
“Hentikan mobilnya!” titah Azlan sambil mengawasi pria yang menyetir mobil dengan was-was. Kedua lengannya melingkar memeluk Alexa, berusaha melindungi. Mendadak saja perasaannya tak menentu, hatinya risau dan cemas.
Supir tidak menghiraukan perintah Azlan, mobil terus melaju.
“Azlan, apa-apaan, sih? Kita harus segera sampai ke rumah sakit dan kamu malah menyuruh Idris menghentikan mobilnya,” celetuk Alexa geleng-geleng kepala. “Ini kamu kenapa peluk aku kuat banget begini? Ya ampun…” Alexa menatap lengan kokoh Azlan yang melingkar di tubuhnya.
“Tenang, sayang!” Azlan membenamkan wajah Alexa ke dada bidangnya dan mengecup singkat pucuk kepala wanita itu. “Aku minta hentikan mobilnya!” titah Azlan lagi dengan nada lebih tegas.
Mobil masih terus melaju, kini semakin kencang.
Azlan menoleh jalan di luar. Entah kemana supir itu akan membawa mobil melaju, jalanan di sekitar sana pun sepi. Kalimat istighfar dan Allahu Akbar mengalir di benak Azlan. Hingga akhirnya Azlan membelalak saat melihat sosok pria di bagian kemudi itu menoleh dengan seringaian lebar. Leo.
__ADS_1
Melihat seringaian itu, dunia rasanya seperti berhenti mendadak. Alexa sedang dalam kondisi akan melahirkan, dan Leo seperti sudah mengincar masa-masa itu.
“Tidak ada yang bisa hidup bahagia dengan Alexa Lian,” ucap Leo dengan tatapan membunuh. “Aku tidak bisa memilikinya, maka orang lain pun tidak.”
Wajah Alexa yang sejak tadi terbenam di dada Azlan, terkejut mendengar suara Leo. Ia pun mengangkat wajah dan menoleh kea rah sosok yang mengemudi. Dugaannya tidak salah, Leo.
“Apa yang kau lakukan di mobilku? Hentikan, Leo!” semprot Alexa.
“Kau benar-benar gila! Hentikan, Leo!” pekik ALexa.
“Aku sudah muak mendengar kisah cinta dan kebahagiaan kalian. Sudah saatnya Alexa meninggalkan dunia ini untuk selamanya, inilah resikonya jika berani meninggalkan dan mencampakkanku.”
__ADS_1
“Kau tidak akan bisa menyakiti Alexa.” Azlan melepas lingkaran lengannya di tubuh Alexa, kemudian ia memajukan tubuhnya hendak mengambil alih setiran. Namun Leo yang sudah lebih dulu melihat gerakan Azlan pun menambah kelajuan mobil hingga membuat tubuh Azlan terhuyung mundur dan kembali terhenpas ke jok akibat kecepatan mendadak tersebut.
Azlan tidak mau berhenti sampai di situ, ia kembali berusaha untuk merebut kemudi. Perhatian Leo yang kini justru tertuju ke arah Azlan membuatnya jadi gagal fokus dalam menyetir. Mobil melaju di badan jalan sebelah tengah. Kegaduh di dalam mobil membuat Leo tidak mendengar suara klakson yang menjerit berkali-kali dari arah depan, sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan.
“Leo, awas!” seru Azlan saat mobil sudah sangat dekat dengan benturan.
Belum sempat Leo banting stir, mobil sudah menyambar truk dengan benturan sangat keras. Benturan keras moncong mobil dengan truk mengejutkan seisi mobil. Jeritan Alexa memenuhi ruangan mobil. Reflex Azlan memeluk Alexa berusaha untuk memberi perlindungan pada tubuh Alexa serta buah hati dalam kandungan wanita itu. sebisa mungkin Azlan seperti menjadi terali di depan tubuh Alexa sebagai pelindung dan menahan kuat benturan yang mengarah ke tubuh Alexa.
Seiring menyempitnya ruang duduk akibat dashboard depan yang bergerak ke arah Leo, spontan pria itu menaikkan kaki ke jok hendak melompat ke belakang. Gerakan yang tidak sempurna membuat tubuhnya malah terguling bebas di jok kemudi dan kepalanya membentur bundaran setiran.
TBC
__ADS_1