Suami Sensasional

Suami Sensasional
Enam Puluh


__ADS_3

“Aku mau bicara sebentar. Buka pintunya.” Alexa menendang pintu kamar milik Azlan. Detik berikutnya ia merintih menahan sakit di jari kaki akibat terlalu kuat menendang.


“Apa yang ingin nona katakan?” balas Azlan dari dalam. "Bicaralah!"


Alexa menyandarkan punggung di pintu, sama halnya dengan Azlan yang juga menyandarkan punggung di pintu dalam kamar.


“Kenapa kamu harus megunci pintu kamarmu? Kalau aku dalam masalah, bagaimana aku bisa minta tolong sama kamu?” ketus Alexa yang merasa sangat takut denga gelap.


“Nggak akan ada masalah apa pun di sini, Nona."


"Kau yakin?"


"Ya. Kudengar Nona lulusan universitas Jerman, bukankah Nona juga hidup sendiri di sana? Lantas kenapa nona takut sendirian sekarang?”


“Aku nggak sendirian di Jerman. Aku di sana hidup bersama paman da bibiku. Siapa bilang padamu kalau aku lulusan Jerman?” sahut Alexa.


“Aku baca di sosial media.”


“Oough… Jadi kamu kepoin sosial mediaku? Sejak kapan kamu tertarik dengan sosial mediaku?”

__ADS_1


Azlan geleng-geleng kepala, namun sudut bibirnya tertarik membentuk senyum.


“Arul, temanku yang kasih tau. Dia tau banyak tentangmu.” Azlan perlu menjelaskan supaya tidak terjadi kesalahpahaman.


“Sosial media kebanyakan boongnya ketimbang benernya. Suka-suka aku nulis apapun di sana. Aku mau bilang lulusan Amerika, Jerman atau luar angkasa kalau perlu.”


“Jadi semua tentangmu di sosial media itu nggak bener?”


“Tentang aku kuliah di Jerman, itu memang bener. Tapi informasi lainnya tentangku di sana belum tentu bener.”


“Setelah ini kita pulang, nona. Aku takut papanya nona akan mencari nona.”


Azlan termenung. Buset, curhatan Alexa mampu membuat Azlan terenyuh. Dibalik kelincahan Alexa, ternyata dia menyimpan banyak kesedihan. Masih ada sisi yang Alexa inginkan untuk bisa hidup nyaman, dan itu adalah perhatian.


Tidak sepenuhnya salah Alexa jika dia sekarang menjadi seperti ini, peranan orang tua sangat penting di usia pembentukan aklhak seperti Alexa saat ini. Sayangnya itu tidak Alexa dapatkan.


“Kita di sini aja dulu. Pagi baru pulang,” lanjut Alexa.


“Ya udah, nona tidurlah! Masih ada beberapa jam lagi menjelang pagi. Nona pasti butuh istirahat,” ujar Azlan.

__ADS_1


“Seenggaknya kita ngobrol aja sampe pagi, nggak usah tidur. Aku males tidur. Mataku udah nggak ngantuk lagi.” Alexa memukul-mukul pintu dengan telapak tangan, namun kemudian ia mengaduh. Entah terbuat dari apa pintu itu. Keras sekali, malah telapak tangan Alexa jadinya yang ngilu.


“Aku mau shalat tahajud dulu,” sahut Azlan dari dalam.


Alexa mengalah. Mendengar kata shalat, Alexa tidak lagi bisa berkutik. Dia tahu, kalau shalat adalah panggilan hati, sebuah ibadah kepada sang Pencipta. Ia berjalan memasuki kamar tamu.


***


To Be Continued


Salam manis dari


Emma Shu


love love love love love love love love


love love love love love love love love


love love love love love love love love

__ADS_1


love love love love love love love love


__ADS_2