Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Sembilan Belas


__ADS_3

“Aku nggak butuh apa pun, Mas. A... Aku...” Tangis Mekka membuat suaranya putus-putus. Lehernya tercekat hingga ia kesulitan untuk bicara.


Azlan hanya diam dan menungu, menunggu kalimat apa yang akan diucapkan oleh Mekka. Ia siap menerima konsekuensi apa pun. “Katakan, Mekka. Katakan aja!”


Mekka malah sesenggukan.


“Mekka, maafin aku.” Azlan mengesah.

__ADS_1


“Sekali lagi kukatakan, aku nggak butuh apapun, Mas. Aku hanya butuh kejujuranmu. Dan itu pun nggak kudapatkan. Kenapa, kenapa kamu nggak kasih tau aku kalau kamu udah menikah dengan wanita lain? Setelah kamu menikahi Alexa, apa salahnya kamu telepon aku dan membatalkan pernikahan kita? Kalau sejak awal kamu batalin perjodohan ini, aku tentu nggak akan berharap padamu. Aku tentu nggak mau menikah denganmu,” kesal Mekka. Ia kemudian menarik nafas untuk membuat suaranya tidak bergetar. “Awalnya kamu udah memupuk banyak janji ke aku, kamu bilang akan pulang dan segera mengikatku dengan pernikahan, kamu bilang akan akan menjadikanku sebagai istrimu. Tapi kenyataannya apa? Kamu ternyata udah lebih dulu menikah dengan wanita lain, dan kamu sengaja menyembunyikannya dariku. Apa salahku padamu?”


“Aku mengerti dengan kekesalanmu ini. Aku paham dan aku nggak pa-pa kalau kamu marah padaku. Marahlah, luapkan emosimu. Katakan semua yang mengganjal.”


“Aku merasa kamu nggak adil. Kamu mempermainkanku. Aku memang salah karena hanya bisa mematuhi kemauan orang tuaku. Menikah denganmu yang sedang lupa pada beberapa kejadian masa lalumu. Saat itu, aku hanya memegang satu janjimu, yaitu janji untuk menikahiku. Tapi siapa yang menyangka, jika hanya dalam waktu singkat, kamu ternyata telah menikah dengan wanita lain.”


“Ya, kamu pulang demi untuk menemui bundamu yang dikabarkan sakit. Kamu pulang bukan untuk memenuhi janjimu padaku. Ini jelas, kamu sama sekali nggak menganggapku. Seharusnya kamu nggak perlu mematuhi keinginan bundamu untuk menikahiku jika kenyataannya begini. Seharusnya kamu bantah keinginan bundamu dengan mengatakan kalau menantunya adalah Alexa, bukan aku.” Mekka menarik nafas dalam-dalam, berusaha menyingkirkan rasa sesak di dadanya.

__ADS_1


“Jujur aja, aku sendiri merasa kesulitan untuk mengambil sikap. Waktu, kondisi, situasi dan fakta yang ada seakan-akan mendukungku untuk mengambil jalan ini.”


Mekka tidak menjawab lagi. ia kehabisan kata-kata.


“Semuanya udah terjadi, Mekka. Aku nggak bisa memutar waktu. Dan aku hanya bisa minta maaf. Kamu boleh kok mencaciku. Kamu boleh menghukumku, apapun itu.”


TBC

__ADS_1


__ADS_2