Suami Sensasional

Suami Sensasional
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

“Perusahaan macam apa ini? Baterai cadangan pun sampai soak. Astaga. Ayam goreng! Ayam panggang! Ayam geprek ayam penyet!”


Azlan baru kali itu mendengar umpatan yang bunyinya menu makanan semua. Membuat perut Azlan jadi lapar. Azlan ingin menambahkan ayam kentaki, rasanya gurih dan krispi, itu lebih enak dari pada menu ayam yang disebutkan Alexa.


“Bakpao gepeng! Mie keriting! Sambal cabe!”


Azlan geleng-geleng kepala, Alexa masih terus melanjutkan umpatan bernuansa makanan. Tapi, sambal cabe? Bukankah sambal memang berasal dari cabe?


“Ikan penyet! Perkedel kentang!”


Nah, itu makanan kesukaan Azlan. Dan tunggu, ikan penyet? Setahu Azlan, yang ada hanya ayam penyet. Ah, kenapa pikiran Azlan malah sibuk berkutat dengan sederet menu makanan yang disebutkan Alexa? Azlan membiarkan nonanya itu melakukan apa saja sepuasnya, dari pada di protes, gadis itu biasanya malah nyolot. Jadi lebih baik didiamkan saja sampai ia puas pada tingkahnya sendiri.


Alexa kembali menyandarkan punggungnya ke dinding lift setelah puas mengomel-ngomel.

__ADS_1


Setelah melihat Alexa kelelahan, giliran Azlan yang maju dan menggedor-gedor pintu lift sambil berteriak meminta tolong. Tidak ada jawaban dari luar. Keringat mulai mencuat dari setiap pori-pori. Ruangan lift begitu panas hingga dalam hitungan detik saja keringat mampu membuat kemeja Azlan basah.


“Panas banget, ya ampun. Keringetan. Yiiieeeek..” Akibat terus-terusan berteriak, energi Alexa terkuras dan keringat pun berjatuhan. Dia dehidrasi. “Panaas.... Azlan, cepat lakukan sesuatu. Kamu nggak mau mati konyol di sini, kan?” Suara Alexa terdengar semakin lemah.


“Sabar. Sabar. Kita cari bantuan.” Azlan cemas jika sampai Alexa pingsan karena dehidrasi da kehabisan oksigen. Ia kembali menggedor-gedor pintu lift.


Ya ampun, tidak ada balasan dari luar. Jam segini semua karyawan pasti sedang disibukkan dengan pekerjaan di ruangan masing-masing. Azlan mendekati tombol speaker panggilan darurat. Tapi sial, tidak berfungsi.


Azlan spontan beristighfar mendengar tangis Alexa yang semakin sesenggukan.


“Aku nggak mau gelap. Huhuuu...”


Baru aa di lift yang mati lampu sudah segelap itu, bagaimana jika di kuburan? Ah, kenapa pikiran Alexa malah memikirkan kubura? Bikin merinding saja.

__ADS_1


Azlan merasa iba mendengar tangisan Alexa. mungkin ada hal buruk atau satu kejadian yang membuat Alexa begitu trauma dengan gelap. Kasian sekali dia.


Azlan memilih menghadap ke dinding, takut tangannya reflek maju dan memberi sentuhan demi menenangkan. Oh... ya ampun, jangan sampai lupa jika kelemahan Azlan adalah wanita.


Ya Tuhan, mereka hanya berdua di ruang sempit gelap dan tiba-tiba Azlan diperlihatkan gadis menangis pilu? Dia paling mudah tersentuh dengan tangisan wanita. Mimpi apa dia semalam?


“Nona, jangan menangis. Kita akan baik-baik saja!” ucap Azlan sembari mengusap keringat di pelipisnya dengan lengan baju.


“Enggak. Aku nggak mau gelap.”


“Iya, aku akan cari bantuan.” Azlan berusaha menenangkan. Detik berikutnya tubuh Azlan terdorong mundur saat gadis itu menubruk tubuhnya dan memeluknya sangat erat masih dengan mata terpejam. Tangisannya kian menjadi, menunjukkan betapa dia phobia dengan gelap.


TBC

__ADS_1


__ADS_2