
Brak!
Pintu terbuka sesaat setelah seseorang mendobraknya dari luar.
Sejurus pandangan teruju ke arah Sunil yang menerobos masuk. Seperti tanpa berpikir panjang, spontan Sunil menerjang sosok tinggi besar yang menjadi pengancam Alexa. dia mendengar teriakan Alexa meminta tolong sehingga bergegas memasuki kamar tersebut.
Tubuh pria tinggi besar jatuh tersungkur setelah mendapat terjangan kaki Sunil. Dua temannya menatap tajam ke arah Sunil, kemudian keduanya melayangkan tinju dan tendangan ke arah Sunil.
“Toloooong!” Alexa kembali menjerit. Ia kemudian menoleh ke arah Arga yang bersiap hendak mengambil pisau dari dalam laci meja. Alexa mengayunkan kursi yang baru saja dia tarik kemudian mendaratkannya ke pundak Arga.
“Argggkh…” Arga menyeringai sambil memegangi punggung bekas hantaman. Namun hantaman hanya menghasilkan rasa ngilu. Ia menoleh ke arah Alexa dengan tatapan tajam, penuh amarah. Kemudian dia hunuskan pisau di tangannya ke arah Alexa.
__ADS_1
Gerakan Alexa yang berkelit cepat membuat hunusan pisau hanya mengenai angin. Alexa terkejut saat melihat tubuh Sunil terbanting jatuh tepat di depan kakinya. Setelah melakukan aksi perlawanan terhadap tiga pria asing, Sunil akhirnya tersungkur tak berdaya dalam posisi menelentang. Darah segar mengalir dari perutnya yang terkena tusukan pisau. Detik berikutnya, Sunil mengerang seperti meregang nyawa, matanya terpejam setelah meringis menahan sakit di dadanya, dan sekujur tubuhnya menjadi lemas.
Pandangan Alexa beralih ke arah empat pria berwajah marah di hadapannya. Arga melangkah maju mendekati Alexa. Tepat pada saat itu Idris muncul bersama beberapa asisten rumah tangga lainnya.
Melihat kedatangan serombongan orang ke akamar itu, Arga bergegas melarikan diri, melompat melalui jendela.
Tiga pria asing bertukar pandang saat melihat Arga yang melarikan diri. Ketiganya akhirnya memilih untuk mengikuti jejak Arga, berlari menuju jendela dan melompati jendela tersebut.
Azlan yang baru saja pulang, memarkirkan mobil di halaman rumah, terkejut saat melihat Arga yang menghambur lari menuju ke arahnya. Arga menyingkirkan tubuh Azlan dengan dorongan kuat hingga Azlan yang tidak menyadari pun terhuyung mundur beberapa langkah.
Arga nyelonong masuk ke mobil milik Azlan yang baru saja terparkir.
__ADS_1
Azlan heran dan bingung melihat kelakuan Arga. Hingga disaat pikirannya belum fokus akibat rasa bingung yang melanda, tiga pria asing menyusul, berlari menuju ke arah Azlan.
“Rampooook!” seru Alexa dari arah dalam rumah.
Mendengar teriakan itu, Azlan baru sadar apa yang terjadi. Dia spontan menahan pintu mobil yang baru saja bergerak hendak ditutup oleh Arga. Pintu berhasil ditahan meski jempol tangan Azlan sempat terjepit. Wajah Arga yang gugup dan tindakannya yang menyerobot masuk ke mobil untuk emlarikan diri, membuat Azlan yakin bahwa Arga terlibat dalam aksi rampok yang diteriakkan oleh alexa.
Azlan membuka pintu mobil dengan sekali sentakan, tangannya menjulur menarik leher baju Arga yang saat itu sudah menyalakan mesin mobil. Tubuh Arga terseret keluar seiring dengan tarikan tangan Azlan, kaki Arga dalam posisi berlutut akibat terseret oleh Azlan.
Azlan menarik leher baju Arga hingga tubuh itu bangkit berdiri. Tepat pada saat itu ia melihat pria asing mengarahkan senjata api ke arahnya, namun lesatan peluru tidak tepat sasaran dan justru mengenai punggung Arga. Darah segar mencuat dari punggung yang terkena tembakan.
Tubuh Arga terkulai dan jatuh limbung ke tubuh Azlan. Ia meringis menahan rasa sakit di punggung.
__ADS_1
TBC