
Alexa menoleh ke arah Azlan yang berdiri di sisinya. “Azlan, kamu tunggu sebentar ya, aku ada meeting sebentar.”
“Baik. Aku menunggumu di lobi.”
“Jangan. Kamu akan bosan di sana. Tunggu aja di ruangan Arul atau Yakub.”
“Baik.” Azlan pergi.
Alexa masuk ke ruangannya. Ia mengambil berkas-berkas untuk meeting kemudian ia bergegas menuju ke ruangan meeting.
Seluruh kursi di meja panjang khusus rapat di ruangan meeting sudah ditempati, kecuali kursi milik Alexa. Dia duduk di kursi kosong tersebut sesaat setelah mengucapkan kata ‘selamat pagi’.
Rapat dibuka oleh Syafiqa, sekretaris direktur. Dengan gaya bahasa dan kecerdasannya dalam berbicara, Syafiqa memulai rapat dengan singkat, padat dan jelas.
Seluruh yang hadir menatap ke wajah cantik gadis itu. Entah sudah takdir atau bagaimana, karyawan di sana mayoritas memiliki fisik menarik. Untuk yang sedang mencari jodoh, bakalan bingung mau pilih yang mana.
__ADS_1
Kecerdasan Syafiqa juga merupakan salah satu alasan yang membuat Pak Joan merasa tertarik mengangkat Syafiqa menjadi sekretaris direktur setelah sekretaris lama resign.
Alexa menyimak pendapat para staf yang berasal dari kantor central dan disahuti oleh pimpinan perusahaan-perusahaan cabang.
Setelah mengambil kesimpulan, Alexa mulai angkat bicara. Sambil berbicara, dia menyerahkan map pada Syafiqa yang duduk di sebelahnya.
Sudah mengetahui tugasnya, Syafiqa langsung membuka map lalu menarik isinya keluar. Sayangnya bukan kertas yang tersentuh dan tertarik oleh tangannya.
Seluruh yang hadir, terbengong melihat selembar foto Azlan di tangan Syafiqa.
Ya ampun, Alexa lupa menaruh foto itu di sana. Gara-gara mengagumi Azlan, ia sampai ngeprint foto yang dia dapatkan melalui sosial media itu. Dan ia sampai lupa kalau foto itu dia letakkan di dalam map. Peristiwa bermula ketika ia tengah menatap wajah di foto itu, dan Syafiqa masuk ke ruangannya mengakibatkannya dengan kilat memasukkan foto ke dalam map.
Ditengah senyuman seluruh yang hadir, terdengar bisikan saling sahut yang membuat Alexa menarik nafas panjang.
“Itu kan foto Azlan?” salah seorang menyeletuk. “Mantan karyawan di sini.”
__ADS_1
Foto yang ditemukan di dalam map milik Alexa, semakin memperkeruh isu yang berkembang.
Mulai saat itu, tatapan semua bawahan Alexa terlihat berbeda. Entah itu hanya perasaan Alexa, atau memang begitu adanya.
Jika semua orang sibuk menggosipkan Azlan dan Alexa, lain halnya dengan Arul yang saat itu tengah duduk berdua dengan Azlan di ruangannya. Sahabat Azlan itu malah tertawa ngakak. Menertawakan nasib Azlan yang semakin keruh dan menjadi bahan gosip. Bahkan Arul menghabiskan waktu bermenit-menit lamanya hanya untuk tertawa di hadapan Azlan.
“Arul, lo ingat sekarang lo di mana? Lo berada di ruangan kerja, jadi jangan terbahak-bahak.” Azlan menatap Arul yang terbahak sembari memegangi perut. “Jangan ketawa terus, Rul! Ketawa yang berlebihan itu nggak baik!” Azlan tak habis pikir, nasibnya malah menjadi bahan bulian Arul. Setiap kali ia bertemu Arul, temannya itu tak henti membahas tentang dirinya.
“Gue curiga lo udah ngapa-ngapain sama nona Alexa.”
Masihitu terus yang dibahas oleh Arul. Entah apa isi di kepalanya, rasa penasarannya terhadap Alexa sangat tinggi.
Azlan mengingat-ingat kejadian di dalam lift. Tangisan Alexa terdengar sangat pilu, apa yang sebenarnya telah membuat gadis itu sepilu itu? Apakah hanya sebatas takut gelap? Atau…
TBC
__ADS_1