
“Kebetulan kita bertemu di sini.” Kikan tersenyum lebar. “Jadi saya tidak perlu memasuki ruangan Nona Alexa untuk membahas sesuatu. Jadi, saya disuruh Tuan Joan untuk membuat laporan keuangan mengenai proyek baru. Tentunya bersama Anda.”
“Kau ke ruanganku saja nanti. Berikan data jadinya padaku lengkap dengan data mentahnya biar kukoreksi.” Alexa penuh dengan penegasan.
“Eh… Kenapa Anda hanya mengoreksi? Sesuai perintah Tuan Joan, kita mengerjakannya berdua. Saya harap, Anda tidak hanya mau enaknya saja.”
Prang!
Nampan di tangan Kikan terjatuh ke lantai sesaat setelah Alexa menampiknya dengan kuat. Sebelum mendarat di lantai, piring, gelas di atas nampan melayang terbang lalu turut berserakan di lantai.
“Sial!” Kikan mengumpat kesal menatap kuah sate yang menetes di pipinya. Tangannya terangkat dan mengambil satu tusuk sate yang nyangkut di rambutnya. Ia menatap Alexa sangar.
“Jaga bicaramu! Aku bisa menggoreng hidungmu jika aku mau!” Alexa melewati Kikan sambil menyenggol bahu Kikan hingga bahu wanita itu terhuyung mundur. Alexa sedang merasa galau tingkat akut, dan ia malah dipertemukan dengan Kikan yang bicara sesuka hati, akibatnya emosi Alexa semakin naik. Alexa masih belum bisa mengontrol emosi meski sudah belajar sabar.
“Dia benar-benar gila!” Kikan merutuk sambil membersihkan wajahnya dengan tisu. Pandangannya berkeliling menatap orang-orang di sekitar, sejurus mata menatap ke arahnya. “Hei, kenapa lihat-lihat? Apa lucunya aku sampai kalian melihatku seperti itu?” Kikan menggeram kesal.
Jesy terkekeh melihat rupa Kikan yang seperti badut kecemplung got. Namun ia langsung menutup mulut dengan telapak tangan saat Kikan menoleh ke arahnya dengan tatapan horror. Jesy lari ngibrit meninggalkan mejanya dan mengejar Alexa. dia mengikuti Alexa menuju ke lantai atas.
__ADS_1
Alexa menghampiri meja sekretarisnya, tak lain Arul. “Jika Kikan datang menemuiku, katakan padanya aku sudah pulang. Suruh dia mengerjakan laporan dan kirim kepadaku via email.”
Arul mengangguk patuh.
Alexa balik badan. Ia menatap Jesy yang berdiri di sisinya. “Gue mau pulang. Ayo kalo mau pulang barengan sama gue.”
“Eh lah, tapi anu…. Gue ini…” Jesy kemudian garuk-garuk kepala sambil melirik Arul.
Alexa yang mendapati gelagat aneh pun mengikuti arah pandang Arul. Pria itu kepergok sedang memberi isyarat kepada Jesy dengan menggunakan gerakan tangan. Dan Arul langsung menurunkan tangan ke meja begitu pandangan Alexa tertuju kepadanya.
Alexa tidak memahami maksud gerakan tangan Arul, namun ia mengerti kalau Arul sedang dekat dengan Jesy.
Arul pun diam menunduk.
“Ya sudah, aku pulang dulu. Kau jaga Jesy baik-baik. Kalau kau mau, antarkan saja dia pulang!” ucap Alexa ringan pada Arul, membuat Arul hanya bisa mengangkat sedikit wajah tanpa menjawab.
“Thanks, Lexa. Lo paham banget sama situasi kami.” Jesy nyengir.
__ADS_1
“Apa Nona mengijinkan saya keluar sebentar untuk urusan bersama Jesy?”
“Why not? Tapi, hanya dua puluh menit.” Alexa kemudian melenggang pergi meninggalkan Jesy dan Arul yang bertukar pandang.
***
Alexa merebahkan tubuhnya di sofa panjang sesaat setelah melempar tas ke sofa sisinya. Ia pulang kerja naik taksi, meninggalkan Azlan yang mungkin akan kecarian saat pulang kerja nanti.
Alexa mencari hiburan dengan membuka ponsel. Video yang diunggah beberapa menit yang lalu saat ia berada di mobil dalam perjalanan pulang, dibanjiri oleh serbuan komentar yang mayoritas adalah komentar positif. Walaupun masih saja ada netizen yang berkomentar buruk, namun Alexa tidak peduli. Bagaimana mungkin postingannya tidak dibanjiri komentar, di perjalanan pulang tadi, Alexa sengaja mampir ke butik dan membeli sebuah jilbab petak yang kemudian dilipat menjadi segi tiga. Selama Alexa memasang jilbab dengan susah payah, selama itu video berlangsung dan kemudian diunggah ke instagram. Hasilnya, jilbab sedikit berantakan karena Alexa belum fasih menjepit jilbab bagian bawah dagu menggunakan bros. Ada kesan tersendiri baginya memasang jilbab segitiga dibanding dengan jilbab yang langsung sorong. Seni dari jilbab tersebut terasa indah saat melilit-lilitkannya. Begitu menurut pikirannya.
Di akhir video, Alexa bertanya pada, “Gimana gaes? Aku cocok nggak pakai jilbab?”
Pertanyaan itu tentu saja mengundang serbuan komentar. Bahkan ada banyak followersnya yang menyinggung dan menyebut-nyebut nama Azlan. Salah satunya, ‘Ini pasti berkat Mas Azlan akhirnya Alexa ada niat untuk hijrah. Secepatnya jadi hijaber ya, dan semoga istiqomah’.
Mata Alexa terasa berat setelah lama membaca komentar yang terus masuk. Tanpa sadar, matanya terpejam dan ponselnya pun terlepas dari genggaman dan tergeletak di atas perutnya.
***
__ADS_1
TBC