Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Lima


__ADS_3

“Aku akan Tanya Sunil, seingatku, dia yang mengantar Azlan ke bandara waktu itu.” Alexa menempelkan ponsel ke telinga menunggu lawan bicaranya menjawab telepon. “Halo Sunil, setelah kamu mengantarku ke panti rehabilitasi, kamu langsung mengantar Azlan ke bandara kan?”


“Iya, benar, Nona. Tapi Tuan Azlan menyuruh saya pulang ke rumah naik taksi sebelum kami sampai ke bandara. Jadi saya nggak tahu kepergian Tuan Azlan. Soalnya mobilnya dibawa oleh Tuan.”


“Oke.” Alexa memutus sambungan telepon. “Artinya Azlan pergi membawa mobilku. Kemana dia? Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia nggak kembali? Yakub, cepat cari tahu dimana keberadaan Azlan. Aku takut terjadi hal buruk padanya. Kalau kamu nggak dapet informasi tentangnya, aku akan lapor polisi untuk mengetahui keberadaannya.”


“Aku akan coba cari tahu melalui bunda Dinda.”


“Pergilah!”


Yakub meninggalkan ruangan Alexa. Ia langsung menuju ke ruangan Arul. Saat itu, Arul sedang main game.


“Rul!” panggil Yakub.


“Hm.” Pandangan Arul tetap asik ke layar ponsel. Kedua jempolnya menggeser-geser layar.


“Rul! Berhenti main game!”


“Udah. Ngomong aja. Lu mentang-mentang jadi atasan gua trus main perintah-perintah aja lu. Cepetan ngomong apa? Gue denger, kok.”

__ADS_1


Yakub menoyong kepala Arul membuat kepala itu terayun sebentar. “Ini penting. Gue minta nomer ponsel Bunda Dinda.”


“Bundanya Azlan?”


“Iya.”


“Entar dulu.”


“Sekarang!”


“Nanti game gue mati, lagi seru-serunya juga.”


“Elah, dikit lagi gue menang, Kub. Lo nggak bia banget ngeliat gue seneng.”


Yakub tidak memperdulikan. “Nama Bunda Dinda siapa di sini?”


“Mmm… Siapa ya?” Arul mengingat-ingat sambil mengetuk-ngetukka telunjuk ke pelipis. “Cari sendiri deh, lupa gue..”


Yakub menscrol nama-nama di kontak dan ia tidak menemukan nama yang dicari. “Nggak ada,” ucap Yakub sambil meletakkan ponsel ke meja. “Lo cari gih.”

__ADS_1


Arul mengambil ponselnya dan mencari nama yang diminta. “Astaga, lu kurang kerjaan banget. Jam kerja begini nyariin nomer Bunda Dinda. Halaaah..” gerutu Arul sambil mencari-cari nama yang dimaksud. “Udah nggak ada, Kub. Gue kan udah ganti ponsel baru. Kayaknya nomernya tersimpan di memori telepon. Ya udah, tunggu Bunda Dinda nelepon ke sini baru lo dapet nomernya.”


“Ya Tuhan.” Yakub mengesah.


“Lu Tanya aja sono sama Azlan, dia kan pastinya udah balik tuh dari Riau. Gue liat yang lain udah pada balik tuh.”


Yakub tidak menanggapi. Ia pergi kemudian menuju ke ruangan Alexa, ingin mengabari kalau ia tidak mendapatkan nomer ponsel ibunya Azlan. Namun ia tidak mendapati Alexa di ruangannya.


Alexa tengah berada di dalam lift yang bergerak turun ke lantai bawah. Ia melenggang keluar saat pintu lift terbuka. Di lantai satu, tepat di ruangan resepsionis, para karyawan hilir-mudik sibuk pada pekerjaan masing-masing. Tiba-tiba kesibukan mendadak terhenti dalam satu waktu, seperti disulap oleh peri dongeng hingga semua orang yang ada di ruangan itu menghentikan kegiatan masing-masing dan tatapan mereka tertuju ke satu titik. Termasuk Alexa, yang juga berhenti menatap ke objek yang sama, yaitu sosok pria berbaju biru dengan topi seragam warna senada dan di punggungnya tertulis kurir JNB, tengah membawa satu dus besar paket dari kantor cabang yang dikirim untuk perusahaan tersebut. Pria itu memberikan paket kepada resepsionis dan membawa kertas bukti tanda terima yang telah ditandatangi oleh si penerima dan melenggang pergi melewati Alexa begitu saja, tanpa menoleh sedikit pun.


“Itu kan Tuan Azlan.”


Celetukan mulut karyawan itu membuat Alexa tersadar dari bengongnya dan kemudian ia berlari mengejar Azlan yang sudah berada di luar pagar hendak naik motor.


TBC


Ini tuh ceritanya kuambil dari kisah nyata, dia orang terdekatku mengalami kejadian ini. dia ada di posisi Alexa. hanya aja, setting, status pekerjaan, nama-namanya aja yang kuubah. Ada juga kisah yg kubedakan biar kalian gak nangis bombai, kalo ngikutin cerita yg sesungguhnya sih akan jauh lebih miris dan jauh lebih drama. kenyataan, kisah yg kayak drama itu ada di kenyataan.


Kejadiannya tuh bener-bener kebetulan banget, sama persis kayak kisah Alexa. Dia memang pecandu narkoba sejak SMA, dan berhenti saat udah nikah. Trus panjang deh ceritanya, entar kalo aku ceritain disini kalian udah tau endingnya. 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2