Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Empat Puluh Enam


__ADS_3

Bunda menatap Alexa dengan pandangan bersahaja, seulas senyum masih terbit di wajahnya. “Alexa, Azlan, bunda nggak perlu memikirkan masa lalu kalian, yang menikah tanpa minta restu dan ijin dari bunda. jujur saja bunda kecewa dengan kejadian itu. Tapi semua sudah terjadi, dan sekarang bunda nggak perlu lagi memikirkan masa lalu, kita hanya perlu memikirkan masa depan. Ada banyak hal yang mungkin bisa terjadi dalam kehidupan berumah tangga, entah itu perkara yang membuat pasangan berselisih paham, entah itu perkara masa lalu yang mungkin bisa menjadi masalah baru, atau mungkin hal-hal sepele yang terkadang dipermasalahkan, dan banyak lainnya. Bunda harap kalian bisa menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin, dengan dewasa dan dengan cara baik-baik. Yang sekarang kalian hadapi bukanlah orang lain, melainkan pasangan hidup yang tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Ingat, tetaplah dewasa dalam mengatasi masalah.”


Mendengar petuah bijak yang disampaikan Bunda Dinda, Alexa merasa terharu. Karena ternyata sosok mertua yang kata orang galak dan beringas, tidak dia dapatkan dari bundanya Azlan. Ia juga tidak menyangka jika ternyata Bunda Dinda dengan berbesar hati menerima dirinya sebagai menantu yang telah menikah dengan putranya tanpa sepengetahuannya.


“Ya sudah, bunda ke belakang dulu. Mau matiin air. Tadi bunda ngidupin air, takutnya melimpah,” ujar Dinda.


Alexa mengangguk.


Azlan dan Alexa bertukar pandang setelah kepergian bunda Dinda. Azlan tersenyum.


“Apa yang kamu takutkan nggak terjadi kan?” ucap Azlan.


Alexa tertawa girang. Betapa riang dia diperlakukan sebaik itu oleh budna Dinda. Tak lama kemudian ponsel Alexa bordering. Wanita itu mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Ia berbicara sebentar kemudian menutup telepon.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya Azlan melihat alexa mengerutkan dahi seusai menjawab telepon.


“Aku harus segera kembali ke kantor, ada yang urgent, mengenai email yang tadi pagi yang kupending.”


“Ooh… Ya udah, kita balik sebentar ke kantor, yuk.” Azlan bangkit berdiri.


“Tapi aku belum sempet ketemu adik-adikmu,” sergah Alexa yang berharap bisa bertemu dengan adik-sdiknya Azlan.


“lain kali kan bisa. Ada banyak waktu untukmu bisa bertemu dengan mereka. Tapi kerjaan yang urgent nggak bisa dipending dan diganti dnegan waktu lain.”


“Aku ke belakang panggil Bunda untuk kita pamitan.” Azlan melenggang meninggalkan Alexa. Ia menelusuri ruangan sampai ke dapur dan mendapati bundanya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Bunda!” panggil Azlan membuat arah pandang Dinda tertuju ke wajahnya.

__ADS_1


“Ya, Nak?”


“Aku dan Alexa mau pulang dulu. Kami akan sering kemari untuk menjenguk Bunda.”


Dnda tidak menjawab, tatapannya tertuju ke mata Azlan tanpa kedip. Azlan menemukan sesuatu yang berbeda dari tatapan bundanya.


“Ada apa, Bun?” tanya Azlan.


Dinda mendesah, melepas nafas berat. “Azlan, jujur saja Bunda kurang bersimpati pada Alexa. Dia bukan wanita yang Bunda harapkan menjadi menantu Bunda. dan bukan wanita seperti Alexa yang bunda inginkan untuk menjadi menantu Bunda.”


Azlan tertegun mendengar ucapan bundanya. Ia menelan ludah dengan snagta sulit. “Bun, bukankah bunda sendiri yang tadi bilang kalau aku dan Alexa adalah sepasang suami istri dan kami harus memperkuat ikatan ini?”


“Benar. Bunda nggak bilang supaya kamu meninggalkan Alexa. bunda hanya mengungkap kejujuran yang sebenarnya. Kalau kamu bertanya apakah Bunda menyukai Alexa, maka Bunda akan menjawab bahwa Bunda nggak menyukainya. Tapi kenyataannya sekarang Alexa sekarang adalah istrimu.”

__ADS_1


“Dan bunda harus menerima dia apa pun keadaannya,” lembut Azlan mengharap keridhoan bundanya. Meski bundanya mengaku tidak menyukai Alexa, namun Azlan cukup salut dengan kebesaran hati bundanya yang sanggup menyambut kedatangan Alexa dengan sangat baik. Bahkan memberi petuah supaya mereka harus mempererat ikatan pernikahan dengan kedewasaan. Ini membuktikan kalau bundanya tetap mengharap pernikahan mereka tetap utuh meski sejujurnya beliau tidak menyukai Alexa.


TBC


__ADS_2