Suami Sensasional

Suami Sensasional
Tujuh Puluh Tujuh


__ADS_3

Setelah nada dering panggilan Jesy putus, Alexa mencari nama papanya dan meneleponnya. Nada terhubung. Cukup lama Alexa menunggu jawaban, kemudian telepon dijawab di seberang.


“Halo! Selamat sore!”


Bukan suara Pak Joan, melainkan suara wanita. Alexa mengenal suara itu. Tak lain suara Atika, ibu tirinya Alexa.


Alexa terkejut sampai punggungnya pun tegak mendengar suara Atika. Bukankah Atika selama ini ada di luar kota, lalu kenapa ponsel papanya bisa ada di tangan Atika?


“Dimana papaku?” suara Alexa terdengar geram.


“Dia tidur di sisiku. Aku sekarang sedang berbaring di dadanya. Apa ada yang perlu kusampaikan padanya?” Tanya Atika.

__ADS_1


“Berikan ponselnya padanya,” tegas Alexa semakin gedeg.


“Nggak bisa. Suamiku sedang tertidur karena kecapean. Kami baru saja melepas rindu selama setengah jam lamanya. Tentu kamu tahu apa yang dilakukan suami istri saat intim begini kan? Kamu udah dewasa, kamu pasti mengerti. Suamiku kelelahan, nggak bisa diganggu. Dia tadi menjemputku dari luar kota, sekarang aku di Jakarta bersamanya. Katakan saja apa yang ingin kamu bahas ke dia, nanti kusampaikan.”


Alexa menahan kesal, ia kemudian berkata dnegan nada suara sangat rendah akibat kekesalannya yang memuncak. “Katakan padanya, aku benci wanita yang dia nikahi.” Alexa langsung menggeser tombol merah dan sambungan terputus.


Nafas Alexa tersengal menahan emosi di dadanya. Matanya berkaca-kaca.


“Nona, apa kamu baik-baik aja?”


“Nona, Pak Joan memiliki hak untuk bahagia dan menikah lagi, meski beliau menikah di waktu yang kurang tepat, tapi anggap aja itu adalah haknya.” Azlan berusaha menghibur.

__ADS_1


“Kamu nggak tau apa yang terjadi, Azlan. Mamaku meninggal, dibunuh di depan mataku. Dan seminggu kemudian papa menikah dengan wanita yang usianya dua tahun lebih tua dari aku. Dia bahkan lebih pantas jadi kakaku ketimbang nikah sama papa. Wanita iblis itu selalu merengek meminta seluruh waktu papa hanya untuk dia. Dan kamu lihat sendiri, papa bahkan melupakan janjinya denganku dan dia malah menemui wanita itu. Apa yang nggak diminta oleh Atika, wanita yang dinikahi papaku itu? Semua dia minta dan papaku menurutinya. Mobil, rumah, bahkan perusahaan kecil pun dia minta. Sekarang, waktu milik papa yang hanya beberapa jam pun, direnggut olehnya.”


“Nggak sepenuhnya ini kesalahan mamamu, tapi juga papamu.” Azlan berusaha membuat Alexa memahami Atika supaya tidak separah itu membenci ibu tirinya. Ia tidak mau menanyakan siapa yang membunuh mamanya alexa, juga tidak mau menanyakan hal lain yang menjadi pertanyaan di benaknya, mengingat Alexa sedang tidak baik untuk diajak bicara.


“Dia bukan mamaku. Aku nggak suka padanya. Aku nggak akan pernah mengakuinya sebagai mamaku. Jadi jangan sebut dia mamaku.” Air mata Alexa akhirnya menetes dan dengan cepat punggung tangan gadis itu mengusapnya. “Gimana bisa papa pergi tanpa bilang ke aku dan dia melupakan janjinya begitu saja? Astaga.”


Azlan menatap wajah Alexa dengan pandangan teduh, merasa iba. Alexa benar-benar kekurangan kasih sayang orang tua. Dia haus dengan cinta. Dan inilah bentuk pelampiasan Alexa atas kekesalannya.


“Kita pergi dari sini.” Alexa kemudian bangkit berdiri dan melenggang pergi.


Azlan tidak menanggapi, ia mengikuti Alexa keluar kafe.

__ADS_1


***


TBC


__ADS_2