
Sial! Alexa menggeram gemas. Azlan telah berhasil membuatnya menjadi bertanya-tanya dan menginginkan tempat yang Azlan maksud meski ia tidak tahu apa itu.
“Baiklah, aku ikuti permainanmu. Aku akan baca buku itu. Tapi nanti setelah aku menyelesaikan pekerjaanku.”
“Pekerjaan apa?”
“Aku sedang mengumpulkan semua asisten rumah tangga untuk menanyai mereka satu hal.”
“Baiklah.”
“Sekarang aku mau mandi dulu.”
“Hm.” Azlan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Alexa melenggang masuk ke kamar mandi.
Usai mandi, Alexa keluar kamar bersama Azlan yang sejak tadi menunggunya di kamar sambil menonton televisi.
Sesampainya di lantai bawah, Alexa melihat seluruh asisten rumah tangganya berkumpul di ruang utama.
Alexa melangkah ke tengah, menatap seluruh asisten rumah tangga yang berbaris di hadapannya.
“Aku ingin bertanya, jawab dengan benar. Apakah diantara kalian ada yang melihat hal-hal mencurigakan ketika perampokan kemarin terjadi?” tanya Alexa dengan tatapan mengedar ke wajah-wajah di hadapannya. Alexa dan beberapa orang polisi telah olah TKP dan mengecek rekaman cctv yang terpasang di rumah itu namun mereka tidak menemukan bukti apa pun mengenai perampokan yang saat ini masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. Alexa curiga ada pengkhianat di rumah itu, mengingat hanya orang dalam rumah yang mengetahui situasi dan kondisi rumah. sebab rumah djaga oleh security, bagaimana bisa sampai kebobolan maling jika tidak dibantu oleh orang dalam?
“Mm... Sebelum saya pergi mengantar Tuan Azlan ke kantor, saya sempat melihat Arga membawa topeng, tapi saya nggak tahu itu topeng apa,” jawab Sunil.
Arga mengangkat wajah terkejut. “Lo mencurigai gue? Lo pikir gue adalah pelaku perampokan itu? Semua orang di sini juga tahu kalau gue ada di rumah ini sata pemrampokan itu terjadi. Bahkan gue adalah orang yang pertama datang ke akamr Nona Alexa saat Nona Alexa berteriak minta tolong. Gimana bisa gue menjadi dua orang di tenpat yang berbeda? Jangan asal nuduh lo.” Arga marah.
__ADS_1
“Maaf Nona dan Tuan, bukan maksud saya menuduh, saya kan hanya menyampaikan apa yang saya lihat,” sambung Sunil.
“Dimana kau letakkan topeng yang kau pegang itu, Arga?” tanya Azlan.
“Di kamar,” jawab Arga.
“Kenapa kamu bawa-bawa topeng segala?”
“Itu topeng memang udah lama bersamaku, apakah ada masalah dengan hal itu? itu topeng dulu aku gunakan ketika aku menakik karet di kampung supaya aku nggak kepanasan, dan aku membawanya karena aku nggak ingin melupakan kegiatanku di kampung sebagai penakik karet. Apa itu salah?”
Jawaban Arga cukup membuat Azlan merasa salut karena membawa-bawa nama kampung segala, bahkan kisah Arga membuat Azlan menilai kalau Arga adalah seorang pekerja keras. Tapi Azlan tidak tahu apakah pernyataan itu benar atau tidak.
“Biar aku cek ke kamar Arga. Aku hanya ingin melihat topeng itu. apakah topeng itu adalah topeng yang sama dengan si perampok atau enggak.” Azlan menuju ke kamar Arga. Tak lama kemudian ia kembali membawa topeng yang dia temukan di lemari Arga. “Ini bukan topeng yang dipakai perampok itu.”
__ADS_1
Alexa menatap topeng yang dipegang oleh Azlan. Ada dua topeng dan keduanya bukanlah topeng yang dipakai oleh si perampok.
TBC