Suami Sensasional

Suami Sensasional
Tiga Puluh


__ADS_3

“Lain kali jangan ceroboh lagi, apa lagi sampai bercumbu dengan seorang gadis. Bukankah dalam surat perjanjian udah jelas dituliskan kalau kamu nggak boleh berpacaran selama kamu bekerja denganku supaya kamu fokus mengawasiku? Lalu siapa Kikan? Apakah kalian ada hubungan khusus?” Alexa mengangkat dagu dengan ekspresi kesal.


“Enggak, nona. Aku dan Kikan nggak punya hubungan apa-apa. Aku bahkan baru pertama kalinya melihat Kikan. Dia mengenaliku karena aku pernah bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Nona mengenali Kikan?”


“Ya. Kami saling mengenal. Jadi dulu kamu pernah bekerja di satu perusahaan yang sama dengan Kikan?” selidik Alexa.


“Ya. Tapi hanya sekitar seminggu aja.”


“Artinya sebelum ini kamu juga bekerja di satu perusahaan yang sama denganku.”

__ADS_1


Oh… jadi Alexa dan Kikan bekerja di satu perusahaan yang sama? Azlan belum pernah melihat kedua gadis itu di tempat kerjanya dulu karena ia tidak lama bekerja di sana.


“Kalau kamu baru pertama kalinya melihat Kikan, lalu kenapa kamu bisa seintim itu dengannya?” Alexa mngawasi wajah Azlan, bahkan ditantang dengan pertanyaan seperti itu, Azlan tetap tampak tenang. “Apa kamu lupa apa saja yang udah kamu lakukan dengannya? Apa perlu aku menjelaskannya supaya kamu ingat?” Alexa berbicara dengan nada tinggi.


Entah kenapa Alexa selalu tersulut emosi setiap kali mengingat kejadian itu. Ya ampun, perasaan apa yang dia alami sekarang? Menyebalkan.


“Kamu mau berkilah kalau Kikan menaburkan obat perangsang untukmu?”


Azlan menatap Alexa tanpa member jawaban. Tapi ia yakin alexa mengerti arti tatapannya.

__ADS_1


Alexa juga menatap Azlan, ia menemukan tatapan teduh dari pria itu. Dan ia ingat bagaimana Azlan menatapnya sesaat setelah pria itu keluar dari club malam, tatapan waktu itu jauh berbeda dan terlihat seperti memburu nafsu. Lalu apa maksud Kikan melakukan hal itu kepada Azlan? Kenapa dia mengharap Azlan menyentuh dirinya?


“Apakah kamu menyukai kejadian antara kamu dan Kikan waktu itu?” tanya Alexa tiba-tiba.


Azlan terkejut sampai menegakkan posisi duduknya. Apa maksud pertanyaan Alexa? “Aku udah katakan kalau aku menyesali kejadian itu. Itu murni bukan keinginanku, semua terjadi atas kesalahan minuman yang kuteguk, bukan atas kehendakku. Aku udah berusaha melawannya tapi nggak bisa. Aku nggak bisa. Aku kalah, nona. Jujur aku kalah. Aku nggak sekuat nabi Yusuf yang begitu hebatnya mampu melawan nafsu. Aku manusia biasa yang bahkan dipaksa untuk melakukan perbuatan terkutuk itu dengan jalan haram, bagaimana bisa aku melawannya?”


Alexa kini mengerti kalau Azlan benar-benar tidak mengharapkan kejadian itu. Perbuatan Kikan yang membuat Azlan mendambakan wanita memang gagal, namun akhirnya malah Alexa yang menjadi korban. Tapi jujur saja, Alexa menyukai kejadian itu. Ah, gila. Seharusnya dia tidak boleh menikmatinya. Tapi entah kenapa sejak saat itu, ia malah mendambakan sosok Azlan. Pria di sisinya itu benar-benar memiliki kharisma tersendiri yang mampu membuat para gadis terpana hanya dengan memandangnya saja, pantas saja Kikan tergila-gila pada Azlan. Selera Kikan memang patut diacungi jempol. Ya ampun, kenapa batin Alexa sejak tadi tak henti memuji Azlan?


TBC

__ADS_1


__ADS_2