, semua yang dia janjikan berupa materi, yang dia jamin akan mampu membahagiakan Alexa. namun Alexa tidak emmbutuhkan itu, karena sekarang hidup Alexa sudah bergelimang harta. Tentu saja dia tidak tertarik dnegan materi. Alexa akan jauh lebih tertarik pada prai yang memiliki kasih sayang, terutama yang romantis.


Hampir satu jam berlalu, akhirnya Marvel, Lia dan Nesa pamit pergi sesaat setelah mengucapkan kata selamat ulang tahun untuk Alexa. Marvel juga sempat meminta nomer WA milik Alexa dan gadis itu memberikannya.


“Ini adalah saatnya aku dan papa bertemu.” Alexa melihat arloji di tangan. “Aku udah booking meja di ruangan dalam, aku juga udah pesan beberapa menu makanan, ini waktu yang spesial. Karena aku dan papa jarang-jarang bisa berduaan. Papa terlalu sibuk dengan urusannya.”


Azlan tidak menanggapi, cukup menatap Alexa tanpa jawaban.


Tiga puluh menit berlalu, Pak Joan tak kunjung datang. Alexa mulai gelisah. Sebentar-benatr ia melihat arloji di tangannya. Kemudian ia menyambar ponsel saat benda itu bordering. Ia merengut saat melihat ID penelepon, ternyata Jesy. Dia mengira telepon dari papanya.


Alexa tidak mau menjawab telepon dari Jesy karena ia sedang ingin memfokuskan pikirannya kepada papanya. Hatinya resah dan tidak ingin diganggu dnegan kicauan mulut Jesy yang bisa saja menambah rasa resah di dalam benaknya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2