Suami Sensasional

Suami Sensasional
Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Mobil berhenti tepat di depan sebuah gedung perusahaan. Azlan menatap sekilas gedung yang berdiri kokoh di hadapannya, tak lain gedung tempatnya bekerja dulu, dimana ia pernah menghadap pada pak Joan dan merundingkan pekerjaan di sana. Merundingkan gaji dan lain sebagainya. Gaji dari pekerjaannya sekarang jauh lebih besar dari pada gaji yang dia terima di perusahaan.


“Apakah aku perlu ikut dengan nona? Atau aku menunggumu di sini?” tanya Azlan sembari turun dari mobil mengikuti nonanya yang sudah lebih dulu turun.


Alexa berpikir sebentar. Ia menatap wajah tampan Azlan sekilas. Ia mungkin akan merindukan wajah Azlan jika selama empat jam berkutat dengan pekerjaan dan tidak melihat wajah itu. “Ikutlah denganku.”


“Baik.” Azlan mengikuti Alexa memasuki gedung.


Beberapa pasang mata yang berpapasan mengamati Alexa yang berjalan beriringan dengan Azlan. Mereka bahkan diketahui baru saja turun dari satu mobil.


“Suiiit suuit....” Arul bersiul nakal ketika melihat Alexa melintas di koridor kantor, tepat di depan ruangannya. Arul sampai mengurungkan niat masuk ke ruangannya demi menikmati kecantikan gadis itu hingga lenyap dari pandangan menuju ruangan direktur. Pandangan Arul kemudian tertuju kepada Azlan yang megiringi langkah Alexa. dahinya bertaut bingung, bagaimana bisa Azlan yang dulu berprofesi sebagai krani gudang tiba\-tiba terlihat sedekat itu dnegan Alexa, sang primadona kantor?


Tak heran jika Alexa menjadi bahan pembicaraan para lelaki di kantor karena memang tingkah lakunya selalu mengundang perhatian dan membuat kaum Adam berdecak kagum. Bukan hanya cantik dan menarik hati, mulai dari gaya jalannya yang gemulai aduhai, rambut indah yang dipilin ala-ala salon, juga penampilannya yang glamor, tentu idola cowok banget. Ditambah lagi cara berpakaiannya yang super wow, selalu mengenakan pakaian yang kerap membuat Azlan mengalihkan pandangan setiap kali melihatnya.


Sering kali Azlan menundukkan kepala saat berpapasan dengan gadis yang ia tahu adalah Alexa. Ia memilih mengabaikan gadis itu. Kecuali kalau sedang ngobrol, maka ia memilih menatap mata saja, jangan yang lain.

__ADS_1


Setiap kali Alexa melintas di koridor, maka akan terdengar dengungan para kaum Adam yang menggelitiki telinga kaum Hawa.


“Cuantiknya astaga.”


“Indahnya beeeuuuhh…”


“Halus prikitiiew.”


“Udah kayak artis aja. Buseeeed!”


Dan kalimat itu akan langsung ditanggapi oleh mulut perempuan. “Kulaporin ke Mbak Ijah, nyahok lo! Dapet punggung entar malem.”


Arul saling pandang dengan Yakub yang berdiri di sisinya saat melihat Alexa dan Azlan menghilang di balik dinding saat berbelok.


“Gimana ceritanya Azlan bisa sedeket itu sama Alexa?” Arul geleng-geleng kepala heran.

__ADS_1


“Jadi begini ceritanya, Azlan sekarang bekerja sebagai bodyguardnya noan Alexa. paham kan antum?”


“Ooh… Waah. Beruntung banget tuh si Azlan bisa ngeliat yang bening setiap saat.”


“Mulai. Antum jangan ngeres!” sergah Yakub mengingat Arul yang selalu bicara ngawur bila sudah melihat Alexa.


“Gua normal, Bro. Tuh cewek bikin badan gue panas dingin. Ada yang nggak beres sama si kecil,” celoteh Arul sembari menggaruk pelipis kemudian melirik Yakub di sebelahnya.


Yakub menonjok lengan Arul pelan. Tak heran, selalu begitu tanggapan Arul.


“Alexa memang luar biasa. Yaaa... Jauhlah kalo gue ngarepin dia. Mana level dia sama muka ceret kayak gue.”


“He heee… Baguslah kalau kamu nyadar.” Yakub tersenyum simpul menatap Arul menggosok-gosokkan telapak tangannya ke wajahnya. Berharap muka ceretnya berubah menjadi pangeran.


TBC

__ADS_1


__ADS_2