Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tujuh


__ADS_3

Mobil melintasi pintu gerbang dan Azlan melirik ke arah Idris yang duduk di pos. Isi kepalanya seperti melayang ke masa lalu. Sekelebat kejadian terkilas balik di memori kepalanya. Ia seperti pernah mengalami hal yang sama, seperti pernah naik mobil dan melintasi pos security yang sama. Kejadian seperti itu seperti tidak asing dalam ingatannya. Hingga saat tatapannya menyapu rumah megah di depan mata dan kakinya melangkah memasuki rumah, memori ingatannya seperti sedang bekerja. Rumah dan situasi di sana tidak asing baginya. Ia merasa sudah sangat familier dengan kondisi rumah itu.


Dan Alexa, sentuhan lembut tangan wanita itu yang masih menggenggam jari-jarinya, seperti sudah sangat ia kenal. Bahkan perasaannya begitu hangat saat berada di dekat Alexa, hasratnya muncul saat bersentuhan dengan wanita itu. Semua yang dia rasakan itu tidaklah asing dalam hidupnya.


Alexa melipat tangan di dada. Pandangan matanya menyapu penampilan Azlan, sungguh buruk penampilan pria berbaju kurir itu.


“Kenapa kamu jadi begini, Azlan? Baju apa yang kamu pakai? Kenapa kamu jadi kurir? Bahkan mengantar paket ke perusahaanku yang artinya juga milikmu sendiri. Astaga!” Alexa menepuk keningnya sendiri. “Apa ada yang mengancamku dan memaksamu berbuat hal ini? Apakah Leo yang macam-macam padamu?”


Azlan menautkan alis heran, perusahaan miliknya sendiri?


“Bisakah aku menjelaskan masalah ini nanti? Aku benar-benar pusing dan aku butuh waktu.” Azlan mencari alasan untuk bisa mengkondisikan situasinya.


“Ya ampun Azlan, hanya untuk menjelaskan hal ini aja kamu mesti minta waktu? Oke, sekarang aku tanya, kemana kamu pergi selama ini?”

__ADS_1


“Ke rumah orang tuaku.”


“Bukankah kamu sedang dalam masa menjalankan tugas untuk proyek ya waktu itu? Lalu kenapa dengan gampangnya kamu membatalkan semua itu dan memilih pulang kampung, hm?” Nada suara Alexa penuh penekanan.


“Aku dikabari kalau Bunda sakit keras sehingga membuatku langsung menemui Bunda. Kamu tentu tahu bagaimana besarnya pengorbanan seorang ibu untuk melahirkan anaknya ke dunia, dan itu membuatku nggak bisa memikirkan hal lain kecuali menemuinya,” jelas Azlan yang mengingat perkataan Rara waktu itu, bahwa kepulangannya ke kampung adalah untuk menemui Bunda setelah dikabari kalau bunda sakit keras. Dan ternyata bunda hanya kelelahan saja yang membuatnya tak sadarkan diri waktu itu.


Alexa tidak bisa lagi menyalahkan Azlan mendengar pria itu mengatasnamakan ibunya untuk alasan supaya bisa lepas dari pekerjaannya.


“Dan kamu nggak menghubungiku atau sekedar memberitahukanku tentang itu?” kesal Alexa yang merasa telah diabaikan.


“Baiklah. Katakan semuanya!” Alexa menghempaskan duduk di sofa.


“Dalam perjalanan pulang ke kampung, aku kecelakaan. Beberapa bulan dirawat dan masa pemulihan di sana. Aku kesulitan menghubungimu karena akses untuk menghubungi udah nggak ada lagi.”

__ADS_1


Alexa terdiam mendengarkan penjelasan Azlan.


“Apa suatu saat nanti kamu akan bawa bundamu hidup dan tinggal di Jakarta?” Tanya Alexa.


Azlan berpikir sebentar, ia bingung harus menjawab apa.


“Kamu memiliki hidup layak di sini, bukankah lebih baik kamu bawa dia ke sini? Aku juga ingin mengenalnya,” lanjut Alexa.


“Ya.” Tidak ada yang ingin Azlan katakan selain kata ‘ya’. Sebab bundanya tentu juga harus tahu kehidupannya dengan Alexa.


“Masih banyak yang ingin kutanyakan padamu, Azlan. Tapi sepertinya kamu lelah sekali, pergilah ke kamar dan beristirahatlah!”


Tanpa memberi jawaban, Azlan bangkit bangun. Ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada Alexa sehingga memilih untuk beranjak naik ke lantai atas. Yang menjadi pertanyaannya sekarang, kenama ia harus melangkah? Ia bahkan tidak tahu dimana kamarnya. Namun ia mengikuti keinginan hatinya yang menggerakkan langkahnya menuju ke arah tempat yang terasa familier, dia menuju sebuah pintu. Ya, rasanya ruangan yang dia lintasi tidak asing. Ia membuka pintu tersebut dan mendapati sebuah kamar luas. Pandangannya mengedar, menatap seisi kamar elit yang rasanya tidak asing. Azlan menatap foto wajahnya yang terpajang di dinding, foto itu memperlihatkan kemesraaannya bersama Alexa dengan mengenakan pakaian pernikahan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2