
Azlan sudah duduk di depan penghulu mengenakan tuxedo putih, celana putih dan kopiah putih. Ekspresi wajahnya tidak seperti calon pengantin selayaknya, dia terlihat gugup, resah, cemas dan gelisah. Tubuhnya ada di sana, namun tidak pikirannya. Dia sedang memikirkan bunda, adik-adiknya, juga Mekka.
Sebentar lagi akad nikah akan dilangsungkan, namun Azlan belum memberitahukan perihal pernikahannya itu pada bundanya. Ia tadi sudah menelepon bundanya berkali-kali untuk membicarakan masalah yang dia hadapi, tapi nomer bundanya tidak aktif. Ia tidak tahu bagaimana hubungannya akan memburuk jika keluarga Mekka mengetahui pernikahannya itu. Pak Anjas dan Bu Veti mungkin akan memakinya, atau bahkan memutus tali silaturahmi. Ya Tuhan.
Akad nikah dilangsungkan begitu mendadak, di waktu yang singkat. Tepatnya pukul delapan pagi hari.
Azlan mengusap keringat di dahi dengan tisu. Kemudian ia menoleh saat melihat Alexa muncul mengenakan pakaian yang juga berwarna putih. Azlan segera mengalihkan pandangan ke arah lain. Sekilas ia melihat wajah Alexa yang semakin cantik dengan balutan riasan. Dan ia tidak ingin menikmati yang tidak halal semakin larut. Entah sebentar lagi Alexa benar akan menjadi halal baginya atau tidak. Ia sendiri masih ragu dengan apa yang akan dia lakukan sekarang, bahkan ia masih belum yakin kalau wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah Alexa. Namun saat tangan Azlan sudah menjabat tangan Pak Joan kemudian mengucap ijab qobul, hati Azlan menjadi yakin kalau memang Tuhan telah menggariskan pasangan hidupnya adalah Alexa.
__ADS_1
“Bagaimana para saksi, sah?” tanya penghulu sembari mengedarkan pandangan.
“Saaaah...” Gemuruh jawaban serentak.
Kemudian Azlan dan Alexa menandatangani buku nikah. Buku yang membuat tangan Azlan bergetar saat menyentuhnya. Mereka duduk bersisian menghadap kameramen yang berkali-kali mengabadikan gambar keduanya saat memegangi buku nikah.
Doa pun dilantunkan seiring dengan gemuruh amin yang diucapkan hadirin.
__ADS_1
Ya Tuhan, benar Alexa resmi menjadi istri Azlan. Kini Azlan semakin yakin bahwa Alexa adalah tanggung jawab dan amanah untuknya. Azlan tidak lagi sendiri, ada wanita yang akan menjadi pendampingnya.
Malamnya, rumah mewah Alexa menjadi saksi bisu pesta meriah pernikahan antara Azlan dan Alexa. Seluruh staf penting perusahaan Pak Joan pun hadir memberikan ucapan selamat kepada Alexa dan Azlan. Termasuk Kikan. Gadis itu menikmati pesta berdiri dan meminum minuman yang disediakan. Sorot tajam mata gadis itu terus saja tertuju ke arah Azlan.
Alexa yang menyadari tatapan Kikan yang terus tertuju ke arah Azlan, merasa terganggu dan ingin rasanya ia meminta satpam untuk menyeret wanita itu keluar. ah ya ampun, Alexa sampai lupa untuk mengatakan pada papanya supaya nama Kikan dicoret dari daftar undangan. Kehadiran Kikan benar-benar mengusik pikirannya.
Satu hal yang tidak dipahami oleh Azlan adalah sikap Alexa yang terlihat begitu rileks, tenang dan tanpa beban menikah dengannya, pria yang status sosialnya tentu jauh jika dibandingkan dengan Alexa. Gadis iu terlihat menikmati acara pernikahan. Azlan masih belum mengerti dengan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh nonanya yang kini telah berubah status menjadi istrinya.
__ADS_1
TBC