
Tiga pria asing melarikan diri, hilang dari pandangan setelah ketiganya melesat pergi. Para asisten rumah tangga disibukkan dengan tugas masing-masing.
Weni menelepon kantor polisi dan sibuk memberi pelaporan mengenai kejadian yang baru saja terjadi. Alexa memerintah asisten rumah tangga lainnya untuk mengurus Sunil dan melarikannya ke rumah sakit.
Idris berlari keluar melalui pintu utama, ia menghampiri Azlan yang memegangi tubuh lemas Arga yang berdarah.
Arga merintih dengan tubuh bergetar. Azlan merasakan tubuh bergetar dalam rangkkulannya tersebut.
“Bertahanlah!” ujar Azlan pada Arga. Kemudian ia meminta bantuan Idris untuk membawa Arga ke rumah sakit bersamaan dengan mobil yang membawa Sunil. Dua asisten rumah tangga diminta untuk turut serta ke rumah sakit.
Azlan tersentak saat Alexa yang baru saja keluar rumah menghambur dan memeluknya erat. Azlan membalas pelukan itu. “Tenanglah!”
Azlan memberi elusan di punggung Alexa untuk menanangkan, wanitanya itu terlihat gugup dan ketakutan.
__ADS_1
“Arga ternyata sekongkolan perampok-perampok itu,” ujar Alexa dengan suara bergetar.
“Kita bicara di dalam.” Azlan melepas pelukan Alexa, kemudian merangkul wanita itu memasuki rumah. Azlan membimbing Alexa duduk di sofa. Dia kemudian emmerintah Weni untuk mengambilkan air mineral.
Weni yang saat itu berada di ruang utama pun menuruti majikannya. Ia berlalu ke belakang dan kembali membawa segelas air mineral. Azlan mengambil alih gelas tersebut setelah mengucapkan terima kasih kemudian ia mengarahkan gelas ke mulut Alexa untuk membantu wanita itu meneguk air mineral.
“Apa yang teerjadi/” Tanya Azlan lembut.
Alexa kemudian menceritakan seluruh kejadian sesuai dengan rekaman di kepalanya tanpa terlewat sedikit pun. Tentang Arga yang tengah berunding dan berniat hendak merampok rumah, tentang Arga yang berniat melenyapkannya setelah kepergok, tentang Sunil yang muncul secara tiba-tiba dan membuat niat Arga menjadi kacau, juga tentang Sunil yang terseungkur setelah mengalami kekalahan saat berusaha melumpuhkan lawan demi menyelamatkan Alexa.
“Tapi aku melihat Sunil meregang nyawa. Dia terluka parah.” Suara Alexa bergetar hebat.
“Kita udah laporkan masalah ini ke pihak yang berwajib, semoga mereka akan segera menyelesaikan masalah ini dan menangkap mereka yang bersangkutan.” Azlan masih terus berusaha menenangkan. Wajar saja Alexa trauma, kejadian itu telah berkali-kali menimpanya.
__ADS_1
“Arga berkhianat pada kita. Aku nggak nyangka ternyata selama ini aku menyimpan musuh di dalam rumahku sendiri,” ucap Alexa.
“Dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.” Azlan ingat kejadian saat ia menolong Pak Joan dari aksi perampokan. Kini ia tahu, bahwa pelaku perampokan itu tentunya juga merupakan komplotan Arga yang saat itu bersama Pak Joan yang sedang membawa uang dalam jumlah besar. Pantas saja para perampok tahu sasaran empuk yang menjadi target, ternyata mereka mendapat informasi dari sumber terpercaya, Arga.
Azlan juga ingiat peristiwa perampokan yang terjadi di kamar Alexa waktu itu, para perampok melakukan aksi disaat Azlan tidak ada di rumah. Mereka bahkan tahu situasi dan kondisi rumah berkat aba-aba dari Arga.
“Maafkan aku nggak bisa selalu ada di sisimu,” lirih Azlan mengelus punggung tangan Alexa.
Alexa mengangkat wajahnya dan pandangannya bertemu dengan mata Azlan. Ia tersenyum tipis. Ketakutannya sudah memudar. “Kamu nggak salah, kenapa minta maaf. Tapi juju raja, aku merasa tenang saat bersamamu. Memang udah seharusnya aku selalu berada di sisimu. Aku seharusnya tadi ikut kamu menjamu Pak Syarif.”
“Semua kejadian ada hikmahnya, jangan berandai-andai.” Azlan tersenyum menatap Alexa yang sudah mulai rileks.
Tak lama kemudian beberapa orang berseragam polisi datang untuk olah TKP. Mereka mengecek dan melakukan tugas sesuai prosedur. Mereka mengajukan banyak pertanyaan, dijawab oleh Alexa dan Azlan sesuai dengan yang sebenarnya.
__ADS_1
Tak lama setelah pengaduan itu, tiga perampok yang melarikan diri itu dibekuk polisi. Sedangkan Arga masih dalam perawatan di rumah sakit dan dalam pengawasan pihak kepolisian. Dan kemudian terkuak, pelaku perampokan yang hampir melarikan koper uang milik pak Joan serta pelaku perampokan beberapa hari lalu yang melarikan uang dari kamar Alexa adalah orang yang sama. Arga mengakui saat ditanyai di rumah sakit.
TBC