
Sekarang apa yang harus Azlan katakan pada Alexa? Azlan tidak ingin membuat Alexa ilfil terhadapnya jika ia tiba-tiba memiliki banyak aturan untuk Alexa sementara baru semalam statusnya menjadi suami. Alexa bukanlah wanita penurut, Azlan harus memiliki trik untuk mengubah istrinya menjadi lebih baik.
“Hei, udah selesai kenapa nggak keluar?” Alexa berdiri di pintu memegangi handle pintu yang baru saja dia buka.
“Aku nggak sengaja melihat barang-barangmu di laci.” Azlan menunjuk barang-barang itu.
“Ooh... Itu. Iya, supaya badanku tetap fit dan nggak gampang loyo. Terlanjur kenal sama barang itu. Gimana lagi? Itulah satu-satunya cara untuk aku bisa tenang saat dalam masalah,” jawab Alexa ringan, tanpa sedikitpun beban. Alexa mendekati Azlan dan menutup laci.
“Apa pendapat orang tuamu kalau tau kamu begini?”
“Mereka nggak akan pernah tau tentang aku. Kalau pun tau, mungkin mereka mendengar dari orang lain yang menyampaikan ke mereka. Aku bisa dengan aman narok barang-barang itu di laci tanpa harus repot-repot menguncinya karena takut ketahuan orang tuaku. Mereka nggak pernah ngecek kamarku, kok.” Alexa menatap Azlan dengan sendu.
Azlan terenyuh mendengarnya. Ia tidak suka melihat Alexa terjebak di dunia itu.
“Hentikan, Alexa!”
“Hentikan?” Alexa menyilangkan tangan di dada. “Apa kamu pikir akan semudah itu? Kamu nggak tahu masalah apa yang kuhadapi.”
“Apakah masalahmu akan kelar setelah kamu menghisapnya?”
Alexa diam, pertanyaan masuk akal.
“Untuk yang satu ini, aku nggak mau bernegosiasi lagi. Kamu harus mengehntikannya. Masih ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk melepas beban hidupmu. Apa kamu pernah shalat?”
Alexa tergugu mendnegar kata shalat. Namun detim berikutnya ia berusaha mengubah ekspresi wajahnya agar tetap tenang. “Jangan mengajakku ribut pagi-pagi begini.” Alexa mulai terlihat jengah.
__ADS_1
“Kamu tahu kenapa aku bicara begini?”
Alexa menaikkan alis.
“Karena aku perduli padamu.” Azlan melintasi Alexa yang terpaku di tempat. Wanita itu masih memikirkan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Azlan.
Alexa balik badan kemudian mengikuti Azlan turun ke lantai bawah. Tatapan semua mata yang berbapasan terlihat berbeda pagi itu. Para asisten rumah tangga seakan-akan sedang menilai-nilai terhadap Nona dan Tuannya. Entah apa yang mereka pikirkan tentang Azlan dan Alexa, mungkin mereka sedang memikirkan malam pertama pengantin baru. Ah, entahlah.
***
Azlan pergi ke kantor bersama dengan Alexa. Supir hanya bisa terbengong melihat Alexa mencium singkat bibir Azlan saat mobil sudah berhenti di depan kantor. Kemudian Alexa dan Azlan turun dari mobil.
Azlan memasuki gedung perkantoran beriringan dengan Alexa. mereka menjadi pusat perhatian sejurus pandangan yang melihat.
“Kita langsung ke ruangan meeting sekarang,” ucap Alexa sambil memencet tombol lift.
“Ayo!” bisik Alexa di telinga Azlan membuat Azlan langsung bergerak masuk ruangan.
Alexa menarik kursi yang masih kosong dan Azlan melakukan hal yang sama. Hanya ada satu sisa kursi yang tersisa dan Azlan duduk di kursi tersebut.
Pertemuan berlangsung begitu singkat dan tanpa basa-basi apa lagi pembukaan. Pak Joan langsung ke topic, beliau menyerahkan surat yang di sana tertera nama Azlan. Beliau meminta Azlan menandatanganinya.
Azlan terkejut melihat isi surat yang ternyata berupa surat pemberian jabatan untuk Azlan, yaitu jabatan direktur operasional.
“Kejutan untukmu!” bisik Alexa membuat Azlan bersyukur dalam hati.
__ADS_1
Alexa menggigit bibir bawah saat menoleh ke arah Azlan dan ia mendapati Kikan yang ternyata duduk di sisi lain Azlan. Keduanya bertukar pandang.
Alexa memegang tangan Azlan dan menuntun tangan itu untuk segera menanda tangani.
“Ayo, tanda tangan di sini, sayang!” ucap Alexa dengan tatapan tertuju ke mata Kikan.
Wajah Kikan tampak semakin emosi melihat tingkah laku Alexa yang tampak jelas sengaja memanas-manasinya.
Azlan segera membubuhkan tanda tangan.
TBC
Taraaa... ranking teratas votter :
Rafa Khairo
Ajeng Pramita
Tiya Aditya
Tengkyuh yaa...
__ADS_1
Ayo dong mana poin lainnya? Biar cemungut ngetiknya nih 🥰😁