
“Sekarang bukalah matamu!” bisik Azlan.
“Enggak! Aku nggak mau gelap. Hidupin lampunya sekarang!” Alexa masih terpejam.
“Efek dari lampu yang benderang setelah dimatikan emmang akan terasa sangat gelap, tapi sekarang nggak segelap tadi. Ayolah, buka matamu!”
Alexa perlahan membuka matanya. Jarak pandang terbatas. Baginya, kamar tetap gelap, meski tidak segelap tadi. Ia hanya dapat melihat bayang-bayang di depannya saja.
“Kenapa kamu matiin lampunya? Kamu kan tahu aku paling takut sama gelap,” ujar Alexa kesal. “Aku benci kamu. Teganya kamu bikin aku jadi ketakutan begini. Apa maksudmu?”
“Lama-lama kamu akan terbiasa, sayang. Percayalah, nggak ada yang menakutkan dari gelap. Semua baik-baik aja. Nggak ada bedanya antara gelap dan terang, kamar ini tetap seperti ini, dan aku juga ada di sisimu. Lalu apa yang kamu takutkan?”
“Kenapa kamu nggak nyalain lampu nakas?”
__ADS_1
“Aku ingin dalam keadaan gelap bersamamu,” bisik Azlan sambil mendaratkan kecupan singkat di bibir Alexa, berusaha untuk melenyapkan rasa takut dalam diri wanita itu.
Perlahan namun pasti, nafas Alexa mulai tenang, detakan jantungnya juga mulai kembali normal. “Azlan, kamu jahat.” Alexa mencakar punggung Alexa.
Azlan meringis sebentar merasakan cakaran kuku Alexa yang terasa pedih di punggungnya. Dia yakin cakaran itu meninggalkan bekas. Namun ia menahan rasa pedih dengan berusaha bersikap tenang.
“Alexa, inilah tugas ketiga untukmu. Jangan menghindari gelap! Aku merasa sangat nyaman berada di tempat gelap bersamamu,” lanjut Azlan masih dengan bisikan lembut di telinga Alexa. inilah cara Azlan untuk membuat Alexa tidak lagi takut dengan gelap. Ia ingin berusaha membuat istrinya untuk lepas dari trauma gelap. Dia akan siaga berada di sisi Alexa saat gelap seperti sekarang.
Alexa diam saja, tidak membantah ucapan Azlan.
Alexa tidak mengubah posisinya, dia merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya.
“Tenanglah, aku ada di sisimu. Kamu akan aman bersamaku. Nggak ada hantu, nggak ada setan, nggak ada apa pun yang mengganggumu. Bukankah kamu yang meminta supaya nafsuku nggak naik bkan? Maka dengan gelap, aku nggak melihat keindahan tubuhmu. Dan aku bisa mengontrol diriku supaya nggak melihatmu. Kita tidur dalam keadaan gelap begini aja, ya?”
__ADS_1
Sunyi.
Hanya suara hembusan nafas Alexa yang terdengar. Hembusannya terdengar agak keras dan teratur.
Azlan baru menyadari kalau Alexa sudah terlelap saat ia merasakan tubuh dalam pelukannya itu lemas. Lengan Alexa juga sudah tidak lagi melingkar di punggungnya.
Azlan mengusap lembut dahi Alexa. lalu memposisikan bantal tepat di belakang Alexa dan merebahkan tubuh itu ke kasur dengan kepala berada di atas bantal yang sudah ia susun. Tangannya menarik selimut dan menutup tubuh Alexa dengan selimut tersebut sampai ke bawah dada.
Azlan merebahkan tubuh di sisi Alexa dengan posisi miring menghadap wanita itu. Lengannya dia letakkan ke atas perut wanita itu.
Dalam hati, Azlan berdoa, semoga Alexa akan secepatnya terlepas dari rasa trauma dengan gelap. Azlan hanya ingin melakukan hal terbaik untuk istrinya itu, termasuk membebaskan Alexa dari segala beban trauma.
***
__ADS_1
TBC