Suami Sensasional

Suami Sensasional
Lima Puluh Tiga


__ADS_3

Azlan tidak mau bertanya lagi. ia mempercepat kelajuan mobilnya. Jujur saja ia tidak mau membawa Alexa ke rumah Pak Joan, dia khawatir Pak Joan akan langsung memberinya sanksi tegas jika melihat kondisi Alexa sekarang. Azlan akan dinilai tidak bisa mengawasi Alexa. Situasi itu tentu akan memperkeruh suasana yang memang sudah keruh. Priuk bundanya menjadi taruhan. Ah, tidak. Azlan tidak mau kejadian itu diketahui Pak Joan.


Sepanjang menyetir mobil, entah kenapa muncul berbagai pertanyaan di benak Azlan. Kenapa Tuhan harus mempertamukan lelaki sesalih Azlan dengan Alexa, gadis yang jelas-jelas hidupnya bebas? Inikah cara Tuhan menguji imannya? Azlan yang memiliki kelemahan pada wanita, harus dihadapkan pada wanita secantik Alexa. Sungguh, banyak sekali rahasia Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh manusia lemah sepertinya.


Lalu sekarang Azlan harus membawa Alexa kemana? Ia memutar kaca di atas keningnya supaya pantulannya beralih, karena jika tidak dialihkan, pandangannya bisa menangkap tubuh Alexa yang sejak tadi terpantul di sana. Sayangnya bukan hanya sekali Azlan sempat melirik ke kaca itu, jadi lebih baik diputar saja supaya tidak membuatnya mengulang sesuatu yang seharusnya tidak dilihat.


Bingung harus membawa Alexa kemana, akhirnya ia memutuskan membawa Alexa ke rumah kontrakannya.

__ADS_1


Azlan menggendong Alexa memasuki rumah kontrakan. Terlebih dahulu ia membuka kunci pintu sebelum membopong tubuh Alexa masuk ke rumah. Azlan membawa gadis itu memasuki sebuah kamar. meletakkannya ke atas ranjang.


Azlan terkejut melihat muka Alexa yang semakin memucat, kulit tubuh gadis itu menjadi berwarna putih susu, persis seperti mayat. Bibirnya membiru. Tubuh itu terus menggigil. Tak lama tubuh yang menggigil itu tidak lagi bergerak.


“Nona!” Azlan mengguncang bahu Alexa. “Nona, bangun!”


Jemari Alexa bergerak sebentar.

__ADS_1


Azlan benar-benar panik melihat kondisi Alexa yang kritis. Ia menyesal kenapa menuruti Alexa untuk tidak ke rumah sakit. Andai saja Azlan membawa Alexa ke rumah sakit sejak tadi, mungkin kondisi Alexa tidak seburuk sekarang. Tapi jika sekarang Azlan membawa gadis itu ke rumah sakit, maka ia tidak yakin Alexa akan selamat sebelum sampai ke rumah sakit. Alexa seperti tidak memiliki waktu banyak. Segala pemikiran buruk yang menyerang kepala Azlan, membuat otak pria itu menjadi keruh dan tidak dapat berpikir jernih. Hanya satu yang sejak tadi dia takutkan, Alexa mati. Ketakutan itu membuat otaknya bekerja dan memberi ide.


Azlan kemudian mengikuti perintah dari otaknya. Ia naik ke ranjang, lalu dengan gerakan terburu-buru dan dengan muka berpaling dari tubuh Alexa, ia membuka seluruh pakaian Alexa. Berikutnya dia juga membuka seluruh pakaiannya. Masih dengan wajah yang berpaling dan mata terpejam, Azlan maju mendekati Alexa. Tubuh pucat Alexa kini berada di dalam pelukan Azlan yang berusaha menyalurkan kehangatan melalui tubuhnya. Sentuhan kulit ke kulit akan memberi kehangatan dan menyelamatkan Alexa dari kondisinya sekarang.


Tangan Azlan meraba dinding dan mematikan lampu.


Tik.

__ADS_1


Gelap. Dengan begitu, Azlan tidak dapat melihat apa pun. Namun ia tetap bisa merasakan. Yassalam..


TBC


__ADS_2