Suami Sensasional

Suami Sensasional
Dua Puluh Enam


__ADS_3

Alexa belum pernah merasakan patah hati, tapi sekarang ia tahu bagaimana rasanya patah hati. Pria yang bukan kekasihnya, bahkan telah mampu membuatnya merasa teraniaya. Ia merasa aneh pada perasaannya sendiri, sosok Azlan yang baru saja ia comblangin untuk Jesy, tiba-tiba malah dia harapkan menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dan perasaan yang tadinya biasa saja terhadap Azlan, tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam hitungan singkat. Apakah karena ia melihat Azlan bercumbu dengan gadis lain, lantas ia baru sadar kalau sebenarnya ia sudah menaruh hati pada Azlan?


Alexa melirik Azlan di sisinya yang terlihat gusar dan menyetir mobil dengan sangat kencang.


“Apa ada yang kamu kejar?” tanya Alexa heran.


“Kepalaku pusing, nona. Kita harus segera sampai ke rumah karena aku ingin segera beristirahat.”


“Jangan sampai nabrak orang ataupun kendaraaan lain. Aku akan menghukummu jika itu sampai terjadi.”


“Semoga enggak.”


“Aku masih perawan, dan aku belum mau mati sekarang. Kamu yakin aku aman dengan kendaraan selaju ini?”

__ADS_1


“Saya jamin aman.”


Alexa mengangguk, cukup salut dengan kelihaian pria itu dalam menyetir.


Sesampainya di rumah. Azlan turun dari mobil sebelum nonanya turun.


“Aku duluan, nona,” ucap Azlan kemudian melenggang pergi meninggalkan Alexa.


“Hm.” Alexa asik dengan ponselnya. Manik matanya kemudian melirik Azlan yang setengah berlari memasuki rumah dengan gerakan terburu-buru.


Tangan mungilnya menjulur menyentuh handle pintu dan membukanya. Ia memasuki kamar, tak perduli saat itu Azlan tengah membuka pakaian hendak mandi. Pria itu sudah bertelanjang dada, bajunya sudah dia tanggalkan. Sontak gerakan tangannya yang tengah membuka ikat pinggang pun terhenti. Pandangannya tertuju ke arah Alexa yang memasuki kamarnya.


“Ini ponselmu tertinggal di mobil.” Alexa menunjukkan ponsel di tangannya.

__ADS_1


Azlan hanya diam dengan ekspresi menegang menatap Alexa yang melintasinya.


Alexa meletakkan ponsel ke atas ranjang, kemudian balik badan. Namun di langkah pertama meninggalkan lantai dekat ranjang, kaki Alexa terpeleset akibat menginjak kaos Azlan yang teronggok di lantai hingga tubuhnya terhuyung hendak jatuh.


“Aaaa…” Alexa berteriak histeris membayangkan tubuhnya terhentak di lantai.


Dengan sigap Azlan menangkap tubuh Alexa dan berusaha menyeimbangkan tubuh gadis itu supaya tidak terhentak di lantai. Hanya dalam hitungan detik saja tubuh Alexa bertahan dalam dekapan kedua lengan kokoh Azlan, karena di detik berikutnya kepala Azlan terasa sangat berat dan bertambah pusing hingga ia tidak bisa menyeimbangkan diri dan akhirnya tubuh Alexa malah terhuyung ke belakang, kasur di belakang gadis itu menangkap tubuhnya. Ia terhempas ke kasur bersama tubuh Azlan di atasnya.


Astaghfirullah… Ya Tuhan yang maha pengasih, maha penyayang, maha agung, maha besar, maha segala-galanya. Ampuni aku yang lemah dan tidak berdaya ini. Ampuuuuun….


Azlan dan Alexa bertukar pandang hingga detik demi detik berlalu dan Azlan tidak beranjak dari posisinya itu. Bukan tanpa alasan pria itu terpaku di tempat, hasrat yang berkecamuk dalam tubuhnya semakin menggelinjang dan menerornya.


Dan saat tanpa sadar jarak wajah mereka telah terkikis habis, Alexa bergumam lirih, “Ummh.. Azlan!”

__ADS_1


TBC


__ADS_2