Suami Sensasional

Suami Sensasional
Empat Puluh Tiga


__ADS_3

Di samping gedung, Azlan dan Kikan bersitatap.


“Tentu kamu masih ingat kejadian di club waktu itu,” kata Azlan membuka pembicaraan. Ia merasa heran pada gadis yang bersikap sangat santai di hadapannya itu. setelah gadis itu menjebaknya, kini dia muncul bak manusia tanpa dosa.


“Ya. aku sangat itu. kenapa, Azlan?”


“Apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku? Apa aku ada masalah denganmu?”


Kikan tersenyum kemudian jeri lentiknya menjulur membenahi kerah kemeja Azlan yang sedikit terlipat. “Kita nggak ada masalah.”


“Lalu?” Azlan selangkah menjauhi Kikan supaya jarak mereka tidak begitu dekat.


“Lalu kenapa?”

__ADS_1


“Seharusnya kamu mengerti apa yang aku bicarakan. Kenapa kamu meracuni aku dengan minuman yang kamu berikan?”


“Ooh... kamu yakin aku memberikan sesuatu ke dlaam minumanmu?”


“Aku bukan manusia bodoh.”


Kikan tersenyum tipis. “Aku cukup mengenalmu, Azlan. Aku tahu betul siapa dirimu, pria yang dingin dan tidak mudah tertarik pada wanita.”


“Sudahlah! Aku hanya ingin mengingatkanmu satu hal, aku nggak akan tinggal diam kalau kamu macam-macam lagi sama aku. Kita nggak ada masalah, nggak seharusnya kamu ciptakan masalah diantara kita. Jangan kamu rendahkan dirimu dengan melakukan hal-hal konyol seperti itu.” Azlan melangkah meninggalkan Kikan.


Azlan mengernyit. “Nggak ada apa pun yang menarik dariku. Jangan sekali-kali berusaha melakukan hal itu padaku lagi. caramu salah, Kikan. Bukan begitu caranya untuk mendapatkan orang yang kamu sukai. Mungkin raganya akan bisa kamu dapatkan, tapi hatinya tidak. Itu akan lebih menyedihkan. Kamu nggak akan mungkin bisa meraih apa yang kamu inginkan.”


“Kenapa?” Kikan sok kaget.

__ADS_1


“Aku udah memiliki calon istri, dan aku akan menikah.” Azlan menoleh, menatap Kikan yang terlihat biasa saja saat mendengar pengakuannya. Bukankah seorang gadis akan merasa patah hati saat pria yang dia sukai ternyata memiliki calon istri? Tapi Kikan tidak.


“Azlan, semenjak pertama kali aku melihatmu, aku sangat tertarik padamu. Kamu memiliki daya tarik tersendiri yang nggak dimiliki pria lain. Tapi aku yakin kamu nggak akan mudah untuk dekat dengan wanita. Dan itulah yang Yakub katakan padaku. Maka mungkin satu-satunya jalan untuk mendapatkanmu adalah dnegan cara seperti yang kulakukan di club kemarin. Jika kamu menyentuh tubuhku, kamu tentu akan menikahiku bukan? Meski pun kamu udah punya calon istri, laki-laki sepertimu nggak akan mungkin tega mengabaikan gadis yang sudah kamu sentuh.”


“Dan itu bukan cara yang benar, Kikan.”


“Karena cara yang benar nggak akan mungkin membuatku bisa mendapatkanmu. Aku suka cara yang instan. Aku menyukaimu, Azlan. Aku mengagumimu.” Kikan melangkah mendekati Azlan.”


“Lupakan! Jangan berharap lebih dari ini. kamu hanya terobsesi padaku.” Azlan melangkah hendak pergi, namun ia terhenti melihat Alexa sudah berdiri di jarak lima meter dari tempatnya berdiri. Gadis itu menatap Azlan dan Kikan dengan tatapan tidak bersahabat.


Azlan mendekati Alexa. “Nona, apakah nona udah selesai makan?”


“Nafsu makanku hilang. Aku mau ke atas. Ikutlah denganku.” Alexa melirik Kikan dengan tajam diiringi ekspresi sebal. Dasar wanita genit. Pikir Alexa.

__ADS_1


Kikan pun menampilkan ekspresi kesal. Ia kalah selangkah lagi dari Alexa. matanya menatap iri pada langkah Azlan dan Alexa yang beriringan meninggalkannya.


***


__ADS_2