
Matahari telah naik ke atas dan Azlan masih tertidur pulas. Pria itu kembali tidur setelah shalat subuh. Sebenarnya ia tahu kalau tidur setelah shalat subuh itu tidak baik. Tapi rasa lelah membuat matanya tanpa sadar terpejam dan lari ke alam mimpi setelah kegiatannya memadu kasih yang entah ke berapa kalinya di ranjang.
Mata Azlan terbuka saat ia merasakan sentuhan di hidungnya, ia melihat telunjuk mungil Alexa menyentuh hidungnya, merabanya mulai dari hidung mancung Azlan, turun ke bibir, dagu, leher, dada dan berhenti ketika sampai di perut. Bukan berhenti dnegan sendirinya, namun karena tangan Azlan yang menghentikannya dengan cara menggenggamnya.
Azlan menoleh, menatap wajah Alexa yang menghadap ke arahnya. Wanita itu tertawa.
“Jangan nakal!” bisik Azlan dengan suara lemah, kantuknya masih menyerang. Matanya pun masih terasa berat.
“Kamu bener-bener luar biasa, Azlan.”
“Luar biasa untuk apa?” Suara Azlan kurang jelas. Kantuknya benar-benar sangat mengganggu.
“Untuk yang tadi malam.” Alexa mencuil dagu Azlan.
Azlan hanya tersenyum dengan mata yang terpejam.
“Ayo, bangun! Jangan tidur terus!” ujar Alexa sembari berusaha menarik tangannya, tapi sulit karena telunjuknya masih berada dalam genggaman Azlan.
__ADS_1
“Aku masih mengantuk. Apa kamu nggak ingat, tadi malam kamu yang membuatku nggak bisa tertidur? Kamu yang mengusikku setiap kali aku hampir tertidur.”
“Itulah kerjaan seorang istri. Sekarang buruan bangun!”
“Mau ngapain? Aku ingin tidur sepuluh menit lagi.” Azlan tidak bergerak dari tempatnya.
“Azlan!”
“Hm.”
“Bangun!”
“Bangun!”
“Enggak!”
Alexa kemudian bangkit bangun dan dengan gerakan kilat ia naik ke atas paha Azlan, badannya membungkuk dan ia menciumi dada Azlan yang polos. Azlan yang mengantuk pun langsung terjaga, dengan sigap ia melingkarkan kedua lengan kekarnya ke punggung Alexa kemudian membalikkan tubuh wanita itu hingga kini Alexa yang berada di bawah.
__ADS_1
“Jangan bikin aku terlalu betah di ranjang dan nggak ingin beranjak dari sini, aku hanya butuh waktu sepuluh menit dan kamu malah membuatku bertahan di sini lebih lama lagi,” ucap Azlan sembari memegang erat kedua tangan Alexa.
“Baiklah, turunlah sekarang! Akan ada scedhule baru untuk kita.”
“Apa itu?”
“Kamu sekarang suamiku, bukan lagi bodyguardku. Jadi tugasmu berbeda, yaitu tugas seorang suami.”
Azlan melepas kedua tangan Alexa kemudian beranjak turun dari ranjang menuju ke kamar mandi. Meski sebelum subuh ia sudah mandi, tapi ia masih ingin menyiram tubuhnya dengan air setelah bangun dari tidur. Ia menoleh ke arah Alexa sesaat sebelum memasuki kamar mandi, wanita itu tersenyum masih dalam posisi berbaring di kasur.
Azlan langsung mengguyur tubuhnya dengan air shower. Ia tersenyum mengenang kejadian semalam, selalu Alexa yang memulai. Setiap kali Azlan mengantuk dan matanya mulai terpejam, Alexa menjahilinya. Ada saja yang dilakukan Alexa untuk membuat Alzan tetap terjaga. Alexa mengelus-elus pipi Azlan, mencium bibir Azlan, menggelitiki Azlan, dan masih banyak cara yang dia lakukan untuk membangunkan si junior. Hingga akhirnya membuat Azlan mencetak sejarah berulang kali di ranjang dengan Alexa.
Azlan juga ingat bagaimana Alexa menjerit kecil saat pengalaman pertama itu berlangsung, Alexa bahkan meminta berhenti karena tidak kuat menahan rasa sakit, dia sempat berteriak menyebutkan beberapa menu makanan seperti yang dia lakukan saat mati lampu di dalam lift. Dan yang membuat Azlan tak akan lupa dengan sejarah malam pertamanya, Alexa menjerit kecil saat wanita itu menyentuh milik Azlan untuk menuntun dengan mata terpejam, “Gede bangeeeet…”
Sungguh, Alexa memberikan pengalaman indah yang juga lucu, membuat Azlan tersenyum membayangkannya.
TBC
__ADS_1