Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Delapan Puluh Tujuh


__ADS_3

Arul mengemas buku-buku di meja kerjanya, menyulapnya menjadi bersih dari segala sesuatu yang merusak pemandangan. Kemudian ia bergegas pergi meninggalkan meja keja, turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift. Kini, hanya satu tujuannya, menghampiri cewek yang berdiri menyandar di tiang lantai basement.


Namun sebelum sampai pada gadis itu, Arul berhenti sebentar, mengusap rambutnya yang kelimis dengan telapak tangan beberapa kali, meniup telapak tangan dnegan mulut untuk mencium aroma mulutnya sendiri, kemudian mendekatkan hidung ke ketiak kiri dan kanan. Senyumnya mengembang lebar. Mulut nggak ada masalah, ketiak udah wangi, berarti sudah ready. Arul mendekati salah satu mobil lalu menatap wajahnya di kaca mobil yang terparkir, ia meringis menatap giginya sendiri. Siapa tahu ada cabe yang menghias sela gigi. Dan benar, di sela gigi ada yang menghuni, tapi bukan cabe, melainkan daun ubi. Arul memang pria unik, ia memiliki pendapatan yang lumayan, hidup di tengah kalangan kelas elit, namun sayur kesukaan adalah daun ubi. Dan itu tidak berubah meski lidahnya sudah sering mengunyah makanan lezat kelas atas. Ya ampun.


Arul mencungkil kumur-kumur dengan sebotol air mineral yang dia bawa. Lalu kembali meringis dan melihat di kaca mobil giginya sudah bersih. Ia buru-buru menutup mulut saat kaca mobil tempatnya berkaca itu tiba-tiba menurun dan sosok di dalam mobil pun menyembul. Entah siapa wanita di dalam mobil tersebut. Dia berdehem sambil geleng-geleng kepala.


Arul spontan balik badan dan melangkah cepat meninggalkan mobil dengan wajah merah padam. Ekspresinya yang canggung pun diubah menjadi lebih rileks saat posisinya semakin mendekat dengan gadis yang menyandar di tiang basement. Tak lain Jesy.

__ADS_1


“Hai!” sapa Arul agak kikuk. Sesekali membasahi bibirnya sendiri.


“Hai!” Jesy tersenyum.


“Apa kita akan jalan-jalan?” Arul merutuki dirinya sendiri. Pertanyaan konyol macam apa itu? rasanya jadi seperti orang ****. Kenapa harus bertanya demikian? Bukankah seharusnya dia yang mengambil keputusan akan membawa Jesy kemana? Lalu kenapa malah memberi pertanyaan seperti itu kepada Jesy?


“Ooh… Ayo kita keluar dari sini. Aku akan mengeluarkan mobil.” Arul berlalu pergi menuju ke tempat mobilnya terparkir.

__ADS_1


Ini adalah kesekian kalinya Arul bertemu dengan Jesy. Tapi entah kenapa sampai kini ia masih belum bisa mengutarakan cintanya kepada Jesy. Lidahnya terasa kaku, jantungnya berdetak tak karuan, dan suhu tubuhnya menjadi panas dingin. Mengungkapkan cinta pada gadis yang disukai bukanlah hal mudah baginya. Namun tidak butuh waktu lama untuknya mengungkapkan cinta pada sembarangan gadis.


Arul tidak tahu jika sikapnya itu justru dinilai berbeda oleh Jesy. Gadis itu mengira kalau Arul hanya sebatas PHP saja, pria itu mendekatinya sebatas untuk mencari sensasi semata. Sebab setiap kali Jesy menyinggung perihal hubungan mereka, Arul selalu saja bersikap pura-pura tidak tahu. Ada banyak tipe pria di dunia ini, yang terkadang mendekati wanita semata-mata hanya sebatas ingin bersenang-senang saja, ada juga yang hanya ingin mendapatkan manisnya saja kemudian akan ditinggalkan saat keinginannya sudah tercapai, ada yang benar-benar tulus menyayangi, ada juga yang bersikap perhatian pada seluruh wanita hanya untuk mencari perhatian para wanita, dan masih banyak lainnya. Jesy menganggap Arul termasuk kepada kategori pria yang hanya ingin mencari sensasi semata. Meski demikian, Jesy masih bisa bersabar untuk tetap mengikuti kemana arah hubungan yang dibawa oleh Arul sebelum ia mengetahui jawaban yang sebenarnya dari pria itu.


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2