
“Mekka? Kakak ipar?” Alexa menoleh ke arah Azlan dengan pandangan tak menentu. Alexa tahu betul bahwa Azlan adalah satu-satunya kakak laki-laki di rumah itu. Lalu, apakah ada pria selain Azlan yang menikahi wanita dan menjadi kakak ipar Sasha di rumah itu? Mustahil. Hanya Azlan satu-satunya pria yang bisa menikahi wanita dan dianggap sebagai kakak ipar oleh Sasha.
“Alexa, jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku akan jelaskan maksud ucapan Sasha. Dia masih kecil dan belum bisa berbicara dengan jelas.” Azlan kemudian menoleh ke arah Lala. Ia membungkuk untuk menyeimbangkan pandangan pada adiknya itu. tangannya menyentuh pundak Lala sambil berkata, “Ajak Sasha ke kamar.”
Lala mengangguk kemudian menarik tangan Sasha. “Ayo ke kamar.”
“Enggak. Aku masih mau main sama Kak Azlan. Aku kan kangen sama Kak Azlan.” Sasha menghentakkan tangannya menilak ajakan Lala.
__ADS_1
“Sasha, pergilah ke kamar. Kakak juga udah mau pulang, kakak nggak akan lama di sini,” titah Azlan.
Sasha tak dapat berkutik. Mendapat penolakan kakak sulungnya, ia pun memilih untuk menuruti perintah kakaknya itu. ia berlari menuju ke kamar disusul oleh Lala.
“Jelasin ke aku, apa maksud ucapan anak polos seperti Sasha? Dia nggak mungkin berbohong, kan?” Suara Alexa bergetar, lehernya seperti tercekat. Bahkan untuk meluapkan banyak kata-kata yang bertabur di benaknya pun ia sudah tidak sanggup lagi. seperti ada yang menelan pita suaranya.
“Alexa, tenangkan dirimu. Biarkan aku menjelaskan semuanya!” Azlan menyentuh lengan Alexa lembut.
__ADS_1
“Ya ya, katakanlah! Katakan! Aku akan mendengarnya. Ayo, bicaralah!” Suara Alexa meninggi.
Mendengar suara Alexa yang seperti menantang, Azlan justru enggan memulai untuk biara. Ia takut Alexa akan menerima penjelasannya dengan histeris, emosi dan mungkin saja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mekka adalah wanita yang tinggal di kampung bersebelahan dengan kampungku. Orang tuanya sangat mengenal dekat orang tuaku. Mereka teman dekat. Mereka berinisiatif untuk menjodohkanku dengan Mekka. Sejak awal aku menyetujui perjodohan itu. tapi ada banyak kejadian yang memaksa kita untuk terus berdekatan hingga akhirnya kita menikah di waktu yang sangat singkat. Pada saat itu, kamu tahu sendiri kalau bunda nggak bisa dihubungi hingga aku nggak bisa mengabari pernikahan kita kepada bunda. Pada saat kamu berada di panti rehab selama beberapa bulan, dan aku berniat akan ke luar kota untuk sebuah tugas perusahaan, aku mendapat kabar mengenai bunda kalau beliau sakit. Aku membatalkan perjalananku dan memilih untuk pulang ke kampung. Tapi pada saat itu aku kecelakaan dan dirawat cukup lama di rumah sakit. Aku sempat lupa dengan semuanya yang terjadi akibat benturan di kepala.” Azlan menghela nafas untuk menenangkan diri sendiri. “Baru beberapa minggu saja aku menjanjikan akan pulang dan segera menghalalkan Mekka untuk menepati kesepakatan yang sudah dijalin, dan aku belum sempat membatalkan perjodohan itu, maka nggak ada alasan untukku menolak saat kedua orang tua kami menikahkan kami. Kemudian aku kembali ke Jakarta untuk mencari tahu siapa pemilik mobil yang kukendarai menuju ke kampung untuk mempertangjawabkan semuanya. Hingga akhirnya aku bertemu kembali denganmu. Dan aku mulai mengingat semuanya, bahwa aku pernah menikahi wanita selain Mekka.”
TBC
__ADS_1