
Mekka menangis sesenggukan di atas mobil yang melaju kencang di atas jalan aspal. Telapak tangannya berkali-kali mengusap air mata yang meleleh, namun air matanya menganak sungai, terus membanjir tanpa ampun.
Mekka tidak menyangka jika ternyata suaminya sudah menikah dengan wanita lain selain dirinya. Tapi kenapa Azlan tidak jujur mengenai hal itu kepadanya sebelum pernikahan mereka terjadi? Bukankah Azlan dulu pernah mengatakan akan kembali ke kampung dan menikahi Mekka? Tapi kenapa Azlan malah sudah menikah dengan wanita lain? Andai saja sebelum pulang kampung Azlan mengaku sudah menikah dengan Alexa, tentu Mekka akan mengubur harapannya dalam-dalam untuk bisa menikah dengan Azlan.
Sekarang Mekka baru ingat, Azlan pernah keceplosan memanggil dirinya dengan nama Alexa, dan Azlan mengaku kalau Alexa adalah bosnya. Dan ternyata Alexa bukanlah sekedar bosnya saja, melainkan juga istri Azlan.
Sekarang, Azlan sedang bersama istri lainnya. Pria itu pergi menemui Alexa dan dia dalam keadaan terluka di pangkuan istri lainnya.
__ADS_1
Ya Tuhan, kenapa nyeri sekali mengetahui kenyataan yang terjadi? Rasanya berat membayangkan Azlan membagi hati dan perasaan dengan wanita lain. Rasanya berat membayangkan pria itu bercumbu dan tidur dengan wanita lain. Wanita mana yang sanggup berbagi suami dengan orang lain? Hati Mekka dialiri dengan kalimat istighfar memohon kekuatan, namun rasa perih yang menyayat-nyayat terus saja mengiris batinnya. Mungkin rasanya tidak akan seperih itu jika awalnya ia tidak berharap pada Azlan. Namun kenapa semuanya harus terjadi disaat ia telah menumpahkan seuruh harapan masa depannya pada Azlan seorang?
Tangisan Mekka masih berlanjut hingga supir menoleh dan berkata, “Mbak, kita udah sampai.”
Mekka mengangkat wajahnya yang masih sembab. Air matanya bahkan masih tampak meleleh di kedua pipinya. “Oh...” Ia mengedarkan pandangan ke luar dan melihat rumah sakit. Kemudian ia turun dari mobil setelah membayar ongkos.
Di sisi lain, Azlan sedang duduk di atas bed dengan posisi setengah berbaring. Punggungnya menyandar di sandaran bed. Ia dalam keadaan bertelanjang dada, kain kasa membalut bagian yang terluka hingga yang tampak hanyalah bercak darah yang masih tersisa.
__ADS_1
“Apa kamu merasa pusing?” tanya Alexa yang duduk di sisi bed.
Azlan membuka mata, menatap mata biru Alexa yang terlihat nanar menembus matanya. Azlan bukannya merasa pusing, dia memejamkan mata karena sedang memikirkan Mekka. Apa kabar wanita itu? sudah dua hari ia meninggalkan Mekka tanpa mengabarinya. Mungkin Mekka sedang mencemaskannya. Atau mungkin wanita itu sedang gelisah dan tidak bisa tidur dalam dua hari terakhir. Azlan sungguh merasa bersalah. Bukan maksudnya meninggalkan Mekka begitu saja, tapi kepergiannya yang saat itu berniat mencari kerja malah mempertemukannya dengan Alexa hingga membuatnya kembali mengingat masa-masa indah pernikahannya dengan Alexa. Dan saat ia hendak kembali pada Mekka untuk menjelaskan kenyataan yang sebenarnya telah terjadi, ia justru mendapat kabar buruk dari Alexa hingga akhirnya ia malah tertembak. Selama sehari semalam, ia berdiam di rumah sakit dan bahkan belum sempat mengabari Mekka.
Ya Tuhan, entah apa yang sedang dirasakan Mekka saat itu.
TBC
__ADS_1