Suami Sensasional

Suami Sensasional
Sembilan Belas


__ADS_3

“Uuuugh....” Jesy mengelus-elus dadanya seperti merasa kelegaan yang luar biasa. “Jantung gue deg-degan waktu jabatan tangan sama dia. astaga, dia wangi dan ganteng banget.” Jesy terkejut saat merasakan lengannya ditepuk oleh Alexa, dan ia nyengir menyadari baru saja melompat-lompat di tempat.


“Jes, pasangan itu nggak sebatas ganteng doang. Nggak kenyang lo ngeliatin mukanya yang ganteng.” Alexa kembali meneguk minumannya lalu duduk di lantai.


Jesy ikut duduk di sisi Alexa. “Jadi kalau bukan sebatas ganteng doang, apa lagi kriteria laki-laki yang bisa kita pilih untuk jadi pasangan kita?”


“Dia juga harus kuat, karena dia yang akan melindungi kita.”


“Azlan punya itu.”


Alexa terdiam membayangkan sosok Azlan yang bertubuh tinggi, sickpack, dan atletis. Pria itu bahkan memiliki ilmu bela diri, tidak perlu diragukan lagi kecekatan pria itu dalam melindungi wanita.


“Nggak itu aja, laki-laki juga harus memiliki kasih sayang untuk jadi pasangan kita,” lanjut Alexa. “Dia nggak boleh kasar, baik, perhatian dan penuh cinta.”


“Azlan juga punya itu.”


“Dari mana lo tahu?”

__ADS_1


“Dari sorot matanya. Dia pria yang sopan, teduh, lembut dan penuh dengan kasih sayang. Liat deh caranya menatap wanita, cara bicaranya, juga caranya tersenyum. Lo kan tahu, tujuan gue ke rumah lo sekarang hanya untuk ketemu Azlan secara langsung. Dan setelah ketemu, suer gue suka banget sama tuh cowok.”


Alexa geleng-geleng kepala. “Orang jatuh cinta memang payah. Semuanya yang ada sama si cowok pasti keliatan bagus. Dan satu lagi Jes, pria yang jadi pasangan kita juga harus memiliki satu hal yang amat penting.”


“Apa itu?” Jesy antusias.


“Kuat alias berotot.”


“Heh? Maksud lo?”


“Kuat di atas kasur. He heee...”


Alexa terdiam. Ia malah jadi membayangkan Azlan. Ah, Jesy konyol. Alexa menggelengkan kepala berusaha menyingkirkan bayangan di kepalanya.


***


Alexa menyambar switer sembari menjepit ponsel dengan pipi dan bahunya. Ia melangkah lebar keluar kamar. Switer disampirkan di pundaknya.

__ADS_1


“Iya iya Jesy, bentar lagi gue pergi. Ini udah jalan, kok. Lo tunggu aja di situ. Udah deh jangan bawel. Ribet amat. Telat dikit aja, kok.” Alexa berbicara sembari menuruni anak tangga. “Ya udah, gue jalan dulu.”


Alexa setengah berlari hingga sampai ke teras.


“Azlan!” serunya memanggil bodyguardnya.


Azlan menyembul keluar dari dalam rumah. Pria itu segera mengalihkan pandangan saat matanya menatap penampilan Alexa yang mengenakan celana pendek hingga pahanya terekspos dipadu tank top warna hitam. Alexa benar-benar heran pada pria di hadapannya itu. Dia sungguh tidak tergiur pada kemolekan tubuh wanita.


“Kamu udah siap?” Tanya Alexa sembari memperhatikan tubuh sixpack Azlan yang tercetak melalui kemeja ketat yang dia kenakan. Oh… kemeja pemberian Alexa sungguh tepat ukuran, pas di tubuh Azlan.


“Udah,” singkat Alzan. Seperti biasa, ia bicara tanpa menatap lawan bicaranya.


Beberapa detik Alexa memperhatikan wajah tampan Azlan. Pria itu sunguh sangat tampan mengenakan kemeja hitam itu.


“Kenapa kamu berpaling dariku?” Tanya Alexa menatap Azlan yang sejak tadi tidak menatapnya dan langsung berpaling sejak pertama kali melihatnya.


“Pakaian Nona terlalu terbuka.”

__ADS_1


Alexa tersenyum tipis. Dasar pria aneh! Baru kali ini ia melihat lelaki seperti Azlan, yang tidak tertarik pada wanita secantik dia. Padahal Alexa adalah primadona di kantornya.


TBC


__ADS_2