
Azlan mengesah mengingat Alexa yang kini masih berada di kamar tamu. Apakah langkah yang dia lakuka sudah tepat? Apakah dia berdosa? Azlan bahkan tidak tahu perbuatannya itu salah atau benar.
Tiba-tiba Azlan ingat Yakub. Ia menelepon Yakub dan meminta pendapat sahabatnya itu. Ia yakin pikiran Yakub benar-benar jernih hingga hatinya dituntun oleh yang Maha Kuasa saat mengeluarkan pendapat. Sahabatnya yang satu itu seorang hafiz, paham dalil dan hadis. Hampir semua hadis ada di susunan rak bukunya mulai dari yang shahih sampai yang dhaif. Dia mempelajari tafsir Qur’an bertahun-tahun lamanya saat menuntut ilmu di Libya.
Kemudian Azlan menceritakan kondisi yang sekarang menimpanya, hingga kini ia harus terjebak dalam situasi itu bersama Alexa.
“Gue menjemput resiko besar kalau sampe bokap Alexa tahu soal ini,” ucap Azlan.
“Lan, semua tergantung antum. Islam melarang segala bentuk kerusakan dan keburukan, itu antum pasti tau. Nih ana kasih satu gambaran tentang satu ayat, sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat maksiat dan keji, dan mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui. Nah, di ayat yang agung ini jelas, bahwa semua perbuatan maksiat yang dilarang dalam agama merupakan ajakan setan untuk memalingkan manusia dari jalan Allah. Antum juga pasti udah tau seperti apa besarnya kerusakan dan fitnah yang akan timbul oleh perempuan terhadap laki-laki. Mengingat fitnah yang paling berbahaya bagi kaum laki-laki adalah hal itu tadi.”
__ADS_1
“And than?” tanya Azlan dengan dahi mengernyit.
“Islam melarang segala bentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, kecuali dalam batasan-batasan sempit yang diperbolehkan dalam syariat Islam. Semua hubungan tidak halal antara perempuan dan laki-laki bisa mengantarkan kepada perbuatan zina dan penyimpangan akhlak lainnya. Na’dzu billahi min dzaalik.”
“And than?”
“Jadi kalau antum bawa Alexa ke rumah antum, maka antum mesti ingat tentang besarnya fitnah jika sampai terjadi hal-hal yang bersumber dari hasutan setan.”
“Gue malah jadi pusing dikerjain Alexa. Andai aja gue nggak ketemu dia, gue nggak akan dibebani masalah begini, kan?”
__ADS_1
“Jangan berandai-andai, nggak baik. Ana mengerti posisi antum sekarang. Meski Islam melarang segala bentuk hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, disamping itu Allah juga melarang perbuatan keji. Antum bisa lihat di surat An-Nahl ayat 90. Dalam ayat yang mulia itu, menunjukkan bahwa semua perkara yang dilarang Allah pasti membawa keburukan, dan perkara yang diperintahkan Allah pasti membawa kepada kebaikan dan kemaslahatan. Pilihlah, mana yang menurut antum lebih baik? Kalau antum nggak mau nolongin nyawa Alexa, apakah itu termasuk perkara yang diperintahkan Allah?”
Azlan mengangguk, akan ada catatan perbuatan keji dalam sejarah hidupnya jika dia tidak mau menolong Alexa, atau bahkan membiarkan gadis itu dalam kematian.
“Semua tergantung niat antum, Azlan.”
Lagi, Azlan mengangguk. Dia harus mengambil keputusan sendiri. karena resiko dari perbuatannya, hanya dia yang akan menanggung.
“Semua yang udah terlanjur terjadi nggak usah disesali. Intinya, benahi diri aja. Insaf sama kelakuan yang nggak bener. Jangan sampe perbuatan yang nggak bener diulang lagi. Ya udah, antum tidur gih. Udah malem ini.”
__ADS_1
“Hm.” Azlan menggeser tmbol merah. Dia meletakkan ponsel ke sisi tidurnya, kemudian matanya terpejam.
***