
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya” (QS. Al-Mukminun 1-2)
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. Yakni yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Mukminun 11-12)
~ ~ ~
Matahari sempurna tenggelam bersama sinarnya yang tak terlihat lagi. Langit gelap. Malam menjemput. Kota diterangi lampu-lampu jalanan.
Dan di sini, Alexa duduk di bawah lampu kerlap-kerlip. Night Club menjadi tempat ternyaman untuknya melupakan masalah yang sudah sekian tahun menderanya, tak jarang dia menangis semalaman hanya untuk mengingat mamanya, dan kali ini dia memilih club sebagai tempat pelampiasan, seperti yang sudah-sudah. Dentuman musik berbaur dengan suara tawa lepas pria dan wanita membuat suasana semakin ramai. Aroma rokok dan minuman memenuhi ruangan.
Pandangan Alexa mengitari ruangan, menatap sepasang kekasih yang saling cumbu. Menatap serombongan lelaki yang menenggak minuman. Menatap sekumpulan remaja yang berjoget ria. Sepertinya mereka semua tidak memiliki beban.
Alexa mengusap rambut yang menutup separuh wajahnya ke belakang dengan frustasi. Matanya berair. Dia teringat mamanya. Dan dia juga ingat papanya yang sudah menikah lagi dan kini malah terlihat royal terhadap mama barunya itu. Dia ingin menangis, tapi ditahan semampunya. Kali ini dia tanpa Azlan, pria itu memilih menunggu di dalam mobil saja. Dia sudah mengingatkan Alexa supaya tidak mendatangi club lagi, tapi nonanya itu bandel.
__ADS_1
“Mau minum?” tanya lelaki tak dikenal dan menyodorkan sebotol minuman kepada Alexa.
Alexa menggeleng.
Lelaki itu pasti mengerti apa yang sedang dirasakan Alexa hanya dengan melihat raut wajah Alexa saat itu.
“Ini adalah solusi cepat melupakan masalah,” tawar lelaki itu lagi.
Alexa menyambar botol itu dan meneguknya sesaat setelah dituangkan ke dalam gelas. Ini bukanlah kali pertamanya dia mengenal alkohol setelah teman-teman SMA-nya dulu sembunyi-sembunyi mengajaknya kabur dari rumah untuk sekedar menyicipi asiknya dunia malam di diskotik.
“Nona, aku tinggal sebentar bisa, kan?” Tanya Azlan yang berniat hendak ke masjid untuk menunaikan shalat isya.
“Apa?” seru Alexa yang kurang jelas saat mendengar suara Azlan. Dentuman musik di sekitarnya terdengar sangat keras dan menghalangi suara Azlan.
__ADS_1
“Aku tinggal sebentar, nona.” Azlan mengulang kalimatnya dengan suara agak keras.
“Aku nggak denger.”
Sepertinya percuma Azlan mengulang-ulang kalimatnya, Alexa hanya akan mendengar suara musik saja.
Azlan memutus teleponnya dan mengirim pesan kepada Alexa. ia berpamitan akan meninggalkan Alexa sebentar saja. Dan Alexa membalas pesan singkat dengan mengijinkannya.
Azlan menyetir mobil meninggalkan area club. Tidak butuh waktu lama untuk mobil yang dia naiki sampai di tempat tujuan. Azlan segera memasuki masjid. Suara adzan masih berkumandang menentramkan hatinya.
Azlan mempercepat langkah menuju tempat berwudhu. Iqamat baru saja selesai dikumandangkan saat Azlan memasuki masjid Al-Ikhlas. Masjid kesayangan yang penuh dengan kenangan. Di sanalah tempat Azlan kerap menuangkan suka dan duka selama hidup di ibu kota dengan merutinkan sembah sujud. Di sanalah tempatnya mengadu pada Yang Maha Pemberi rizki saat kesulitan uang.
Alhamdulillah. Rasanya tenang jika sudah berada di tempat ibadah. Hanya ada sembilan orang berjajar rapi dalam shaf shalat jamaah.
__ADS_1
Azlan meletakkan ponsel di sisi dinding dekat kakinya berdiri supaya tidak mengganggu saat ia shalat, benda itu juga sudah dalam posisi silent.
TBC