Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tiga Belas


__ADS_3

“Baik!” Sunil menginjak gas mematuhi perintah Azlan, mempercepat kelajuan mobil.


“Sunil, bisakah lebih cepat lagi ayolah!” Azlan menganggap kecpatan masih kurang meski mobil sudah menyelip setiap kendaraan yang ada di depan.


“Ini udah kenceng banget, Tuan.”


Azlan mengusap wajah kemudian menatap ke luar. Ia ingat teriakan Alexa di ponsel. Teiakan itu emmbuatnya merasa sangat cemas. Pikirannya pun melayang-layang, membayangkan hal-hal yang tidak-tidak. Sejak awal mengenal Alexa, kehidupan Alexa sudah dalam kondisi megkhawatirkan. Ada banyak ancaman yang membuat hidupnya memerlukan penjagaan ketat, dan sekarang kondisi mengkhawatirkan tersebut muncul kembali. Azlan yang awalnya menjadi seorang bodyguard untuk Alexa, bertugas untuk menjaga wanita itu, lantas kenapa kini ia lengah?


Mobil tiba-tiba melambat dan berhenti.


“Ada apa, Sunil? Kenapa berhenti?” pekik Azlan.


“Nggak tahu Tuan, mobilnya tiba-tiba mogok.”


“Ya ampun, Sunil. Bagaimana kamu menjaga mobil ini kenapa bisa lolos dari pengeceknmu.” Azlan berbicara sambil turun dari mobil kemudian ia berlari menuju ke tukang ojek yang mangkal di persimpangan jalan.

__ADS_1


Dengan tanpa permisi, Azlan meraih stang motor dan menyingkirkan pemilik kendaraan yang saat itu sedang duduk di atas motor. Azlan melompat naik ke atas jok motor sambil berseru, “Buruan naik, Mas. Ayo bonceng di belakangku!”


Si tukang ojek yang bingung pun merespon ucapan Azlan dengan spontan membonceng di belakang Azlan.


Kemudian motor melaju kencang di atas jalan raya dengan kecepatan tinggi.


Tukang ojek lainnya yang mangkal di tempat itu geleng-geleng kepala melihat kepergian motor yang distir oleh Azlan. Andai saja motor menabrak tiang listrik, pasti si pengemudi bisa langsung gepeng.


“Mas, Mas, jangan ngebut-ngebut! Saya masih perjaka. Saya nggak mau mati konyol!” celetuk si tukang ojek yang membonceng dengan kedua tangan mencengkeram erat baju di pinggang Azlan.


Suara peluit terdengar melengking saat mereka melintasi polisi yang bertugas di jalan. Selain Azlan tidak mengenakan helm, kecepatan motor yang dia kendarai juga di luar batas kewajaran.


Azlan seakan tidak memperdulikan peluit barusan. Ia mengendarai motor masih dengan kecepatan penuh.


“Waduuuh, Mas. Sampean udah nggak pakai helm, nyetir motor ugal-ugalan begini. Entar aku malahan yang rugi kalau kena tilang. Sampean bawa SIM apa enggak?” tukang ojek menggerutu gemas.

__ADS_1


“Enggak,” jawab Azlan singkat.


“Mas Mas, gawat itu polisinya ngejar kita. Waduuuh... kacau!” Si tukang ojek menoleh ke belakang dan mendapati dua orang polisi berboncengan dengan seragam lengkap mengejar mereka.


Azlan masih tidak memperdulikan. Ia menyelip setiap kendaraan yang ada di depan.


“Pegangan!” titahnya membuat si tukang ojek spontasn memeluk Azlan karena ia yakin perintah yang dia dengar barusan adalah aba-aba akan adanya kelajuan yang lebih tinggi lagi.


Dan benar, Azlan menambah kelajuan motor dengan kecepatan full, membuat gedeung-gedung yang dilintasi seperti bergerak sangat cepat.


Seorang wanita menjerit histeris saat motor yang dinaiki Azlan hampir menyerempet kendaraan wanita itu. untung saja Azlan sangat gesit dan sigap, gerakannya begitu lincah dan cekatan sehingga tidak menimbulkan serempetan.


“Ya Tuhan, ampuni dosa-dosaku. Aku tobat, Ya Allah. Aku tobat. Aku janji nggak akan mesumin cewek lagi.”


Si tukang ojek terus-terusan merapal doa sepanjang motor melaju kencang. Dan Azlan sempat tersenyum tipis mendengar rapalan doanya yang aneh, sampai-sampai tentang kelakuan si tukang ojek yang pernah mengintip cewek mandi pun disebut di sana.

__ADS_1


TBC


__ADS_2