
Azlan menatap interaksi antara Alexa dan wanita yang belum dia ketahui namanya itu. Wanita itu berpenampilan feminism, glamor, pakaiannya elit, tas do tangannya branded, dan dihias dengan perhiasan yang mencolok.
“Mau apa kamu ke sini?” Alexa menyilangkan tangan di dada.
“Tentu aja mau ketemu suamiku dong. Sejak tadi aku meneleponnya tapi ponselnya di luar jangkauan. Aku mencemaskannya. Nggak biasanya ponselnya dalam kondisi nggak aktif begini. Atau mungkin lowbatt?” Atika mengeluhkan kesendiriannya. “Aku juga nggak terbiasa sendirian. Kalau aku kenapa-napa gimana?” Atika duduk di sofa dengan kaki menyilang.
Oh… ternyata Atika mencari suaminya, pria yang saat ini sedang tidur dengan wanita lain. Azlan masih ingat bagaimana Pak Joan melingkarkan lengan kanannya di pinggang Kikan lalu memasuki kamar hotel.
Alexa menatap jengah pada wanita yang penuh dengan sandiwara itu. “Kau udah terbiasa sendiri. Bahkan sebelum menikah dengan papaku juga hidupmu sendirian. Lalu apa yang kau takutin?”
“Kehidupan sebelum menikah dengan setelah menikah itu berbeda. Kamu juga sudah menikah bukan? Kamu pasti merasakannya.” Pandangan Atika beralih ke wajah Azlan.
“Aku ke atas duluan!” ucap Azlan pada Alexa.
“Tunggu!” Atika bangkit berdiri. “Jadi… kamu suaminya Alexa?”
“Ya,” jawab Azlan.
“Wow… Kamu nggak salah memilih laki-laki, Alexa.”
“Whatever. Kalau urusanmu udah selesai. Lebih baik kau pergi dari sini!” titah Alexa garang. Ia muak melihat keberadaan wanita itu.
__ADS_1
“Kau mengusirku?” Atika mulai terlihat berang.
Alexa tidak perduli dengan pertanyaan Atika. Ia mengajak Azlan naik ke lantai atas meninggalkan Atika.
Begitu memasuki kamar, Alexa langsung menuju ke meja dan membuka lacinya. Ia merogoh barang-barang di dalamnya, mencari sesuatu namun ia tidak menemukannya. Ia sampai harus membungkukkan badan untuk mencari barang yang dia cari di dalam laci.
“Kamu nggak akan menemukannya, Alexa!” ucap Azlan yang berdiri menyandar di pintu yang tertutup.
Alexa sontak menoleh dengan ekspresi merah padam. “Beraninya kamu! Jadi kamu yang melenyapkan barang-barang milikku?”
“Ya,” tegas Azlan.
“Aku membutuhkannya, Azlan!” Alexa menutup laci dengan sentakan kuat hingga menimbulkan bunyi sangat keras.
“Kenapa kamu membuangnya tanpa minta persetujuanku terlebih dahulu?”
“Kalau aku minta ijin padamu, apakah kamu akan mengijinkannya?”
“Aku membutuhkannya, Azlan!” Dengan penuh rasa kesal, Alexa melempar parfum ke lantai depan Azlan hingga botolnya pecah berserakan di lantai. “Kamu jangan main hakim sendiri dengan membumihanguskan barang-barang milikku. Kamu pikir langkahmu itu udah bener?”
Azlan memahami kemarahan Alexa. Ia melangkah maju kemudian menjulurkan tangan untuk meraih tubuh Alexa, namun Alexa menampik lengan itu sebelum sempat tangan kokoh itu menyentuh tubuh Alexa.
__ADS_1
“Aku benci padamu,” seru Alexa.
“Benda itu haram, Leksa. Sama sekali nggak mendatangkan kebaikan untukmu. Kamu justru hanya akan semakin terpuruk dengan mengenal barang-barang itu. Hentikan, Alexa. kumohon hentikan!” Azlan dengan sigap memeluk tubuh mungil Alexa dan mendekapnya erat meski tubuh dalam dekapannya itu memberontak.
Tenaga Alexa yang jauh lebih kecil tidak mampu melawan tenaga Azlan hingga kungkungan lengan Azlan di tubuhnya tidak mampu ia lepaskan.
“Kamu jahat, Azlan!” Tanpa sadar Alexa menangis. “Kamu nggak pernah bisa mengerti aku.”
“Justru karena aku mengerti kamu, aku harus menjauhkanmu dari barang-barang terkutuk itu. Aku perduli padamu. Aku ingin kamu baik-baik aja. Aku takut kamu kenapa-napa. Biarkan aku menjagamu, sayang!” Azlan meletakkan kepalanya di pundak Alexa. memberikan ciuman singkat di leher wanita itu.
“Enggak. Kamu jahat! Berani-beraninya menghancurkan kemauanku. Manusia macam apa kamu ini?”
“Inilah aku. Janjiku pada Tuhan, ingin menjagamu dari api neraka. Ingin mengajakmu bersama-sama masuk ke surga-Nya. Tentu aku nggak ingin kamu terjun ke dunia hitam. Biarkan aku menjagamu.”
“Lepasin aku!” Alexa ingin terlepas dari dekapan Azlan. Semua ucapan Azlan masih belum bisa ia terima.
“Enggak. Sampai kamu berjanji untuk mendengarkanku dan berjuang menjauh dari barang haram itu.”
Alexa tidak menjawab. Ia hanyut dalam isakan tangisnya. Kedua tangannya melingkar di punggung Azlan, memeluk pria itu.
TBC
__ADS_1
Weew.. yuuk kasih poin biar authornya semangat nulis 😘😘