Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Enam


__ADS_3

“Azlan!” panggil Alexa membuat gerakan tubuh Azlan terhanti.


Pria itu menoleh ke sumber suara. Ia tertegun dan hanya terdiam saat Alexa menubruk tubuhnya dan memeluknya erat.


Saat itu, Azlan seperti sedang berada di alam mimpi, ia bahkan tidak ingin menolak pelukan itu. Ada sensasi dan getaran aneh yang membuatnya ingin merasakan pelukan yang lebih, lebih dan lebih. Bukankah dalam ajaran dan didikan bundanya selama ini ia tidak diperkenankan bersentuhan dengan yang bukan muhrim? Tapi tidak saat itu, Azlan merasa kalau wanita yang memeluknya itu halal baginya. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia membiarkan saja wanita asing itu menguasai raganya?


Seperti ada sentuhan hangat di hatinya saat tangan mungil Alexa melingkar dan mengusap punggungnya. Beberapa menit berlalu tubuhnya berada dalam pelukan, namun rasanya seperti baru satu detik. Azlan kemudian tersentak saat menyadari bibir lembut Alexa terlepas dari bibirnya. Entah sejak kapan Alexa mnenautkan bibirnya ke bibir Azlan, pria itu baru menyadari saat Alexa melepaskannya.

__ADS_1


Alexa memundurkan wajahnya, memberi jarak diantara wajah mereka agar bisa saling tatap. Dengan mata berkaca, Alexa tersenyum menatap wajah tampan yang selama ini ia rindukan. Kecemasan dan keresahannya akan kondisi Azlan telah lebur dengan menatap tubuh pria itu yang ternyata baik-baik saja. Hatinya benar-benar basah saat matanya bertemu dengan mata Azlan. Tatapan Azlan terasa hangat menembus ke jantung.


“Azlan, kamu baik-baik aja. Aku merindukanmu. Kemana kamu selama ini? Kenapa kamu nggak menghubungiku?” Air mata Alexa menetes. Aneh, Alexa bukanlah wanita cengeng, dia bahkan berhati keras dan mudah marah, tapi kenapa pertemuan itu membuatnya merasa lemah dan cengeng? “Apa kamu lupa kalau istrimu ini bakalan merindukanmu? Kenapa kamu pergi dan menghilang tanpa kabar? Kemana kamu selama ini?” berondong Alexa.


Azlan masih belum bisa mengerti dengan situasi yang dia hadapi. Bahkan pengakuan Alexa yang mengatakan kalau wanita itu adalah istrinya, cukup membuatnya terkejut. Namun pada kenyataan, Azlan merasa sangat familier dengan sentuhan Alexa, ciuman wanita itu, juga tatapannya. Ya, Alexa bukanlah sosok asing dalam hidupnya. Ia seperti telah terbiasa intim dengan wanita itu. Dan inikah jawaban dari pertanyaannya sejak tadi, bahwa Alexa benar adalah istrinya.


“Azlan, kenapa kamu diam aja?” desak Alexa sembari menepuk pelan lengan keras Azlan.

__ADS_1


“Alexa…” lirih Azlan masih dengan sorot mata menatap mata biru Alexa, berusaha mengingat wanita yang tidak asing itu. Ia jelas merasa sangat dekat dengan wanita itu, dan ia ingin mengingat semuanya.


“Ya? Kamu mau bilang kalau kamu itu manusia paling nyebelin, kan? Kamu ninggalin tanggung jawabmu mengurus proyek dan malah pergi entah kemana. Dan sekarang, lihatlah, kamu malah pakai pakaian kurir begini. Astaga, jangan malu-maluin aku.” Alexa kemudian menelepon Sunil, memerintah supirnya itu untuk menghampirinya di luar pagar gedung kantor.


Sesuai perintah, Sunil menyetir mobil menghampiri bosnya.


“Ayo, pulang! Kamu jelasin ke aku nanti di rumah.” Alexa menarik pergelangan tangan Azlan dan membawa pria itu memasuki mobil.

__ADS_1


Azlan sengaja hanya diam. Ia tidak mau banyak tanya yang nantinya justru akan menimbulkan masalah baru. Ia akan mengoreksi masa lalunya dengan cara mendengarkan apa saja yang dikatakan Alexa. azlan tidak meragukan kalau Alexa adalah istrinya, sebab Alexa mengenal namanya, Alexa terasa sangat intim dengannya.


TBC


__ADS_2