Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Dua Belas


__ADS_3

“Bunda nggak ngelepasin gue ke Jakarta kalau gue belum menikah dengan gadis yang selama ini beliau jodohkan sama gue. Selama ini, gue udah setujui perjodohan itu, gue juga mengaku akan kembali ke kampung untuk menikahi gadis itu. dan saat gue kembali ke kampung, tentu Bunda menagih janji gue. Akhirnya gue dan gadis itu menikah. Sekarang, saat gue kembali ke Jakarta membawa istri gue, gue udah ingat semuanya, bahwa gue udah menikah dengan Alexa, gue punya istri yang lain.”


“Ya ampun.”


“Inilah masalahnya sekarang. Gue nggak ingin Alexa tahu kalau gue udah menikahi wanita lain. Gue sangat tahu seperti apa Alexa, dia kelihatan baik-baik aja, tapi sebenernya di dalamnya nggak baik-baik aja. Akan buruk kalau dia tau soal ini.”


“Jadi sampai sekarang Alexa nggak tahu?”


“Enggak. Gue nggak bisa katakan ini ke dia. gue paham banget seperti apa dia, dan gue yakin akan menjadi buruk kalau gue sampaikan hal ini ke dia.”


“Lalu apa keputusan lo? Apakah kamu akan mempertahankan keduanya? Atau melepasnya salah satu?” tanya Yakub.


“Justru itu yang sekarang sedang gue pikirin.”


Yakub mengerutkan dahi, turut berpikir. “Hati lo berat kemana?”


Azlan diam sejenak, kemudian berkata, “Alexa.”

__ADS_1


“Jangan sampai menyakaiti salah satunya.”


“Itulah yang sedang gue pikirkan matang-matang, supaya salah satunya nggak tersakiti. Tapi itu akan sulit. Apa yang bisa gue lakukan?”


“Sekarang semuanya tergantung lo. Keputusan ada di tangan lo, sebab lo-lah yang menjalaninya. Hanya aja, saran gue, lo ambil keputusan yang bijak. Dalam ajaran kita, memang dibenarkan lelaki beristri lebih dari satu, tapi ada syarat yang mengikutinya, harus adil. Dan gue yakin nggak ada manusia yang bisa adil, keadilan hanya milik Allah.”


Azlan menarik nafas dalam-dalam mendengar petuah menyesakakn itu. awalnya ia ingin mendapat bantuan dari Yakub untuk menyelesaikan masalahnya, eh malah diceramahi.


Di sisi lain, Alexa tengah membuka lemari dan memilih-milih pakaian. Ia baru saja selesai mandi dan saat itu masih mengenakan kimono. Alexa mengambil sehelai pakaian dan meletakkannya ke sisi ranjang. Ia kemudian duduk di depan meja rias, memoles wajahnya dengan toner dan make up lainnya.


“Siapa di situ?” teriak Alexa.


Tidak ada jawaban.


Alexa jelas melihat seseorang melintas di sana, tapi siapa? Tidak ada yang berani memasuki kamarnya kecuali Azlan, lalu kenapa ada orang lain di balkon? Seseorang harus melintasi kamar untuk dapat menuju ke balkon.


Alexa menyambar ponsel sambil melangkah menuju ke balkon sembari mengawasi lantai balkon yang jika dilihat dari jangkauan penglihatannya, sepertinya tidak ada siapa-siapa.

__ADS_1


“Hei, apa ada orang di situ?” Alexa kembali berteriak. Tangannya menjulur meraih handle pintu kaca, kemudian membukanya. Ia melangkah keluar dan menoleh ke kiri kanan. Tangan satunya memencet nama favorit dan menekannya.


Deg!


Alexa terkejut melihat sesosok lelaki bertopeng berdiri menyandar di dinding, seperti sedang bersembunyi.


“Siapa kau?” seru Alexa.


Pria itu dengan sigap melangkah maju dan menodongkan pisau.


Alexa terkejut hingga spontan mundur dua langkah. Ponsel di tangannya pun terlempar dan teratuh di lantai.


Di sisi lain, Azlan tengah berada di dalam mobil yang melaju. Ia meraih ponselnya dari saku dan menjawab telepon yang sumbernya dari Alexa. Azlan menempelkan ponsel ke telinga. Belum sempat ia bicara, ia mendengar suara Alexa di seberang berteriak, “Apa maumu? Pergi kau! Tolooooooong.....!”


“Alexa! Alexa! Apa yang terjadi?” seru Azlan namun tidak mendapat jawaban. Azlan kemudian menatap Sunil yang tengah menyetir dan berkata, “Sunil, cepat tancap gas, kita harus segera sampai di rumah.”


TBC

__ADS_1


__ADS_2