Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tiga Puluh Empat


__ADS_3

Alexa terbangun dan menggeliat. Buku yang semalaman dia baca, menangkup di wajahnya. Tangannya terangkat dan menyingkirkan buku dari wajah, kemudian terduduk. Rambut panjangnya terjatuh dari atas dan menutup sebagian wajahnya. Rambut itu tetap terlihat licin dan kembali seperti semula meski ia baru saja bangun dari tidur. Alexa meniup rambut yang menutupi sebagian wajahnya, rambutnya itu terbang dan kembali menutupi sebagian wajahnya. Kemudian ia menyingkirkan rambutnya itu dengan mengusapnya ke belakang.


Ya ampun, Alexa ingat telah menghabiskan waktu membaca sampai jam empat pagi. Kemudian ia mendapati diri dalam keadaan ditimpa buku saat matanya terbuka. Ini semua gara-gara Azlan. Dan ia hanya bisa tertidur selama kurang lebih dua jam gara-gara buku.


Alexa menyibakkan selimut dari tubuhnya dan melirik ke samping. Bantal Azlan kosong. Pria itu tidak pulang selama ia terjaga hampir semalaman. Ia ingat ada banyak kalimat yang cukup menusuk dan menampar dirinya. Tentang mayoritas penghuni neraka adalah wanita, tentang azab untuk wanita yang tidak mau menutup aurat, tentang perintah berhijab, juga tentang kewajiban istri. Di dalam buku itu juga menjelaskan apa-apa saja kewajiban suami yang ternyata jauh lebih besar pertanggungjawabannya jika dibandingkan wanita yang hanya dituntut untuk taat saja pada suami. Ada banyak poin yang wajib dilakukan oleh suami dan menurut Alexa itu sudah dilakukan oleh Azlan.


Azlan benar pada bagian depan buku kebanyakan menjelaskan tentang azab dan neraka, namun di bagian akhir menyajikan tulisan yang begitu indah tentang surga.


Alexa meletakkan buku ke nakas. Kemudian bangkit bangun dan menghambur ke kamar mandi.


Usai mandi, Alexa menuju ke lemari. Tujuannya tentu saja tak lain untuk mencari pakaiannya. Ia mengambil sehelai dress kemudian bergegas mengenakannya. Namun kemudian ia kembali melepas dress tersebut esaat setelah ia berdiri di depan cermin dan melihat pemandangan yang dipantulkan dari dalam cermin. Garis di dadanya sedikit terlihat akibat leher baju yang lebar dan menurun. Dress yang diciptaan tanpa lengan itu juga membuat lengan jenjangnya terlihat. Alexa ingat pesan Azlan yang berkali-kali mengingatkannya supaya menutup aurat. Alexa kini sadar, ternyata Azlan mengatakan hal itu bukan karena alasan kalau tubuh Alexa hanya untuk Azlan seorang, melainkan karena perintah yang tertulis di dalam kitab.


Bukankah Azlan pernah bilang akan menyita semua pakaian seksinya dan memberikannya pada orang lain? Tapi pada kenyataannya Azlan tidak melakukan hal itu. mungkin Azlan sedang menguji dirinya. Alexa tersenyum mengenang hal itu.


Oke, Alexa mengganti dengan baju lengan sepanjang siku, serta celana panjang. Setelah meyakini kalau penampilannya tidak akan diprotes oleh Azlan, ia pun keluar kamar dengan penampilan rapi, wangi dan cantik.


“Weni!” panggil Alexa sambil menuruni anak tangga.


“Ya, Non!” Weni yang kebetulan sedang melintas di ruangan yang sama pun mendekati majikannya.

__ADS_1


“Lo pergi ke kamar gue dan ambil baju-baju gue yang keliatannya seksi. Pokoknya baju-baju yang bikin betis dan lengan gue keliatan, lo ambil dan kemas ke koper.”


“Trus mau untuk apa, Non? Kok, dikemasin?”


“Dikasih ke orang. Soalnya gue nggak pakai lagi.”


“Serius, Non? Bukannya baju-baju Nona mayoritas seksi semua ya? kalau dikasihin ke orang semua, tentu baju-baju Nona tinggal sedikit.”


“Gue mau suruh Azlan belanja baju yang baru aja. Biar dia yang tentuin dan beliin baju buat gue.”


“Ooh...”


“Ya udah pergi sana!” titah Alexa yang melihat Weni malah terbengong entah memikirkan apa.


Alexa berjalan menuju ruang makan. Perutnya terasa sangat lapar dan ingin segera menyantap sarapan pagi. Langkah Alexa terhenti ketika sudah menginjak ruang makan, ekspresinya berubah kesal melihat Atika yang tengah tertawa cekikikan di meja makan bersama papanya, Joan.


Melihat Atika yang menatap ke arahnya, nafsu makan Alexa mendadak enyah dalam hitungan detik.


TBC

__ADS_1


Poin dwongs... Mana nih yang sumbangin poin? Hu huuuu...


Aku ambil cerita ini dari kisah seseorang, dan anggep aja nama temenku itu adalah Ata.


Di kisah yg sebenernya, sebenernya tuh suaminya Ata kepergok udah nikah lagi disaat yang kebetulan, mungkin emang udah takdir sih. Ata melihat anak kecil memanggil 'ayah' pada suaminya yang waktu itu lagi liburan ke subuah tempat rekreasi. Di tempat rekreasi itu suaminya Ata menjadi korban serempet mobil pas lagi jalan menuju lokasi rekreasi. Jadi semua orang pada ngumpul ngeliat korban. Termasuk si istri kedua dan anaknya yang juga ikutan ngeliat korban dari dekat. Awalnya Ata ya nggak percaya anak kecil itu manggil ayah ke suaminya. Bagai kesambar petir, Ata mesti sakit hati banget pas tau ternyata bocah yang umurnya cuma beda enam bulan dari anaknya itu memang anak dari suaminya.


Sedih bangetlah pokoknya.


Tapi kalau aku bikin kisahnya sama kek gitu, aku yakin pada nangis bombay. And than aku putuskan untuk bikin kisah ini jadi melenceng dari kisah yg sebenernya dan mengakhiri kisah poligami ini.


Nah kurang baik apa lagi aku coba? ini efek dari para wanita yang pada anti poligami jadi mesti belokin plot. wk wk wk... Dari pada aku diteror kuali, sutil, serokan atau apalah gitu gara gara nulis kisah Azlan yang punya istri dua, jadi aku saranin kuali dan peralatan masak disimpen baik baik dan digantungan dapur. bisa berabe kalo para suami gk dimasakin gegara ini kan. wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk wk (kepanjangan iih)


Aku juga wanita jadi aku gak kuat kalau ngeliat Alexa yang juga wanita disakitin. (segitunya... 🙈)


Satu lagi, ini cuma pertanyaan, apa perasaan kalian saat tahu seseorang yg kalian cintai ternyata diam diam memiliki anak dari wanita lain? Dan hal itu udah tersimpan rapi selama bertahun tahun lamanya?


Itulah yg dialami Ata. Bukan perselingkuhannya yg bikin dia merasa sangat sakit, tapi kepercayaannya pada suami yg dia lihat sangat sopan dan baik hati itu disalah gunakan. Siapa yg sangka jika pria yg perhatian, penyayang, dan penuh kasih sayang ternyata juga memberikan perhatian dan kasih sayang yg sama pafa wanita lain?


Kisah mereka jadi begitu juga karena suaminya bekerja di luar daerah dan mereka hanya bertemu tiga bulan sekali, setiap suaminya cuti bekerja.

__ADS_1


Yaah kok malah curhat. Aku sendiri soalnya sedih sih denger kisahnya dia, dan dia minta untuk menuangkannya ke tulisanku. Tapi kalian udah pada protes duluan sebelum kisah ini kutulus, gimana bisa aku bikin kisahmya srperti kisah yg dialami Ata?


Sekarang giliran kalian berbaik hati ke aku, POIIIIN MANA POIN? Sumbangkan poin untuk mendukung cerita ini, okeeh?


__ADS_2