Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Enam Puluh Satu


__ADS_3

Alexa yang saat itu menempelkan telinga ke pintu kamar milik Arga, langsung menekan handle pintu hingga membuat pintu tersebut terbuka. Ia terkejut melihat Arga yang tidak sendiri, pria itu bersama tiga pria asing lain yang berdiri di dekat pintu sambil berunding. Entah dari mana tiga pria asing itu bisa masuk ke kamar Arga.


Ini sungguh tidak benar. Keterlaluan!


Arga yang saat itu mengira Alexa belum pulang kerja, terkejut melihat majikannya sudah berada di hadapannya. Ia bertukar pandang dengan Alexa dengan pandangan gusar karena merasa niatnya sudah dipergoki oleh majikannya. Sekilas ia melirik tigfa temannya.


“Ternyata kau pengkhianat di rumah ini. Seharusnya aku mempercayai Sunil,” hardik Alexa yang tidak menyangka jika ternyata supir papanya yang sudah bekerja selama tiga tahun itu merupakan salah satu dalang dari aksi perampokan yang akan menyapu isi brankas papanya. Tiga tahun bukan waktu sebentar bagi Arga menjalankan tugasnya sebagai supir di rumah itu, namun lamanya bekerja tak lantas membuatnya merasa seperti hidup berkeluarga. Dia bahkan diperlakukan sangat istimewa oleh Joan, namun ini balasan yang dia berikan pada majikannya. Diam-diam dia menggerogoti kekayaan majikannya dengan cara sangat buruk. Musuh dalam selimut.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Arga menarik lengan Alexa dengan gerakan kilat hingga membuat tubuh mungil Alexa terseret masuk ke kamar melewati tiga pria asing hingga mendekati ranjang. Sudah terlanjur kepalang basah kepergok Alexa, Arga tidak mau mengalah.


“Baj*ngan kau! Beraninya kau lakukan ini pada nonamu!” gertak Alexa kesal atas perilaku Arga.


“Tidak ada pilihan lain, Nona. Anda sudah tahu siapa saya. Jika saya ingin selamat, satu-satunya jalan adalah membuat anda tutup mulut atau melenyapkan Anda sekalian,” balas Arga.


“Azlan akan mencincang tubuhmu jika kau berani melakukannya.”

__ADS_1


“Tolooooong!” teriak Alexa memanfaatkan mulutnya yang bebas berteriak.


Arga terpaksa memegangi pergelangan tangan Alexa dengan satu tangannya sementara tangan lainnya bergerak cepat menutup mulut tersebut. Namun Arga kuwalahan karena Alexa meronta-ronta dan bahkan kepalanya juga bergerak-gerak terus ingin terlepas dari tangan Arga yang membekap mulutnya.


“Aw!” Arga spontan melepas tangannya yang berada di depan mulut Alexa saat telapak tangannya digigit sangat kuat oleh wanita itu. Ia mengibaskan tangannya yang terasa nyeri luar biasa.


Alexa menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Naas, gerakan Alexa yang hendak melarikan diri pun terhenti saat di hadapannya sudah berdiri tiga pria asing yang siap menangkapnya. Muka ketiga pria asing itu bahkan sangat menyeramkan. Salah satunya memiliki berewok lebat, tatapannya menghunus tajam, serta kulitnya hitam. Ketiganya berjalan mendekat ke arah Alexa dengan tatapan seperti siap menelannya mentah-mentah. Jantung Alexa berdegup sangat kencang menahan rasa takut. Ia menelan dengan sangat sulit, keringat di pelipisnya mengucur begitu saja. Kecemasan membungkus perasaannya. Ia mundur selangkah dengan langkah gemetar. Ia pasrah jika saja malaikat pencabut nyawa akan hadir saat itu juga. Dia benar-benar terpojok. Tiga pria asing yang berada di hadapannya, siap meringkusnya, dan Arga di belakangnya menatapnya dengan sorot membunuh.

__ADS_1


Tamatlah riwayatnya.


TBC


__ADS_2