Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

Kikan terkejut. Ia tidak menyangka jika akhirnya perselingkuhannya dengan Joan akan ketahuan oleh orang lain.


“Kau mau tahu siapa aku? Aku ini istrinya Joan. Dan kau mengajak suamiku berkencan. Kau gila?” hardik atika sangat marah.


Kikan tidak menjawab. Ia hanya menatap Atika kesal bercampur gugup. Kedua tangannya sibuk mengusap kulit wajah yang menjadi lengket akibat kopi manis.


“Sudahlah. Aku pulang, Nona Alexa!” Kikan mengemas semua barang-barangnya. Kemudian bergegas pergi. Ia berpapasan dengan Azlan di pintu.


Azlan menatap heran pada penampilan Kikan yang menjadi berantakan dan kumuh akibat disiram kopi. Kemudian ia menatap Alexa dan Atika. Batinnya sedang menebak-nebak, apa yang terjadi di rumah itu hingga Kikan bisa sampai sekacau tadi? Apakah itu ulah Alexa? atau atika?


“Ada apa, Lexa?” Azlan mendekati Alexa. “Apa yang baru saja terjadi?” Ia menatap lantai dekat kaki meja yang menjadi kotor oleh ceceran air kopi.


“Tanyakan saja pada wanita ini!” Alexa menunjuk Atika dengan dagunya. “Dia menyiram wajah Kikan dengan air kopi. Dia sedang sangat marah karena merasa terancam, suaminya melirik wanita lain. Azlan, tanyakan pada wanita ini, kenapa dia marah pada Kikan? Memangnya apa bedanya dirinya dengan Kikan? Wanita muda seperti Kikan mau mendekati pria tua karena sebuah modus, apa bedanya dengan wanita ini?”


“Kau ini!” Atika hendak mendekati Alexa dan menumpahkan kekesalannya, namun Azlan menghalangi dan menjadi pematas diantara keduanya.

__ADS_1


“Kau tidak perlu marah pada Alexa, Alexa bicara begitu karena belum bisa menerimamu. Andai saja kau sedikit bersikap lebih baik padanya, maka Alexa juga pasti akan menjadi baik padamu,” tegas Alzan membuat Atika membuang muka kesal. M


Atika bergegas menaiki anak tangga, masuk ke kamarnya.


Tak lama kemudian, terdengar suara gaduh di kamar atas yang bersumber dari kamar Joan dan Atika. Mereka seperti sedang bertengkar.


“Alexa, kita keluar yuk,” ajak Azlan yang ingin menjauhkan Alexa dari pertengkaran Joan dan Atika.


Alexa mengangguk. Ia melangkah keluar. Lalu menoleh saat merasakan sentuhan hangat di pergelangan tangan. Azlan menggandengnya.


Idris yang duduk di pos penjagaan depan rumah pun tertegun melihat pemandangan itu, ia hanya bisa mengedipkan sebelah mata sambil mengacungkan jempol.


Azlan menanggapi dnegan senyum. Sesampainya di luar, tampak Kikan yang masih berdiri di tepi jalan sambil menangis sesenggukan.


Melihat pemandangan itu, Alexa dan Azlan bertukar pandang.

__ADS_1


Arah langkah kaki Azlan dan Alexa kebetulan menuju kepada Kikan. wanita itu menoleh ke arah Alexa saat menyadari ia tidak lagi sendiri. Azlan ikut menghentikan langkah kaki saat Alexa berhenti.


“Sekarang kau tahu apa keuntungan mendekati pria yang sudah beristri? Inilah yang kau dapatkan, didobrak oleh istri pria itu,” ujar Alexa mendekati Kikan. “Dia itu papaku, dan kau mencoba untuk menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Betapa rendahnya harga dirimu. Apa yang kau inginkan dari perselingkuhanmu, hm? Harta, uang, kesenangan, atau apa?”


“Oke oke. Aku akui aku memang rendah dengan perilakuku ini,” jawab Kikan dengan lirih. “Aku menyangka kalau uang adalah segala-galanya, tapi ternyata aku salah. Aku bahkan tidak bisa menjaga harga diriku saat dimaki oleh istri orang. Awalnya aku berpikir kalau aku akan bahagia dengan mengharapkan Azlan menjadi suamiku sehingga semuanya kulakukan meski dengan cara apapun. Tapi sekarang kaulah yang beruntung, Nona Lexa. Azlan kini menjadi suamimu. Dan aku akhirnya memilih untuk melanjutkan hubunganku dengan Pak Joan.”


Disaat Alexa merasa gundah akibat wanita lain dalam diri Azlan, Kikan mengatakan kalau dirinya beruntung menikah dengan Azlan.


“Kau salah, Kikan. letak kebahagiaan bukanlah pada obsesi, tapi perasaan yang tulus,” sahut Azlan.


“Ya, kau benar Azlan. Aku bahkan selama ini tidak bahagia dan selalu merasa was-was. Sekarang, aku semakin kacau karena ketahuan.” Pandangan Kikan tertuju pada mata Alexa, ia terlihat rapuh sekali saat itu. “Nona Alexa, maafkan aku karena sudah menjadi perusak rumah tangga papamu.” Kikan langsung masuk ke taksi yang berhenti sesaat setelah ia melambaikan tangan menghentikannya. Taksi membawanya pergi.


Azlan menatap Alexa dan tersenyum. “Kita lanjut jalan-jalan.” Ia merangkul Alexa menelusuri trotoar.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2