Suami Sensasional

Suami Sensasional
Seratus Empat Puluh Tujuh


__ADS_3

“Tugasmu masih banyak, Azlan. Bimbinglah istrimu. Lihatlah, kenapa kau biarkan dia mengurai rambutnya di depan banyak orang. Bukankah dia muslim? Itu aurat. Dan jika kamu nggak memperingatkannya, kamu juga berdosa. Dan ibu lihat, Alexa bukanlah wanita yang baik. Dia hobi keluar malam, dugem, narkoba, dan entah apa lagi. Bunda melihat berita di sosial media tentang dia.”


Sekilas semua berita mengenai Alexa terkilas balik di ingatan Azlan. Tentang Alexa yang pernah menabrak polisi dan malah marah-marah pada orang yang ditabrak, tentang Alexa yang pernah tertangkap karena narkoba kemudian masuk ke panti rehabilitasi, dan masih banyak hal lainnya.


Azlan sampai lupa jika istrinya itu persis seperti selebgram yang dibanjiri followers dan kisahnya menjadi daya tarik publik. Bagaimana bisa bundanya segaul itu, sampai-sampai searching di sosial media mengenai Alexa.


“Itukah wanita yang kamu cintai? Itukah wanita yang kamu bela-bela sampai bisa membuatmu mengingkari janjimu sendiri?” lanjut Dinda dengan suara berat.


“Aku sangat memahami bagaimana Alexa, dan aku akan mengajaknya hijrah pelan-pelan, bertahap. Karena akan sulit membalikkan keadaan dengan sesingkat waktu, karena jika aku memakasakannya dalam sekedip mata, bisa jadi dia bukannya akan mengerti, tapi malah sebaliknya. Semuanya butuh proses, Bun.”


“Tapi ya sudahlah, semua sudah terjadi dan bunda hanya berharap kamu bisa membuatnya menjadi lebih baik. Tugasmu sangat banyak, Azlan.”


“Bunda, percayalah Alexa adalah wanita baik. Dia hanya kekurangan kasih sayang aja. Ada banyak hal yang membuatnya menjadi seperti itu. Dia terjebak di dunianya bukan tanpa alasan. Meski sesungguhnya apa yang dia lakukan itu salah, tapi dasarnya dia adalah wanita baik. Aku selalu bermunajat pada Allah, aku meminta dipertemukan dengan jodoh yang baik dan tentunya adalah pilihan Allah. Dan sekarang Tuhan memberikan Alexa sebagai jodohku, maka percayalah dia akan menjadi wanita seperti yang Tuhan harapkan. Dan bukankah Bunda selalu meminta pada Tuhan agar menyatukanku dnegan wanita baik-baik bukan? Dan sekarang yang Tuhan persatukan dnenganku adalah Alexa. Apa bunda nggak percaya bahwa ini adalah kehendak Tuhan? Kekecewaan bunda ini timbul hanya karena bunda belum bisa move on dari sosok menantu seperti Mekka. Aku akui Mekka adalah wanita yang akhlaknya mulia, tapi bukan berarti nggak ada wanita yang lebih baik dari dia.”

__ADS_1


Dinda tersenyum tipis. Dia menyentuh lengan Azlan dan mengusapnya pelan. “Kamu udah dewasa, bunda yakin kamu bisa memilih mana yang baik dan yang buruk.”


Azlan mengangguk.


“Ya sudah, kita ke depan. Alexa pasti udah menunggu,” ajak Dinda kemudian berjalan menuju ke ruangan keluarga. Azlan mengikutinya.


Alexa sedang menatap ikan yang melenggok-lenggok di dalam aquarium saat Azlan dan bundanya muncul. Ia menoleh ke arah Dinda dan tersenyum.


“Bun, aku dan Azlan mau pulang, ada pekerjaan yang harus kami segera kerjakan. Nggak pa-pa kan kami buru-buru?” ucap Alexa dengan wajah cerah berbinar.


Ucapan lembut dan keibuan membuat Alexa merasa tersentuh, hatinya entah kenapa terasa basah. Ia menghambur dan memeluk Dinda.


Dinda yang mendapat pelukan secara tiba-tiba itu pun mengerjap dan setengah kaget.

__ADS_1


“Makasih ya, Bun. Bunda udah menerimaku dengan baik. Benar apa kata Azlan, bunda adalah sosok yang hangat. Makasih Bunda udah menghadirkan Azlan untukku, dia udah banyak banget ngasih aku pil pahit yang kalau ditelan membuatku sembuh dari rasa sakit. Bunda, aku sayang sama Bunda.” Alexa mempererat pelukannya. Matanya terpejam dengan seulas senyum.


Azlan menatap Alexa dengan senyum tipis. Hatinya basah melihat pemandangan itu.


Dinda mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Alexa. Dia tersenyum dan berkata, “Iya. Bunda berpesan, jadilah istri yang baik, ya!”


Alexa mengangguk dalam pelukan Dinda. Kemudian ia melepaskan pelukan, memundurkan badan dan menatap Dinda dengan mata berbinar.


“Aku pulang, Bun,” ucap Alexa.


Dinda mengangguk sambil tersenyum.


***

__ADS_1


TBC


__ADS_2