Suami Sensasional

Suami Sensasional
Lima Puluh Dua


__ADS_3

“Dimana Alexa?” tanya Azlan.


“Lepaskan!”


“Aku nggak akan melepaskanmu sebelum kau beri tahu dimana dia.”


“Dia lari dariku, dia masuk ke pintu sana, ke arah belakang rumah,” terang Leo sembari merintih kesakitan.


Azlan meninggalkan Leo dan berlari menuju ke arah yang ditunjuk oleh pria itu.


“Nona Alexa!” panggil Azlan setengah berteriak.


Sunyi.


Azlan tidak mendengar apa pun. Tak lama dua orang pria muncul dari arah berlawanan.


“Dimana Alexa?” tanya Azlan sedikit menggertak.


Kedua pria itu saling pandang, nyali mereka tertekan akibat gertakan Azlan yang terdengar seperti komandan perang.

__ADS_1


“Bos kalian di depan sedang sekarat, apa kalian mau seperti dia?” tukas Azlan embari berjalan mendekati dua pria itu.


“Tunggu, jangan lakukan apapun. Kami di sini juga sedang mencari Alexa. Dia tadi melarikan diri,” terang salah seorang dari dua pria itu.


Azlan yang berdiri di dekat sisi kolam renang pun terkejut saat pandangannya tanpa sengaja mendapati Alexa tergeletak di dasar kolam renang. Azlan langsung terjun ke kolam. Ia berenang dan meraih tubuh Alexa yang lemas.


Azlan membawa tubuh Alexa naik ke atas. Kemudian Azlan menekan-nekan dada Alexa, berusaha mengeluarkan air yang masuk.


“Nona, plis!” Azlan bicara sendiri. “Common! Keluarkan airnya.”


Beberapa kali Azlan menekan dada gadis itu, tidak ada hasil. Kepanikan mulai melandanya. Jika sampai terjadi hal buruk pada Alexa, ia akan emnanggung resiko besar. Hukuman dari Pak Joan akan menantinya.


Azlan lega. Namun kelegaannya belum tuntas karena saat Alexa membuka mata, gadis itu tidak bicara. Kulitnya memucat, dia menggigil.


Azlan mengangkat tubuh Alexa dan menggendongnya. Ia berlari keluar sambil membopong tubuh gadis itu.


“Astaghfirullah!” Azlan menghela napas menyesalkan kejadian itu, kenapa Alexa bisa smapai dalam kondisi begini di luar pengetahuannya. Ia telah lengah. Kedua telapak tangan Azlan bersentuhan dengan kulit halus Alexa yang berada dalam gendongannya. Azlan menggelengkan kepalanya sempat menilai sedikit tentang kulit Alexa. Seharusnya ia tidak perlu menilai-nilai kulit gadis itu. Azlan merasa semakin kotor dan hina dengan sedikit pemikirannya tentang Alexa.


Azlan membaringkan Alexa ke jok belakang mobil yang dia parkirkan di depan rumah Leo.

__ADS_1


Lagi-lagi ia harus cepat beristighfar, karena selama proses membaringkan tubuh gadis itu, ia menatap pemandangan yang tentunya membuat lelaki merasakan sesuatu yang menggelenyar aneh, leher baju Alexa jatuh ke lengan.


Tapi tidak, Azlan tidak mau lengah barang sedikitpun.


Tetap di jalurmu, Azlan! Batin Azlan terus mengawasi kerja otaknya supaya tetap lurus dan mengabaikan bisikan-bisikan jahat dalam hatinya. Untung saja Azlan masih memiliki iman yang menjadi benteng pembatas dari perbuatan setan.


Azlan memperhatikan sekujur tubuh Alexa, bukan untuk berbuat mesum, melainkan untuk mengecek apakah ada yang terluka? Sepertinya tubuh Alexa baik-baik saja, tidak ada lecet sedikitpun. Hanya saja, kulit tubuh gadis itu semakin memucat.


Azlan cepat-cepat masuk ke bagian kemudi.


“Sabar, nona. Aku akan membawamu ke rumah sakit,” ucap Azlan sambil mengemudikan mobil.


“Ja jangan... Jangan bawa aku ke rumah sakit.”


“Tapi kenapa, nona? Nona butuh pertolongan medis.”


“Jangan lakukan.” Suara Alexa bergetar akibat gemetaran. “Aku hanya kedinginan.”


TBC

__ADS_1


__ADS_2