
Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba Azlan merasakan tubuhnya panas dan sesuatu yang bergelenyar membangunkan organ tubuhnya. Rasanya aneh dan ia menginginkan sesuatu. Sesuatu yang bisa melepaskan hasratnya. Ya Tuhan, apa itu? kenapa mendadak Azlan merasa bergairah dan ingin melampiaskan sesuatu di dalam dirinya? Rasa itu aneh dan terasa mendesak.
Azlan bangkit bangun dan meletakkan gelas ke sembarang tempat. Langkahnya sudah tidak karuan, kemana ia akan pergi? Berkali-kali Azlan mengucap istighfar, sekuat tenaga ia berusaha mengembalikan ingatannya pada Yang Maha Kuasa, ia memohon agar ia tetap kuat melawan nafsu yang seperti mengikat organ tubuhnya.
“Hei, tunggu!” Kikan menarik lengan kekar Azlan hingga tubuh pria itu berbalik menghadap Kikan.
Astaga, kenapa Azlan merasa ingin pada Kikan yang saat itu terlihat menantang dnegan mengenakan tank top yang bagian dadanya turun.
Kikan tersenyum menyadari Azlan sudah mulai menginginkan sesuatu. Sorot mata Azlan terlihat nanar dan memburu, nafasnya keras. Pria itu tampak gusar.
Kikan mengalungkan lengannya ke leher Azlan. Kemudian dengan senyum lebar, gadis itu memajukan wajahnya dan melum*t bibir Azlan. Entah bagaimana Azlan justru membalas ciuman Kikan. Dia juga menyentuh lengan Kikan yang polos. Sejak dulu, Azlan paling anti dengan wanita, apa lagi menyentuh kulit wanita. Dan kini, wanita yang tidak dia kenal itu telah membuat sejarah pertama kalinya dalam hidupnya.
Kikan tersenyum penuh kemenangan melihat Azlan yang terlihat antusias dan menginginkan hal yang lebih.
__ADS_1
Tuhan, Azlan kalah! Azlan benar-benar telah dikalahkan oleh nafsunya yang datang seperti serdadu dan menyerang organ tubuhnya. Nafsunya itu sangat kuat dan besar. Lebih besar dari kekuatan dalam diri Azlan hingga Azlan kesulitan melawannya.
Jesy yang kebetulan menoleh ke arah Azlan, terperangah melihat pria idamannya itu menyalurkan ciumannya dengan gadis lain.
“Astaga, Alexa, liat deh itu!” Jesy berkata dengan lemas.
“Apaan?” Alexa yang tengah asik berjoget pun tidak memperdulikan.
“Hah?” Alexa terkejut bukan main. Mendadak saja hati Alexa terasa seperti direbus melihat bodyguardnya berciuman dengan seorang gadis.
“Nggak di sini, Baby!” bisik Kikan di telinga Azlan saat Azlan seperti kehabisan akal hingga tanpa sadar telah menyentuh punggung Kikan yang polos.
Alexa berlari meninggalkan lantainya dan mengejar Kikan yang berjalan bersama Azlan menuju ke ruangan yang lebih dalam lagi. ia berbelok dan mencari keberadaan Azlan dengan menoleh ke kiri dan kanan saat ia kehilangan jejak. Kemana mereka?
__ADS_1
Alexa berbelok ke kanan menuju ruangan remang-remang. Ia mendapati Azlan yang tengah menyandar di dinding dengan Kikan di hadapan pria itu. Alexa memalingkan wajah saat melihat tangan Kikan yang dengan beraninya menyentuh Azlan. Namun Alexa tetap berjalan mendekati.
“Stop!” Alexa menyingkirkan tubuh Kikan dari pelukan Azlan saat gadis itu menciumi leher Azlan. “Wanita kurang aj*r! Apa yang lo lakuin?” Alexa memaki Kikan.
Kikan yang merasa kegiatannya telah gagal, menatap Alexa dengan muka memerah. “Apa urusanmu?”
“Lo berurusan dengan Azlan maka lo juga berurusan sama gue.”
Alexa menatap Azlan yang saat itu seperti sedang berusaha mengembalikan kesadaran dengan menggeleng-gelengkan kepalanya karena pandangannya pun mulai kabur. Tangan mungil Alexa menarik pergelangan tangan Azlan dan membawanya keluar.
“Shit!” Kikan berteriak kesal melihat Alexa pergi bersama Azlan.
***
__ADS_1