Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Empat Puluh Empat


__ADS_3

Alexa sudah berada di dalam mobil yang melaju bersama dengan Azlan. Wanita itu melirik Azlan yang tengah konsentrasi menyetir.


“Watsiiy…” Alexa bersin. Hidungnya seperti tersumbat. Mungkin ia akan flu. Entahlah.


Azlan mengambilkan tisu dan menyerahkannya untuk Alexa.


“Thanks.” Alexa menyambutnya.


“Kamu nggak sehat?” Tanya Azlan sambil memperhatikan wajah Alexa, sedikit memucat.


“Entahlah. Badanku kurang sehat. Kayak mau flu gitu.” Alexa mengusap punggung tangannya yang meremang.


“Apa tadi malam kamu begadang?”


“Kok, nanya sih? Ya iyalah, bukannya kamu yang bikin aku begadang?”


Azlan mengernyit heran. “Bukankah aku nggak bersamamu tadi malam? Kita nggak bercinta kan? Lantas apa yang bikin kamu begadang?”


Alexa menoyong pipi Azlan hingga kepala pria itu terayun ke samping. “Siapa bilang aku hanya bisa begadang kalau bercinta denganmu doang? Aku begadang juga karena kamu, kamu tuh yang suruh-suruh aku baca buku segala. Itu buku kelar aku baca semaleman.”


Azlan mengangkat alis tidak yakin. Alexa menyelesaikan bacaan hanya dalam satu malam? Rasanya seperti mimpi. Azlan tersenyum lebar emndengarnya.

__ADS_1


“Serius? Jadi bukunya udah selesai kamu baca?” tanya Azlan seakan ingin kejelasan.


“Udah.”


“Hebat! Kamu luar biasa. Aku menganggarkan kalau kamu akan selesai membacanya dalam waktu tiga atau lima hari, ternyata kamu menyelesaikannya dalam satu malam.” Azlan tersenyum bangga.


“Lalu? Setelah ini apa lagi?”


Seperti sedang berpikir, Azlan mengetuk-ngetukkan telunjuknya ke pelipis. Kemudian ia menatap Alexa sambil mengurai senyum manis.


Duuuh… Kalau Azlan tersenyum seperti itu, Alexa terpana menatapnya. Pantas saja Kikan tergila-gila pada Azlan sampai rela menjatuhkan harga dirinya dengan berharap bisa disentuh oleh Azlan, suaminya itu memiliki charisma tersendiri yang mampu memikat wanita hanya dengan tatapan matanya saja. Pakai jimat apa sih sayang?


“Kamu mnegetesku?”


“Ini akan membuktikan apakah kamu sungguh-sungguh membaca buku itu atau enggak.”


“Ooh… mau ngetes rupanya kamu ya.”


Azlan mengulumm senyum saja.


“Shalat tahajud harus tidur terlebih dahulu sebelum melaksanakannya, itu aja,” ujar Alexa bersemangat.

__ADS_1


“Apakah aku sebagai suami wajib menafkahimu? Padahal kamu sudah memiliki harta cukup, bahkan berlebih?”


Alexa memutar mata, mengingatingat kalimat yang dia baca di buku itu. Kemudian ia menjawab, “Wajib. Kewajiban suami menafkahi istri nggak luntur meski istri kaya raya, sesuai dengan kemampuan.”


Azlan tersenyum senang mendengar jawaban Alexa. “Satu lagi, apa hukum bagi wanita yang diajak suaminya untuk berhubungan intim? Lalu bagaimana jika istri sedang dalam keadaan haidh?”


“Istri wajib memenuhi ajakan suami untuk melakukan hubungan suami istri dan nggak boleh menolaknya, karena jika dia menolak maka malaikat akan mengutukinya sampai pagi. Tapi kalau istri dalam keadana haidh, maka hukumnya haram.”


Kagum, Azlan geleng-geleng kepala sambil menatap mata Alexa intens. “Aku percaya kamu membaca buku itu sampai tuntas.”


“Kamu meremehkan Alexa, mengira aku bakalan menyelesaikan bacaan dalam kurun waktu tiga, empat atau lima hari. Padahal aku bisa menuntaskannya dalam semalam.”


“Apa matamu nggak pegel baca segitu banyaknya pakai system kebut begitu?”


“Bukan pegel lagi, tapi lelah dan akhirnya sampe ketiduran.”


“Amazing! Istriku hebat!” Azlan kembali fokus menatap jalan di depan.


Baru dibilang sebagai istri yang hebat saja, Alexa sudah merasa sangat senang sekali. Bagaimana jika dipuji dengan kata-kata lain? Pujian suami emmang sangat berharga di mata istri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2