Suami Sensasional

Suami Sensasional
Delapan Puluh Satu


__ADS_3

Saat acara puncak, Azlan dan Alexa berdiri di samping layar besar yang menampilkan foto-foto prewedding pernikahan mereka. Bukan itu saja, ada juga video Azlan dan Alexa yang sedang makan berdua saling suap sesuai petunjuk kameramen. Video dan foto-foto itu diambil dengan singkat dan hanya dalam hitungan beberapa jam saja sehari sebelum pesta berlangsung. Semuanya serba mendadak. Para hadirin pun terhibur dengan tampilan foto dan video yang menyejukkan mata. bukan hanya ruangan saja yang sejuk akibat sapuan sejuk Ac yang terpasang di setiap sudut ruangan, namun mata para pengunjung juga sejuk oleh pemandangan yang disajikan.


“Aku lelah di sini, Azlan,” bisik Alexa melirik Azlan di sisinya. “Kakiku kesemutan. Sampai kapan kita berdiri di sini nunjukkin gigi begini. Kerng nih gigi.”


Azlan tersenyum tipis mendengar keluhan Alexa. “Sebentar lagi juga selesai. Sabar!”


“Jangan menatap ke arah Kikan!” titah Alexa.


“Apa? Kikan? Aku bahkan nggak tahu kalau dia ada di sini.”


Alexa lega ternyata Azlan tidak mengetahui keberadaan Kikan. Wajar saja, tamu undangan sangat banyak dan semuanya berdiri menikmati hidangan di ruangan itu. azlan tentu saja tidak memperhatikan satu per satu tamu yang datang. Justru Alexa yang melihat keberadaan Kikan.


Manik mata Alexa kembali tertuju ke arah Kikan, namun wanita itu sudah menghilang entah kemana. Semoga saja dia sudah pulang. Alexa benar-benar mengharap supaya Kikak secepatnya lenyap dari rumahnya.


“Apa kamu masih bisa bertahan?” tanya Azlan sembari menatap Alexa yang terlihat mulai kelelahan.


“Masih.”

__ADS_1


“Kalau kamu nggak tahan, kita istirahat aja di kamar. acara sebentar lagi juga akan berakhir.”


“Enggak. Aku akan di sini sampai jam sepuluh malam, sebab acara ditutup jam sepuluh.”


“Oke.”


Tiba-tiba terdengar suara gemuruh saling sahut para tamu undangan seperti serombongan lebah, para tamu undangan dikejutkan oleh video yang tampil di layar. Mereka menatap heran dan geleng-geleng kepala.


Pandangan Azlan pun dengan kilat mengikuti arah pandang para tamu yang tertuju ke layar. Azlan jauh lebih terkejut melihat adegan antara dia dan Kikan yang terjadi di club malam, tampil di layar. Astaga, layar yang berukuran tiga kali empat meter itu pun menampilkan dengan jelas bagaimana Azlan m****** bibir Kikan dan ciuman itu saling berbalas. Bagaimana tangan Azlan mengusap punggung Kikan yang polos. Semuanya terlihat jelas akibat ukuran layar yang begitu besar.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa rekaman itu bisa muncul di sini? bukankah kau yang ditugaskan untuk menjadi operator di sini?” gertak Azlan merasa kecewa atas keteledoran itu.


“Maaf, Mas. Aku benar-benar nggak tahu soal ini. Nggak selamanya aku berada di sini karena aku juga diminta untuk mengurus yang lainnya. Mungkin ada orang iseng,” jawab Arga, supir pak Joan yang ditugaskan untuk mengurus proyektor.


Azlan mengeluarkan rekaman dan membantingnya ke lantai lalu menginjaknya. Aib yang seharusnya dia tutupi, dibuka begitu saja di depan umum. Azlan kecewa. Ia menoleh ke samping saat melihat sekelebat bayangan melintas di pintu sisinya.


Azlan setengah berlari mengikuti sosok yang berjalan dengan langkah lebar menuju ke luar.

__ADS_1


Dengan gerakan kilat, Azlan menghadang langkah sosok itu.


TBC


WAAW.. votter tertinggi masih bertahan :



Rafa Khairo


Annie Fitriani


Blue Noob



Nama Rafa Khairo masih unggul. tengkyuh rafa

__ADS_1


__ADS_2