Suami Sensasional

Suami Sensasional
Dua Puluh Satu


__ADS_3

“Kamu mau bilang kalau club itu nggak bagus, begitu?” tanya Alexa sambil melanjutkan kegiatannya berdandan. Kali ini menggaris alis. Gerakannya sangat berhati-hati karena takut akan tercoret akibat gerakan mobil yang tidak seimbang.


“Nona tahu itu, tapi kenapa nona lakukan?”


“Mumpung masih muda. Kalau udah tua, nggak mungkin aku ngabisin waktu di club bukan?”


“Bagaimana kalau aku putar balik aja?”


Alexa kembali menatap Azlan kesal. “Kamu selalu aja mengajakku bertengkar. Aku yang punya tujuan, kenapa kamu yang repot?”


“Nona melibatkanku dalam hal ini.”


“Ingat Azlan, kamu hanya bekerja. Jadi profesional aja. Jangan ikut campur urusanku!”


“Seharusnya begitu. Tapi aku merasa nona lebih pantas berada di tempat yang lebih baik, bukan di club.”


“Maksudmu di masjid, begitu?”


Azlan tersenyum tipis. “Baguslah kalau nona tahu.”

__ADS_1


“Diamlah! Atau kucium kamu!”


Jantung Azlan seperti disambar petir mendnegar ucapan nonanya. Namun detik berikutnya bibirnya tersenyum samar sembari memutar haluan mobil. Ia yakin itu hanyalah kalimat ancaman.


“Kamu? Beraninya kamu memutar haluan mobil?” Alexa terbelalak melihat ke luar, Azlan benar-benar memutar balik arah mobil. “Putar balik!”


Azlan diam saja.


“Kamu nggak dengar perintahku?”


“Bukankah nona yang memintaku untuk menjadi bodyguard-nya nona? Artinya aku harus menjaga dan melindungi nona. Termasuk melindungi nona dari hal-hal negatif begini.”


“Melindungiku bukan berarti kamu berhak menentukan langkah hidupku. Aku minta putar arah mobil sekarang juga!” kesal Alexa sembari memasukkan alat-alat make upnya ke tas.


“Putar balik atau kucium kamu!” ulang Alexa.


“Beranikah nona melakukannya? Aku rasa ...” Belum sempat Azlan menyelesaikan kalimatnya, ia terkejut melihat wajah Alexa sudah berada sangat dekat dengan wajahnya. Mereka bersitatap di jarak sangat dekat. Bahkan Azlan dapat merasakan hembusan nafas Alexa menyapu wajahnya. Lengan kedua gadis itu melingkar di lehernya.


Astaghfirullah... Ya Tuhan, jauhkan aku dari perkara ini. Azlan membatin panik.

__ADS_1


“Kamu menentangku?”


“Kita bisa tabrakan kalau nona begini.”


“Bukankah kamu mau tau keberanianku?”


Azlan sengaja menyerempetkan badan mobil ke tiang listrik hingga membuat mobil terasa sedikit tidak terkendali dengan berbelok ke sana kemari. Dan akhirnya berhenti. Azlan melirik Alexa yang kini sudah terduduk di joknya dengan kedua tangan berpegangan pada handle pintu mobil, mukanya memucat.


Alexa menoleh menatap Azlan yang tengah menarik nafas dalam-dalam.


Azlan kembali menjalankan mobil dengan arah tujuan menuju ke club.


Alexa melirik jalan yang ditempuh. Dengan senyum tipis ia berkata, “Akhirnya kamu menyerah?”


“Aku ikuti kemauan nona.”


“Memang udah seharusnya begitu.”


Alexa tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria di sebelahnya itu, bahkan Azlan terlihat dingin dan seperti menghindarinya saat ia memberi tantangan akan mencium pria itu. sebenarnya pria model apa yang sekarang menjadi bodyguarnya itu? Di mata Alexa, Azlan seperti tidak tertarik pada wanita. Disaat semua pria tergila-gila padanya, Azlan malah mengindar saat akan mendapat sentuhan bibirnya. Bukankah seharusnya Azlan merasa beruntung mendapat tawaran itu? Apakah benar pria di sisinya itu tidak normal? Kalau memang benar begitu, berarti Alexa aman berada di sisi Azlan. Sebab Azlan tidak akan mungkin berbuat hal-hal negatif terhadapnya, atau bahkan mengkhianatinya dengan berbuat mesum, atau hal buruk lainnya seperti yang dilakukan oleh mantan securitynya dulu yang telah berkhianat.

__ADS_1


Sepanjang jalan Azlan juga terlihat fokus menyetir, menatap jalan di depan tanpa ingin menatap ke arah Alexa. Apakah wajah Alexa seperti tong sampah yang tidak baik untuk ditatap?


TBC


__ADS_2