Suami Sensasional

Suami Sensasional
Lima Puluh Satu


__ADS_3

“Jangan kurang ajar kamu. Kalau kamu sempat menyentuhku, hidupmu akan sengsara seumur hidup,. Ingat itu!” Alexa resah. Ia hanya bisa menjejak-jejakkan kakinya saat Leo tengah membuka ikat pinggangnya. Pria itu berlutut menghadap Alexa.


Jantung Alexa rasanya mau copot. Habislah dia! Tamatlah riwayatnya. Jika sampai Leo melakukan perbuatan terkutuk itu, Alexa yakin mas depannya akan benar-benar hancur. Sungguh pun pergaulannya bebas, tapi ia tidak pernah sampai melakukan hubungan ****.


Dada Alexa naik turun seiring dengan nafasnya yang tak beraturan. Ia kemudian mengangkat lututnya dan menendang ************ Leo. Ini hadiah yang kedua kalinya untuk Leo setelah tadi Alexa melakukan hal yang sama.


Disaat Leo terjungkang jatuh ke lantai, Alexa berusaha bangun. Namun akibat kedua tangannya yang terikat ke belakang, ia kesulitan bangkit dari tidur. Beberapa kali ia berusaha bangkit, akhirnya tubuhnya berhasil terduduk setelah mengerahkan tenaga sekuat mungkin. Ia langsung melompat turun. Disaat yang sama, Leo bangun sambil mengerang kesakitan. Pria itu mengejar Alexa yang berhasil melarikan diri keluar kamar.


Alexa tidak tahu harus berlari ke arah mana. Kedua tangannya yang terikat ke belakang malah membuatnya merasa membawa beban hingga ia kesulitan berlari lebih kencang untuk menghindari Leo yang mengejarnya.

__ADS_1


“Woi, alexa kabur, kejar dia!” pekik Leo memerintah anak buahnya.


Alexa berbelok saat di depannya berpapasan dengan dua pria. Ia bingung harus berbelok kemana lagi. Ruangan tempatnya berbelok itu gelap, sepertinya lampunya putus. Alexa berlari sampai ke belakang rumah dan menemukan kolam renang di sana.


Tiba-tiba kakinya tersandung dan ia kecebur ke kolam. Dalam keadaan kedua tangan yang terikat ke belakang, Alexa kesulitan menggerakkan tubuhnya yang seperti melayang di air dan mendarat di lantai dasarnya.


Alexa melihat dua anak buah Leo memasuki area kolam renang dan berjalan-jalan mencari keberadaannnya. Pencahayaan yang remang-remang karena hanya mengandalkan lampu tetangga, membuat pandangan mereka terbatas.


Blak!

__ADS_1


Suara pintu terbuka membuat pandangan Leo menoleh ke sumber suara. Ia terkejut melihat Azlan muncul bersama Fauzan yang mukanya sudah babak belur. Azlan mendorong tubuh Fauzan yang sudah sangat lemah dengan wajah lebam.


Leo sudah langsung tahu apa yang terjadi, kedatangan Azlan ke sana tentu saja atas petunjuk Fauzan. Dengan ekspresi kesal, Leo berlari mendekati Azlan dan menyambar kursi lalu melempar kursi tersebut ke arah Azlan.


Dengan sigap, lengan Azlan menampik kursi tersebut hingga kursi terlempar ke samping.


“Kau mengantar nyawamu?” Leo menatap tajam pada Azlan.


Azlan tampak tenang. Ia kemudian menangkis setiap tendangan dan pukulan yang ditujukan Leo ke arahnya. Perkelahian tak dapat dielakkan lagi. berkali-kali Leo menyerang namun serangannya hanya mengenai udara karena Azlan begitu gesit berkelit dan menghindari serangan yang ditujukan ke arahnya. Kemudian ketika Leo merasa kelelahan akibat tenaganya terkuras setelah bertubi-tubi menyerang dan tidak membuahkan hasil, Azlan dengan mudahnya melumpuhkan Leo. Sekali tendang, tubuh Leo terpelanting jatuh ke lantai.

__ADS_1


Azlan tidak perlu mengerahkan banyak tenaga untuk melumpuhkan lawan. Ia hanya membekuk lengan Leo ke belakang dan menekannya kuat-kuat hingga Leo mengerang kesakitan menahan rasa ngilu.


TBC


__ADS_2