
Azlan melangkah keluar dari kantor pengadilan agama setelah sidang putusan. Selama satu jam sidang berjalan, Azlan tidak melihat Mekka menatapnya selama berada di dalam ruang sidang.
Langkah lebar membawanya sampai ke parkiran. Ia sudah memegangi kunci hendak memasuki mobil, namun langkahnya terhenti saat melihat Mekka yang tanpa sadar melangkah di dekatnya.
“Mekka!” panggil Azlan membuat Mekka menoleh ke arahnya.
Mekka hanya diam, menatap Azlan tanpa sepatah kata.
“Mekka, kita udah resmi pisah,” ujar Azlan agak rikuh karena merasa kaku dengan situasi sekarang.
“Seperti yang diputuskan di pengadilan tadi,” sahut Mekka dingin.
“Mekka, aku berharap kamu menemukan jodoh yang jauh lebih baik dari aku. Tuhan sudah menunjukkan siapa aku, aku bukanlah suami yang pantas untukmu.”
“Semua udah terjadi, Mas. Aku rasa nggak perlu dibahas lagi.”
“Iya, semua udah berlalu. Kuharap kita nggak perlu membahas masa lalu. Anggap kejadian diantara kita nggak pernah terjadi. Aku bukanlah siapa-siapa bagimu, anggap saja kita bisa saling kenal hanya karena sebatas kampung kita yang berdekatan.”
“Kamu nggak perlu meminta itu padaku, Mas. Aku nggak akan pernah mengakuimu sebagai suamiku,” jelas Mekka dnegan pandangan gusar. Hatinya terasa sakit sekali mendengar pengakuan Azlan.
__ADS_1
“Bukan maksudku menyakitimu, tapi aku nggak pantas diingat sebagai suamimu. Sangat nggak pantas. Dan Alexa juga nggak pernah tahu dengan hubungan kita, kuharap kamu memaklumi. Anggap kita nggak pernah menikah.”
“Masalah Alexa, itu urusanmu, Mas. Aku udah jelaskan bahwa aku nggak akan pernah mengakuimu. Sesuai kemauanmu,” ujar Mekka dengan getir.
“Kamu adalah wanita yang Tuhan ciptakan dengan sangat baik dan bahkan sempurna di mataku, aku nggak pantas untuk diingat sebagai suamimu, itu aja,” lanjut Azlan. “Mekka, sekali lagi aku minta maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang baik selama aku bersamamu.”
“Lupakan!” Mekka melenggang pergi.
Azlan menghela nafas melihat kepergian Mekka. Dilihat dari nada bicara, ekspresi dan tatapan mata Mekka, Alzan sadar sepenuhnya bahwa wanita itu merasa tersakiti dan terluka. Tapi Azlan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali minta maaf. Mekka terlalu baik untuknya, dan ia hanya bisa berharap semoga Mekka akan bahagia bersama pilihan hidupnya kelak.
Mekka berjalan menuju ke jalan, dia menghentikan taksi yang melintas dengan cara melambaikan tangan. Taksi membawanya meninggalkan area gedung pengadilan agama.
Tangis Mekka semakin pecah dan air matanya membanjir, dia sudah berusaha menahannya namun tak kuasa.
Tuhan, kenapa sesakit ini? Beri aku kekuatan.
Azlan adalah pria pertama yang membuatnya mengenal arti kata jatuh cinta. Dan kini Mekka baru tahu bahwa ternyata membenci orang yang dia cintai sangatlah berat, jauh lebih berat dari pada untuk berbuat amal.
Mekka terus mengusap air matanya, namun air matanya membandel dan tak mau berhenti. Sayatan di hatinya membuat air matanya tak putus berderai.
__ADS_1
“Ini mau kemana ya, Mbak?” tanya supir taksi agak takut-takut karena melirik penumpangnya yang tak henti menangis.
Mekka mengangkat wajah, kembali mengusap air mata di pipinya meski terus membanjir setelah telapak tangannya mengusapnya. “Belok kiri di perempatan jalan sana, Bang.”
TBC
Baca cerita terbaruku
SALAH NIKAH
ini covernya
Tulisannya di cover udah end, tapi itu cerita baruku yg masih up kok, masih anget kayak gorengan, jan sampe ketinggalan. cek deh kesono, dijamin gak kalah seru.
Gara-gara salah kamar, Zalfa jadi Salah nikah. penasaran? Hidup Zalfa berubah seratus delapan puluh derajat setelah tanpa sengaja bertemu dengan pria asing di kamar yang salah. cussss baca
Siapa yg udah baca?
__ADS_1