Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Lima Puluh Empat


__ADS_3

“O ya, besok aku akan renovasi rumah ini,” celetuk Atika dengan ringannya. “Aku ingin tampilan berbeda dengan rumah ini.”


“Renovasi apa lagi? Rumah ini baik-baik aja dan nggak membutuhkan renovasi,” sahut Alexa dengan suara standar, tanpa emosi.


“Rumah ini harus kelihatan baru. Kan yang menempati rumah ini juga orang baru. Boleh ya sayang?” rengeknya pada Joan sambil menyentuh lengan suaminya.


“Terserah kamu saja gimana baiknya,” jawab Joan.


Nah, Joan benar-benar seperti pria yang sedang dibikin bertekuk lutut oleh Atika, semua kemauan Atika dia turuti tanpa berpikir dua kali.

__ADS_1


“Tampilan depan rumah ini harus kelihatan baru,” ujar Atika. “Aku akan panggil tukang handal untuk mengerjakannya. Aku juga akan membuat taman indah di depan rumah. Aku akan pasang patung kuda atau apa saja di depan rumah supaya halaman kelihatan lebih hidup. Mm… Apa lagi ya? O ya, aku juga akan membuat air pancur di depan rumah, atau di samping saja?” Atika kelihatan berpikir.


Alexa mengesah. Berhari-hari ia menyikapi Atika dengan tenang, dan hari ini emosinya kembali naik. Jelas saja yang akan dihambur-hamburkan oleh Atika adalah uang papanya. Rumah yang sudah sangat bagus dan tidak membutuhkan renovasi akan dia renovasi hanya demi supaya tampil baru. Konyol. Sepertinya Atika sedang kekurangan pekerjaan. Alexa ingin sekali menyiram muka Atika dengan air mineral di depannya, tapi ia menahan emosinya hingga emosi di dadanya berangsur memudar. Alexa masih bisa bersabar menghadapi siapa saja, tapi entah kenapa Atika adalah satu-satunya manusia yang menjadi sumber kemarahannya tidak putus.


“Kalau kamu ingin rumah baru, seharusnya bukan di sini tempatnya. Bukankah papa udah membelikanmu rumah baru? Pergilah ke rumah itu supaya kamu bisa menikmati rumah barumu itu,” ucap Alexa dengan sneyum tipis.


Sungguh! Atika memang benar-benar sedang kekurangan gawe. Isi pikirannya tidak masuk akal.


“Bukan hanya renovasi aja untuk rumah ini, aku juga akan mengubah posisi tata ruangan ini. Semua isi rumah akan diubah sesuai dengan seleraku. Baik susunan, sofa, meja, lemari, bifet, rak, foto-foto yang terpajang di dinding, aquarium, dan semua isi rumah ini akan kuubah supaya lebih segar,” ujar Atika lagi.

__ADS_1


Alexa memutar mata. “Ya ya ya… Terserah padamu saja,” ujarnya dengan nada biasa saja. Kemudian ia meneguk air minum dan melenggang pergi. Sungguh tidak terlihat nada emosi dari ucapannya.


“Maaf jika aku usul. Benar kata Alexa, rumah ini nggak membutuhkan renovasi. Itu adalah pekerjaan yang hanya menghambur-hamburkan uang. Mubajir, boros. Lebih baik dananya untuk hal lain yang lebih berguna, boros itu lebih buruk dari maling, maling mencuri uang karena butuh, tapi pemboros malah membuang uang sementara banyak orang lain yang jauh lebih membutuhkan," sahut Azlan yang merasa ingin ikut andil mengingat kegiatan yang diniatkan Atika hanyalah pemborosan.


Atika diam saja. Entah kenapa dia tidak membalas ucapan Azlan. Manik matanya bergerak mengikuti tubuh Azlan yang berjalan meninggalkan ruang makan. Kata kata yang keluar dari mulut Azlan seperti rudal yang menembus lidahnya hingga membuat lidahnya itu kaku tak bergerak.


Joan diam saja mendengar pernyataan Azlan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2