Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Empat Puluh Satu


__ADS_3

Alexa melenggang memasuki lift kantor. Sekilas ia melihat arul menyelinap turut masuk dan berdiri di belakang Alexa.


“Jam segini kenapa baru masuk?” Alexa melirik arloji di tangan tanpa menoleh ke belakang.


“Maaf, Nona. Motor saya mogok,” jawab Arul sekenanya. Padahal tadi ia mampir ke warung kopi untuk sarapan.


“Kamu udah sampaikan kepada Yakub perihal meeting yang harus dia handle kan?”


“Mmm….”


“Mm apa? Awas aja kalau kamu sampai lupa, kusiram kamu pakai kembang kantil biar dikejar kuntilanak.”


Hah? Kuntilanak? Nona Alexa serem amat sumpahnya.


“Maksud saya, saya sudah sampaikan kepada Yakub sesuai yang Nona harapkan,” jawab Arul.

__ADS_1


“Good. Aku hampir aja menyuruhmu push up Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan kali kalau kamu sampai kelupaan.”


Push up sebanyak Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan kali? Arul tercengang. Meski ia tidak akan mungkin menerima hukuman itu, namun ia tetap saja terkejut membayangkan tubuhnya naik turun melakukan kegiatan pus up. Kenapa nonanya itu menyukai angka Sembilan? Jangan-jangan ada kenangan tersendiri mengenai angka Sembilan.


“Setelah ini kamu pergi ke ruangan meeting, lalu lihat apa saja yang kurang di sana. Memang semuanya udah dipersiapkan, tapi aku nggak mau sampai ada yang nggak lengkap. Termasuk walaupun hanya sekedar tisu, atau apalah itu. Perusahaan kita meeting dengan orang penting. Pokoknya kamu beresin semuanya, awas aja kalau sampai aku lihat ada upil yang tercecer atau benda kecil yang nggak guna lainnya di meja meeting.”


“Tenang aja, Nona. Akan saya cek.”


Pintu lift terbuka. Alexa keluar meninggalkan Arul yang masih berada di dalam lift untuk melanjutkan tujuannya ke lantai atas. Alexa menuju ruangannya. Pandangannya fokus ke ponsel di tangannya sambil berjalan menuju kursinya. Namun sebelum sempat ia sampai ke kursi, hidungnya mencium aroma berbeda, wangi. Ia mengangkat wajah dan terkejut saat mendapati sebuket bunga tergeletak di meja kerjanya.


Ulah siapa ini? Pasti Azlan.


“Selamat pagi, sayang!”


Suara dari arah samping membuat kepala Alexa menoleh dan mendapati wajah tampan Azlan tersenyum. Nah, benar dugaan Alexa. siapa lagi pelakunya jika bukan Azlan?

__ADS_1


Alexa menatap mata Azlan dengan pandangan sinis. Enak aja panggil-panggil sayang, sejak semalam dia menghilang dan nggak tahu entah kemana. Sekarang muncul ngasih bunga dan manggil sayang. Ini ceritanya ngerayu ya?


Alexa memalingkan wajah kemudian melangkah menjauhi Azlan menuju sofa dan duduk di sana.


Azlan tersenyum samar melihat keketusan Alexa. Ia menyambar buket bunga dan berjalan mendekati Alexa. dia letakkan telapak tangannya ke meja, sementara lengan satunya menyandar di sandaran sofa dan tubuhnya sedikit membungkuk untuk mensejajarkan pandangan. “Kamu marah?” bisiknya.


“Kelihatannya?”


“Marah,” jawab Azlan menyadari Alexa yang sedang kesal tingkat dewa. Wajah cantik itu bahkan kelihatan merah padam.


“Jadi jangan bertanya lagi.” Alexa meletakkan tas ke meja dengan hentakan kuat hingga menimbulkan suara keras. Untung saja tidak ada nenenk-nenek yang bisa saja langsung jantungan jika mendengarnya.ia menyilangkan kaki, melipat tangan di dada. Pandangannya bertumpu ke lantai, malas menatap Azlan. Jantungnya deg-degan jika dalam posisi marah begitu.


TBC


VOTE YAK

__ADS_1


__ADS_2